Tampilkan postingan dengan label Ikan Discus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan Discus. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Oktober 2014

Mengatasi Bintik pada Ikan Discus (Berpasir)

ikan discus berpasir

Mengatasi Bintik pada Ikan Discus (Berpasir) | Akuarium Hias -Hal ilmiah yang umumnya jadi persoalan dalam perawatan pada ikan discus yaitu bintik hitam atau di kenal dengan arti ‘pasir’. ‘Pasir’ ini biasanya susah untuk di hilangkan, tetapi bisa diminimalkan ‘jumlah pasirnya’ dengan beragam langkah, lalu bagaimanakah sesungguhnya ‘pasir’ itu dapat nampak? serta bagaimanakah carannya meminimalkan ‘pasir’ itu? ok di sini saya bakal sedikit berbagi perihal ‘pasir’ pada ikan discus itu yang saya ambil dari beragam sumber serta pengalaman hobies tentu. 

‘Pasir’ atau bintik hitam/blackspot, umumnya menyerang discus yang berwarna cerah seperti Pygeon, golden, marlboro, red melon, dan lain-lain. Terdapat banyak hal yang mengakibatkan ‘pasir’ itu nampak pada badan ikan discus, tetapi biasanya memanglah nampak lantaran ikan itu stress atau kurangnya sistem penyesuaian pada lingkungan yang tidak sama dengan pada awal mulanya. 

Beberapa hal yang menimbulkan pasir pada ikan discus itu salah satunya yaitu : 
  • Keadaan/parameter air yg tidak pas dengan ikan discus, dalam soal ini bermakna bukanlah ikan yang perlu menyesuaikan namun keadaan airnya yang perlu disesuaikan dengan keadaan ikan discus. Bebatuan besar kadang-kadang bikin kotoran susah tersedot filter, hingga air jadi kotor. Walau airnya terlihat bening, mungkin saja kandungan amonia/nitrit/nitratnya cukup tinggi. Bila airnya bagus serta pas, jadi warnanya cerah lagi serta hitamnya hilang. 

  • Type makanan. Sebagian pehobies yang biasa memelihara ikan discus mencurigai cacing sutra dapat mengakibatkan keluarnya ‘pasir’ pada type ikan discus spesifik. 

  • Aspek Genetik. Mungkin saja memanglah induknya juga sudah berpasir jadi anakannya relatif bakal “kurang bersih” juga. 

Pasir pada ikan discus itu dapat dicegah dengan beragam langkah, salah satunya : 
  • Air mesti dijaga pada pH 6, 0-6, 5 serta air berbentuk lunak. Suhu air yang sesuai sama yakni seputar 27 – 32 derajat Celcius. Air dalam aquarium juga sebaiknya bersih serta tenang sesuai sama ciri-ciri Discus sendiri yg tidak agresif. Oleh karenanya, pembersihan aquarium mesti teratur dikerjakan lewat cara menyedot kotoran memakai selang. Usahakan, waktu pembersihan ini tak menyebabkan riak air yang terlalu berlebih. 

  • Berikanlah makanan yang memiliki kandungan karoten, serta waktu berikan makan juga mesti disebar. Makanan yang dianjurkan Tetrabits (pellet spesial discus warnanya orange jelas serta terbenam waktu masuk air) serta burger (arti peternak discus pada product olahannya yang datang dari hati sapi yang di proses jadi lempengan/burger). 

  • Peliharalah discus yang ukurannya sama besar dalam satu tanki aquarium. 

  • Janganlah berikanlah pencahayaan yang sangatlah jelas pada permulaan, upayakan supaya ikan discus itu punya kebiasaan dahulu dengan intensitas sinar yang perlahan-lahan jadi tambah dari yg tidak terlampau jelas. 

