
Khasiat Begonia: Obat Luka, Demam, Bibir Pecah-Pecah


PETREA VOLUBILIS. Berasal dari Amerika Selatan. Mampu tetap berbunga lebat meskipun tumbuh di tempat yang ternaung. Menginginkan kisaran suhu 25 - 35°C. Cocok diaplikasikan sebagai tanaman peneduh maupun tanaman merambat di alas pergola. Bunga begerombol dalam tandan. Tiap tandan panjangnya 30 - 40 cm, berisi ratusan bunga. ANTIGONON LEPTOPUS ANTIGONON LEPTOPUS. Tanaman ini berasal dari Meksiko. Pertumbuhannya sangat cepat. Menghendaki tempat penanaman yang terkena sinar matahari secara penuh. Media tanam yang diinginkan berupa campuran tanah, sekam kompos, dan sekam bakar. Perbandinganya 2 : 1 : 1. Kisaran suhu yang diinginkan yaitu 21 - 32°C. Dapat diperbanyak melalui stek maupun secara generatif dengan biji. STROPHANTHUS GRATUS STROPHANTHUS GRATUS. Sering juga dijuluki sebagai oleander merambat. Tanaman ini bergetah, memiliki bunga bergerombol dalom 1 tangkai. Suhuudara yang diinginkan berkisar antara 16- 31 °C. Jenis ini tahan naungan dan tahan terpapar matahari. Rajin berbunga dan dapat diperhanyak dengan stek batang maupun stek pucuk. Cocok diaplikasikan sebagai tanaman peneduh dan pager maupun QUISQUALIS INDICA QUISQUALIS INDICA. Sering juga disebut sebagai tanaman ceguk. Bunganya unik. Warnanya dapat berubah-uhah. Bunga muda berwarna putih. Seiring dengan bertambahnya usia, warnanya akan berubah menjadi merah jambu, hingga akhirnya menjadi merah tua. Tumbuh subur di dataran tinggi maupun dataran rendah. Menghendaki tempat tubuh yang lembap. Kisaran temperatur yang diinginkan 28 - 322C. ALAMANDA COKELAT. Kalau kebanyakan Alamanda berbunga kuning, Allamanda cathartica ini berbunga cokelat. Berasal dari amerika Selatan dan India Barat. Tergolong jenis tanaman bergetah. Alamanda cokelat ruin berbunga dan tahan terkena sinar pun berada di bawah naungan. Depat diperbanyak melalui stek batang, cangkok maupun dengan biji. Cocok diaplikasikan sebagai tanaman peneduh. A SOLANDRA GRANDIFLORA A SOLANDRA GRANDIFLORA. Ukuran bunganya sebesar kepalan tongue orang dewasa. Tanaman ini butuh tempat terbuka yang banyak terkeno sinar matahari. Solandra grandiflora mampu tumbuh di atas tanah lint maupun berposir. Nanyo solo is menghendaki kondisi media tnnam yang selalu lembap. FLAME OF IRIAN FLAME OF IRIAN. Termasuk dalam keluarga Leguminoceae atau tanaman kacang-kacangan. Tumbuh subur dan berbunga di ketinggian lebih dari 300 m. Suhu harian rata-rata yang diinginkan berkisar antara 24 - 25°C. Cocok digunakan sebagai tanaman penutup pagar dan pergola. THUNBERGIA MYSORENSIS THUNBERGIA MYSORENSIS. Berasal dari Amerika Tengah. Sekerabat dengan terung, tomat don cabai. Subur dan berbunga lebat di dataran tinggi dan berhawa sejuk. Cocok untuk peneduh di teras rumah. Menyukai media berhumus dan lembap. Diperbanyak dengan stek dan biji. MALAITHONG. MALAITHONG. Tandan bunganya bisa mencapai ukuran panjang 80cm. Dipenuhi ratusan bungs berwarna kuning. Tendon tumbuh si setiap pucuk. Semakin banyak pucuk, kion banyak tendon yang dimiliki. IPOMEA BRAVIENSIS IPOMEA BRAVIENSIS. Sekerabat dengon ubi rambat. Cocok diaplikasikan sebagai tanaman pagar. Tahan noungan don tetop rajin berbungo di tempat teduh. Tumbuh subur di dataran rendah. Menyukai kisaran Suhu 29 - 32°C. Jadwal Perawatan 1. Pemangkasan 2 - 4 minggu sekali. Terutama pads waktu musim hujan 2. Pemupukan 2 - 3 bulan sekali dengan NPK berkandungan P tinggi. 3. Penyemprotan pestisida. Sebulan sekali. Terutama pads musim penghujan untuk yang berbunga wangi. Semisal Quisqualis indica. |
Berikut ini adalah serba-serbi budidaya burung walet dimulai dengan sejarah singkat burung walet, sentra budidaya burung walet, jenis-jenis burung walet, manfaat burung walet, persyaratan lokasi budidaya burung walet, pedoman teknis budidaya burung walet, hama dan penyakit burung walet dan lain-lain.