  • Apabila discus telah ada banyak pasir dalam aquarium yang kita rawat, jadi pisahkan ikan discus kedalam satu tempat yang terpisah serta tenang seputar 4 jam dengan air yang masih tetap sama dari aquarium yang sama, serta kerjakan pembersihan pada aquarium dengan baik saat sebelum ikan itu dipindahkan kembali. Umumnya pasir yang ada bakal menghilang/jadi amat sedikit dibanding pada awal mulanya. 

  • Jika pemicu paling utama discus itu yaitu dari aspek genetik, jadi bisa disebutkan bahwa ‘pasir’ itu bakal susah untuk di hilangkan. 
Demikian artikel tentang Mengatasi Bintik pada Ikan Discus (Berpasir), semoga dapat bermanfaat bagi para Pembaca.

Senin, 14 April 2014

Tips Jitu Memelihara Ikan Discus Bagi Pemula



ikan discus

Tips Jitu Memelihara Ikan Discus Bagi Pemula | Akuarium Hias -Ada sebagian pembaca yang komentarnya adalah menanyakan tentang bagaimana cara memulai memelihara ikan discus bagi pemula, berikut saya kembali ulas hal dan apa saja yang harus dipersiapkan dalam memulai hobby akuarium hias untuk discus :
ikan discus
ikan discus
  1. Siapkan diri menurut kesungguhan hati pelihara serta membudidayakan Discus Fish
  2. Siapkan air yang berparameter sesuai sama dengan ikan discus Ph netral 7 ideal Ph Discus 5, 5 - 6, 0
  3. Siapkan aquarium yang sesuai sama peruntukannya display, breeding, juvenile, atau karantina dan lain-lain.Pastikan sesuai sama segmentasi pemeliharaannya.
  4. Untuk pemula tak direferensikan untuk pelihara discus terlepas sapih (1 - 2 inch).
    lantaran rawan kematian serta sakit apabila airnya punya masalah atau memiliki kandungan logam berat.
  5. Pastikan Discus Fish yang sudah melalui pasca gawat di atas 3-4 inch. Memanglah sedikit lebih
    mahal lantaran telah masuk biaya cost pakan.
  6. Buat pakan buatan burger discus dengan bahan utama jantung sapi (beef heart) dst
    (tunggulah artikel selanjutnya ttg pakan ikan discus)
  7. Tak dianjurkan berikan pakan alamiah,seperti cuk, cacing sutera, larva dan lain-lain yang di-
    dapatkan dari tangkapan alam segera, karena perairan terbuka waktu ini tak menjamin
    bebas dari parasit serta logam berat serta toksin.
  8. Pemberian pakan alamiah seperti bloodworm beku mesti diselingi dengan pelet buatan
    sendiri atau pabrik, contoh Tetra Bit. Dengan pemberian pakan yang beragam Discus akan
    cepat besar serta sehat dan bisa beradaptasi di seluruhnya segmentasi pakan.
  9. Pakai sponge filter yang berkwalitas untuk menyerap amonia serta nitrat dibagian dasar
    akuarium.
  10. Sedot atau syphon lah basic akuarium Discus 30 menit sesudah pemberian pakan. dan
    imbuhkan air akuarium dengan parameter yang sama dari yang terbuang tadi.
Oke Bro segitu aja , semoga bermanfaat.

Selasa, 29 Oktober 2013

Penyakit pada Ikan Discus

Penyakit pada Ikan Discus
  
Penyakit pada Ikan Discus | Akuarium Hias -Discus dapat juga diserang penyakit lantaran mutu air yang jelek atau pakan yang membawa penyakit. Menurut pemicunya, penyakit yang menyerang discus dibagi jadi 2 jenis, yakni penyakit Parasiter serta non parasiter.