5. PERSYARATAN LOKASI
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga) unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan)
Peralatan
Alat-alat rutin
Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti: suntikan, gunting operasi, pisau potong operasi kecil, dan lain-lain.
Pembibitan
Ternak yang dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Pemilihan Bibit dan Calon Induk
Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day OldChicken)/ayam umur sehari:
Perawatan Bibit dan Calon Induk
Dilakukan setiap saat, bila ada gejala kelainan pada ternak supaya segera diberi perhatian secara khusus dan diberikan pengobatan sesuai petunjuk Dinas Peternakan setempat atau dokter hewan yang bertugas di daerah yang bersangkutan.
Pemeliharaan
Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:
Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:
kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu:
Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:
Pemeliharaan Kandang
Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup. Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.
7. HAMA DAN PENYAKIT
Penyakit
Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: ayam sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian:
Hama
Tungau (kutuan)
Gejala: ayam gelisah, sering mematuk-matuk dan mengibas-ngibaskan bulu karena gatal, nafsu makan turun, pucat dan kurus.
Pengendalian:
sanitasi lingkungan kandang ayam yang baik; pisahkan ayam yang sakit dengan yang sehat;
dengan menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan air kemudian semprotkan dengan menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan air kemudian semprotkan ketubuh pasien. Dengan fumigasi atau pengasepan menggunakan insektisida yang mudah menguap seperti Nocotine sulfat atau Black leaf 40.
8. PANEN
Hasil Utama
Untuk usaha ternak ayam pedaging, hasil utamanya adalah berupa daging ayam
Hasil Tambahan
Usaha ternak ayam broiler (pedaging) adalah berupa tinja atau kotoran kandang dan bulu ayam.
9. PASCAPANEN
Stoving
Penampungan ayam sebelum dilakukan pemotongan, biasanya ditempatkan di kandang penampungan (Houlding Ground)
Pemotongan
Pemotongan ayam dilakukan dilehernya, prinsipnya agar darah keluar keseluruhan atau sekitar 2/3 leher terpotong dan ditunggu 1-2 menit. Hal ini agar kualitas daging bagus, tidak mudah tercemar dan mudah busuk.
Pengulitan atau Pencabutan Bulu
Caranya ayam yang telah dipotong itu dicelupkan ke dalam air panas (51,7- 54,4°C). Lama pencelupan ayam broiler adalah 30 detik. Bulu-bulu yang
halus dicabut dengan membubuhkan lilin cair atau dibakar dengan nyala api biru.
Pengeluaran Jeroan
Bagian bawah dubut dipotong sedikit, seluruh isi perut (hati, usus dan ampela) dikeluarkan. Isi perut ini dapat dijual atau diikut sertakan pada daging siap
dimasak dalam kemasan terpisah.
Pemotongan Karkas
Kaki dan leher ayam dipotong. Tunggir juga dipotong bila tidak disukai. Setelah semua jeroan sudah dikeluarkan dan karkas telah dicuci bersih, kaki ayam/paha ditekukan dibawah dubur. Kemudian ayam didinginkan dan dikemas.
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
Analisis Usaha Budidaya
Dasar perhitungan biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh dalam analisis ini, antara lain adalah:
perhitungan analisis biaya ini hanya diperhitungkan sebagai Pedoman dasar, karena nilai/harga sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan.