1. Penyakit Parasiter
Penyakit parasiter yaitu penyakit yang timbul lantaran parasit. Perumpamaan penyakit ini yaitu :

a. Gill Worm atau Penyakit Insang
Penyakit insang ini menyerang di bagian insang ikan, hingga menyebabkan ikan tak dapat bernafas atau mengap-mengap. Obat yang umum dipakai untuk menangani penyakit insang yaitu dengan memakai larutan formalin 35-40%, garam dapur (NaCI), atau PK (Kalium permanganat).

b. NDD (New Discus Disease)
Penyakit NDD juga di kenal dengan nama discus plague atau velvet. Penyakit ini dikarenakan oleh komplikasi sebagian bakteri serta virus. Pemicu penyakit NDD bakal menembus lendir pertahanan discus lalu mengambil sari makanan dari beberapa sel kulit yang rusak serta mengambil cairan badan. Mengakibatkan discus jadi lemas serta lalu mati. Penyakit ini bisa diobati dengan cara-cara, yakni :

Memakai larutan PK dengan dosis 0, 6 g per 100 liter air
Gabungan 1, 5-2 g chloramfenicol (antibiotik), 0, 2-0, 3 acriflavine (antiprotozoa), serta 3-4 sendok makan garam dapur.
Gabungan 2 g oxytetracyclin, 0, 2-0, 3 g acriflavine, serta 3-4 sendok makan garam dapur,
Gabungan 4 g neomycin sulphate, 250 mg nitrofuratoin atau makrofuran, serta 3-4 sendok makan garam dapur.
Gabungan 1 g ciprofloxacin, 11 tete copperformalin (antiprotozoa), serta 3-4 sendok makan garam dapur.

Penyakit pada Ikan Discus
c. White Spot
White spot adalah penyakit yang dihadapi hampir seluruh type ikan. Penyakit white spot ditandai oleh timbulnya bintik putih pada ekor, sirip, permukaan badan, mata, atau insang. White spot bisa menyerang discus lantaran mutu air yang buruk. Langkah mengatasi penyakit ini bisa dikerjakan dengan ganti air tiap-tiap hari serta menambah suhu air sampai 33oC, atau mungkin dengan menggunkan 0, 3 g acriflavine untuk tiap-tiap 100 liter air atay blitz ich seperti takaran yang tercantum.

2. Penyakit Nonparasiter
Penyakit nonparasiter yaitu penyakit yg tidak dikarenakan oleh parasit, umpamanya lantaran kekurangan oksigen, terlampau banyak makan, persoalan nutrisi, keracunan obat, atau pergantian pH. Di bawah ini yaitu sebagian penyakit nonparasiter yang umum menyerang discus.

a. Iritasi air
Perubahan air yang mendadak bisa menyebabkna iritasi air. Penyakit ini ditandai oleh rusaknya ujung sirip atau ekor. Untuk menangani penyakit ini baiknya penggantian air akuarium dikerjakan dengan cara perlahan, yakni dengan ganti ¾ air lama dengan air baru.

b. Keracunan obat
Keracunan obat berlangsung lantaran pemberian obat yang melebihi dosis atau obat yang telah kadaluarsa. Mengakibatkan penyakit yang terkena discus makin kronis. Untuk menghindar penyakit ini baiknya pemberian obat seperti dosis yang disarankan.

c. Kekurangan Oksigen
System aerasi yg tidak cukup dan populasi ikan yang terlampau padat bisa mengakibatkan ikan alami kekurangan oksigen. Cirinya yaitu pernapasan ikan jadi memburu serta mengap-mengap. Penanggulangannya yaitu ganti system aerasi atau kurangi kepadatan ikan.

d. Terlampau banyak makan
Discus yang terlampau banak makan bakal mengakibatkan perutna menggelembung serta sulit buang air. Penyakit ini bisa ditanggulangi dengan menambah suhu air sampai meraih 33oC atau mungkin dengan memberikan 5 sendok makan garam untuk tiap-tiap 100 liter air.

c. pH shock
Pergantian derajat keasaman atau pH air bisa menyebabkan pH shock mengakibatkan discus kehilangan keseimbangan. Langkah menangani pH shock yaitu dengan ganti air akuarium dengan air yang pH –nya seperti (6, 3-6, 8), lalu di beri 5 sendok makan garam dapur serta 1 g acriflavine atau methylene blue untuk tiap-tiap 100 liter air.

Jumat, 30 Agustus 2013

Cara Mudah Merawat Ikan Discus


ikan discus


Cara Mudah Merawat Ikan Discus (akuariumhias) Mau pelihara ikan discus ? discus kan sukar perawatannya !. Banyak beberapa pencinta ikan hias terlebih yang pingin mulai pelihara type ikan ini menyebutkan perihal demikian. Walau sebenarnya tidak sukar saat memeliharanya, pemeliharaan ikan discus ini sama halnya memelihara ikan hias biasanya. Tidak memerlukan keahlian spesial serta perawatannya terbilang gampang. Yang butuh kita kenali yaitu bagaimana serta didalam situasi bagaimana ikan discus itu dapat hidup serta apa saja yang butuh kita kenali untuk mengawali pelihara ikan ini. 

Layaknya ikan-ikan hias biasanya, letak kesuksesan saat merawat ikan discus yaitu penanganan yang benar. Ikan discus yaitu ikan yang memerlukan situasi didalam akuarium yang stabil, dikarenakan apabila situasi lingkungan labil ikan ini amat tidak tahan, ikan discus amat rawan pada suatu hal yang asing baginya. Untuk menciptakan situasi yang stabil untuk ikan discus, ada langkah dan cara-cara serta perihal yang butuh kita cermati sebelum saat memelihara si ikan cakram ini.

ikan discus
  1. Belilah ikan discus di area yang dipercaya/benar. Janganlah sekali-kali beli ikan discus disembarang area. Karena bila kita beli di area yang benar, karena harga ikan ini cukup mahal makanya kita harus dapat dapat memperoleh ikan yang kondisinya baik. Dan tidak menjadi tidak itu saja, di area tersebut kita dapat berkonsultasi bagaimana pelihara ikan discus yang baik serta benar. 

  2. Siapkan akuarium yang telah berisi air beserta filter didalam situasi hidup. Air yang ada didalam akuarium mesti diendapkan sekurang-kurangnya 24 jam. Tujuannya untuk kurangi kejenuhan. air yang belum diendapkan di kuatirkan tetap memiliki kandungan bakteri maupun penyakit lain yang bisa mengancam hidup ikan. Yang tidak kalah mutlak janganlah memakai air sumur dengan segera, dikarenakan air sumur banyak memiliki kandungan zat besi yang tinggi serta tidak baik untuk perkembangan ikan discus.

  3. Suhu air mesti ada pada posisi 30 – 32 derajat celcius. Dibawah angka tersebut, ikan discus dapat kehilangan daya tahan tubuh. discus dapat gampang diserang penyakit yang selanjutnya yang didapat kematian ikan. Suhu terlampau tinggi juga menyebabkan ikan discus ini tidak bertahan lama. Heater mesti senantiasa didalam situasi on. 

  4. Kebersihan akuarium mesti senantiasa dijaga dengan baik. Karenanya 1 minggu sekali air mesti diganti. Penggantian air cuma butuh 40 – 50 persen volume air akuarium. juga, tiap-tiap bln. Air didalam akuarium beserta perlengkapan filter mesti dibersihkan. Tiap-tiap perubahan air, masukkan garam ikan sejumlah 1 sendok makan. perubahan air sendiri dikerjakan untuk menyingkirkan sisa-sisa kotoran layaknya lendir ikan. Lendir yang tersisa amat gampang menyebabkan bakteri maupun penyakit. 

  5. Janganlah terlampau banyak berikan obat-obatan didalam dosis tinggi. janganlah gampang berikan obat bila ikan discus terkena penyakit. Pemberian obat yang salah, bukan hanya jadi mengobati namun dapat mengakibatkan keracunan pada ikan. Sebaiknya apabila ikan kita sakit tanyakan pada penjual area anda beli ikan. 
  6. Pemberian pakan pada discus, baiknya pakan yang halus, karena pencernaan ikan discus lebih kecil dibandingka dengan ikan hias lain yang tetap kerabat. Apabila diberikan makanan yang kasar pencernaan ikan discus dapat terganggu. 
Apabila perihal tersebut di atas kita cermati, maka kita siap pelihara ikan gepeng ini serta ikan dapat bertahan didalam periode waktu yang lama. selamat coba : )

Rabu, 28 Agustus 2013

Ikan Discus

ikan discus
 
Ikan discus (akuariumhias) -Yaitu spesies ikan air tawar asli lembah sungai amazon, Amerika selatan. Discus pertamakali dikenalkan pada th.1840 oleh Dr. Heckel dengan nama symphysodon discus. Varian discus aslinya digolongkan ke didalam 3 type menurut warna, yakni symphysodon aequifasciata aequifasciata (green discus ), symphysodon aequifasciata axelrodi (brown discus ), serta symphysodon aequifasciata haraldi (the blue variant ). 

Bersamaan dengan makin banyaknya orang yang tertarik memelihara discus, apalagi di sebagian negara di asia, budidaya discus sudah jadi industri besar. Dari situ banyak aktivitas penelitian serta usaha yang dikerjakan untuk membuahkan strains baru dari ikan discus. Hingga tidak heran bila sekarang ini tercatat ada beberapa puluh strains ikan discus yang ada di pasaran. Ikan discus amat popular sebagai ikan akuarium serta terkadang dikatakan sebagai rajanya ikan hias.

Ikan discus yang indah serta mempunyai wujud yang prima, datang dari bibit serta situasi perkembangan yang baik sejak lahir.

Ikan discus yaitu type ikan yang hidup dengan berkelompok ( social fish ). Apalagi di alam bebas, aslinya mereka hidup didalam grup besar serta adalah di antara dari sedikit type ikan yang dapat belajar. Oleh sebab itu, mesti diingat untuk beberapa hobbies untuk beli ikan diskus didalam jumlah kian lebih satu. Discus memerlukan hubungan sosial sesama mereka untuk memunculkan cii-ciri asli ikan diskus.

Sebagian media atau peralatan yang butuh anda buat persiapan untuk mengawali pemeliharaan ikan discus. diantaranya yaitu aquarium yang bisa menyimpan air yang cukup ( idealnya 200 liter untuk 4 ekor discus ). Filter osmosis serta juga lampu ultra violet untuk menolong sterilisasi air. didalam situasi atau tempat spesifik, heater juga dibutuhkan. untuk menanggulangi pergantian suhu hawa yang berubah tiba-tiba. Untuk temperature yang ideal untuk pemeliharaan discus yaitu 28 derajat celcius.

ikan discus
Add caption

Sistem filtrasi yang baik untuk pemeliharaan discus yaitu perihal yang mutlak, apalagi harus. perihal ini yaitu kunci utama untuk melindungi mutu air supaya terus sempurna, disamping itu sudah pasti untuk hindari kewajiban lakukan sistem perubahan air yang terus-terusan.

Perihal utama yang perlu diingat oleh anda yang pingin menekuni didalam pemeliharaan ikan diskus ini yaitu :
  • Tingkat keasaman air ( ph ). Amat baik bila ph air mendekati netral.
  • Pertahankan supaya ph ada pada kisaran ph 6. 0 serta 7. 0.Discus dapat nyaman dengan kisaran ph seperti ini.
  • Kebersihan Air, menjaga air tetap bersih adalah salah satu syarat ikan discus tumbuh sehat.
ikan discus
Untuk melindungi stabilitas ph, maka kesadahan air juga butuh di perhatikan. upayakan supaya kesadahan kalsium ada didalam kisaran 5 -7 kh, namun untuk kesadahan umum pada kisaran 12 – 15 gh. Cermati situasi air di lingkungan area anda memelihara diskus. bila kesadahan air kian lebih 12gh, gunakanlah filter reverse osmosis. Filter ini bisa mengembalikan kesadahan air pada derajat yang diperlukan. cartridge dari filter reverse osmosis butuh diganti dengan berkala, serta frekwensi pergantiannya bergantung seberapa tinggi tingkat senyawa yang terdapat didalam air yang anda gunakan.

Setelah itu yaitu kandungan amonia. amonia yaitu kandungan senyawa yang amat jelek didalam air, yang bisa mengakibatkan kematian pada ikan diskus. Ini senyawa yang dihasilkan dari kotoran yang dibuang oleh ikan dari sisa makanannya. idealnya yaitu, bahwa didalam tangki/aquarium tidak memiliki kandungan amonia sekalipun ( 0% ). Disinilah kenapa filter didalam akuarium diskus yaitu perihal yang harus diaplikasikan.

Senin, 26 Agustus 2013

Tips Merawat Ikan Discus dalam Akuarium

ikan discus

Tips Merawat Ikan Discus dalam Akuarium (akuariumhias) -Sesudah kita memperoleh ikan yang cocok dengan apa yang kita kehendaki, ada kalanya waktu pertama kali discus dipindahkan ke area yang baru dengan pada suhu yg penting ( lebih dingin ), discus dapat amat kaget serta dampaknya yg pertama jelas penurunan nafsu makan maupun barangkali lebih rawan terkena penyakit. langkah menanganinya, dapat dipancing agar akan makan dengan langkah makanannya saya pegang saat berikan makan. umumnya sesudah 3-4 hari discus dapat kembali normal nafsu makannya.

Sebagian langkah yg bisa aplikasikan tiap-tiap dapat mengkondisikan discus ke suhu dingin yaitu :
  • Discus dibiasakan untuk akan makan dengan langkah pakan yg tetap dipegang. ini sekalian melatih mental discus supaya akrab dengan majikannya. pakannya umumnya berbentuk bloodworm atau cacing beku.
  • Umumnya discus dapat mulai mengetahui pakan didalam tangan sesudah 2-4hari. janganlah lakukan gerakan yg dapat mengagetkan discus. dikarenakan umumnya discus dapat jadi malas untuk makan ( stress ).
  • Pemakaian heater ( bila memakai ) mulai dikurangi intensitasnya. sebagai perumpamaan heater cuma dipakai sepanjang sangat lama 5 jam serta upayakan pemakaian heater cuma untuk kondisi spesifik saja, contohnya waktu hujan atau malam hari.
  • Step di atas memerlukan waktu aklimatisasi ( adaptasi ) 5-6hari.
  • Lantas discus mulai dibiasakan dengan intensitas sinar tinggi dengan bertahap. umumnya untuk jenis- type discus dengan warna yang solid ( marlboro, blue diamond, pigeon, rising sun, red melon dan lain-lain ) dapat timbul spot hitam yang biasa dimaksud pasir oleh hobies yg mulai nampak dari sisi kepala serta sirip. Ini dikarenakan mutu indukan yg memanglah telah mempunyai spot hitam pada mulanya atau juga dikarenakan pemakaian lampu dengan intensitas spektrum warna merah berlebih ( perumpamaannya lampu uv ). Bila discus anda mempunyai perihal demikianlah maka mutu diskus anda terhitung kurang bagus, dikarenakan apabila dikawinkan spot hitam itu dapat alami penurunan ke anaknya.Sesudah discus punya kebiasaan pada sinar terang serta tanpa heater maka dia dapat selanjutnya seperti itu.
ikan discus

Discus didalam aquascape

Disamping itu ada banyak hal yang butuh di perhatikan juga bahwa pada saat penyesuaian suhu, penyakit yg sangat umum menyerang yaitu white spot serta velvet (new discus disease). Bila ini berlangsung anda janganlah segera panik dengan pemakaian obat-obatan yg memiliki bahan kimia (bisa meyebabkan resistensi). Coba menangani dengan garam obat yg dilarutkan ( 50mg/10lt air ). 

Sesudah discus punya kebiasaan diberi pakan dengan tangan coba pemberian pakan burger. pada awal 3-4 hari discus dapat mogok makan, serta janganlah dikarenakan dia mogok makan lantas kita berikanlah pakan lain, namun paksa terus hingga dia akan, berikanlah sedikit untuk sedikit. lama- kelamaan dia tentu dapat akan juga ( ramuan burger bergantung selera kita ). Burger dapat amat merubah kecemerlangan warna discus. Menurut hasil tersebut, discus jadi tambah lebih sehat serta tidak gampang diserang penyakit, disamping itu daya tahannya juga tambah lebih unggul dari discus yg dipelihara dengan suhu standar.

ikan discus
Penyakit discus
Jika nyatanya ikan kita terkena penyakit white feces atau berak putih yang disebut di antara penyakit yang kerap menyerang discus ( penyakit ini ditularkan melewati air yang sudah terkontaminasi oleh sejenis telur parasit. discus yang terkena white feces umumnya dapat mengeluarkan kotoran berwarna putih ) maka di bawah ini langkah yang umumnya ( serta dapat ) dipakai untuk mengobatinya :
  • Karantina discus yang terkena white feces.
  • Larutkan 2 gr metronidazole / 100 liter.
  • Imbuhkan garam 1-2 sendok makan.
  • Gunakan heater 30 c.
  • Gunakan aerator.
  • Baiknya, tiap-tiap 8 jam ubah air 1/2nya serta imbuhkan metronidazole 1 gr. atau sekurang-kurangnya 24 jam.
Untuk type penyakit lain seperti penyakit cacing pita, bisa diobati dengan levamisol yang didapatkan melewati pakan. bintik putih ( white spot ) pada discus bisa diobati dengan langkah merendam discus memakai acriflavin dengan campuran 50ml acriflavin/22, 5 liter air. Untuk black spot ( pasir ), telah saya ulas di sini. sirip rusak bisa diobati dengan melarutkan clorampenicol 2 gr/100 liter air, kerjakan sepanjang 3-5 hari. paling akhir untuk velvet, ikannya memang warna badannya jd gelap/hitam, sirip fin-nya menguncup, senang menggesekkan tubuhnya ke benda di sekelilingnya serta umumnya ngumpul di sudut/mojok. umumnya bisa sembuh dengan langkah :
  • Karantina discus yang dianggap terkena velvet
  • Masukkan chlorampenicol 1, 5 gram+ acriflavine 20 ml + 1-2 garam ikan ke didalam tank diisi lebih kurang 100 liter untuk karantina.
  • Gunakan aerator yang agak besar.
  • Gunakan heater 30 c.
  • Bila airnya keruh putih di besok lusa, sifon. imbuhkan larutan sama seperti pada mulanya. kerjakan selanjutnya hingga discus tampak sehat ( umumnya 1 minggu ).
  • Kasih makan dikit saja ( puasa ).

Minggu, 21 Juli 2013

Penyakit Umum Pada Ikan Discus


Penyakit Umum Pada Ikan Discus (akuariumhias) -Ikan discus memang indah tetapi dibalik keindahan tersebut perlu juga diketahui cara dasar merawat ikan discus sehingga dapat menghindarkan ikan menjadi sakit. Menurut pengalaman para hobiis dan para peternak umumnya penyakit ikan discus yaitu dikarenakan parasit/microorganisme layaknya di bawah ini : 

1. Penyakit insang 
Banyak peternak yang alami kegagalan dikarenakan serangan penyakit insang ini, discus yang diserang tidak menuntunjukkan tingkah laku yang mencurigakan, penyakit bisa diketahui bila kita jeli mengamati kegiatan pernafasan ikan, layaknya