Adapun rincian biaya produksi dan modal usaha tani adalah sebagai berikut :
Biaya prasarana produksi
Sewa tanah 200 m 2 selama 2 bulan—————Rp. 20.000,-
Kandang ukuran 20 x 5 m
Bambu 180 batang @ Rp 1250,————–Rp. 225.000,-
Semen 4 zak @ Rp 7000,——————–Rp. 28.000,-
Kapur 30 zak @ Rp 6000,——————-Rp. 18.000,-
Genting 2600 bh @ Rp 90,——————-Rp. 234.000,-
Paku reng 5 kg @ Rp 2000,——————Rp. 10.000,-
Paku usuk 7000 kg @ Rp 1800, ————-Rp. 12.600,-
Batu bata 1000 buah @ Rp 55,—————Rp. 55.000,-
Pasir 1 truk ———————————–Rp. 230.000,-
Tali 28 meter @ Rp 5000, ——————–Rp. 14.000,-
Tenaga kerja ———————————-Rp. 400.000,-
Peralatan
Tempat pakan 28 bh @ Rp 5000, ———— Rp. 140.000,-
Tempat minum 32 bh @ Rp 3880, ———— Rp. 124.000,-
Sekop 1 bh ———————————– Rp. 7.000,-
Ember 2 bh @ Rp 2000, ———————- Rp. 4.000,-
Tong bak air 1 bh —————————– Rp. 15.000,-
Ciduk 2 bh @ Rp 500, ———————— Rp. 1.000,-
Tabung gas besar 1 bh ————————- Rp. 250.000,-
Thermometer 1 bh —————————– Rp. 2.000,-
Regulator 1 bh ——————————— Rp. 52.500,-
Brooder (gasolec) 1 bh ———————— Rp. 15.000,-
Tali gantung tmp pakan 120 m @Rp 500,- —– Rp. 60.000,-
Jumlah biaya prasarana produksi ————— Rp. 2.052.000,-
Biaya sarana produksi
Bibit DOC 1000 bh @ Rp 900,- ——————– Rp. 900.000,-
Pakan dan obat-obatan
BR-1 31 zak (0-4 minggu) @Rp 36.000, ——- Rp. 1.116.000,-
BR-2 34 zak (4-6 mingu) @ Rp 34.000, ——– Rp. 1.156.000,-
obat-obatan @ Rp 150,-/ekor —————— Rp. 150.000,-
tenaga kerja pelihara 1,5 bln @ Rp 105.000,- ——– Rp. 157.500,-
Lain-lain ———————————————- Rp. 10.000,-
sekam padi alas kandang 1 truk @Rp 60.000,- — Rp. 60.000,-
karung goni bekas 32 kantong @ Rp 300,- —— Rp. 2.400,-
pemakaian listrik selama 0-6 minggu ————- Rp. 7.000,-
pemakaian gas ———————————– Rp. 35.000,-
Jumlah biaya produksi ————————— Rp. 3.583.900,-
Biaya produksi
Sewa tanah 200 m 2 selama 2 bulan —————— Rp. 20.000,-
Nilai susut prasarana produksi/2 bln
kandang —————————————– Rp. 51.109,-
Peralatan Rp 805.660,- : 30 ——————— Rp. 26.856,-
Bibit DOC 1000 ekor ——————————— Rp. 900.000,-
Pakan dan obat-obatan ——————————– Rp. 2.422.000,-
Tenaga kerja ——————————————- Rp. 157.500,-
lain-lain ———————————————— Rp. 104.400,-
Bunga modal 1,5% per bulan ————————— Rp. 84.543,-
Bulan modal 1,5 bulan ——————————— Rp. 126.815,-
Jumlah biaya produksi ———————————- Rp. 3.808.680,-
Pendapatan
Total produksi 1000X94%X1,75 kg X Rp 2500,- —– Rp. 4.112.500,-
Nilai Pupuk kandang ———————————– Rp. 60.000,-
Jumlah pendapatan ————————————- Rp. 4.172.500,-
Keuntungan ——————————————– Rp. 363.820,-
Parameter kelayakan usaha
BEP Volume Produksi = 870 ekor
BEP Harga Produksi Rp. 3.316.000,-
B/C Ratio = 1,09
ROI = 6,45 %
Rasio keuntungan terhadap pendapatan = 8,71 %
Tingkat pengembalian modal = 2,6 th.
Gambaran Peluang Agribisnis
Prospek agribisnis peternakan untuk ternak ayam broiler cukup baik dimana permintaan pasar selalu meningkat, sejalan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi hewani. Produksi ternak ayam broiler saat ini berkembang dengan pesat dan peluang pasar yang bisa dihandalkan.
11. DAFTAR PUSTAKA
Muhammad Rasyaf, Dr.,Ir. Beternak Ayam Pedaging. Penerbit Penebar Swadaya (anggota IKAPI) Jakarta.
Cahyono, Bambang, Ir.1995. Cara Meningkatkan Budidaya Ayam Ras Pedaging (Broiler). Penerbit Pustaka Nusatama Yogyakarta.
12. KONTAK HUBUNGAN
Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829
Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id Jakarta, Maret 2000
Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas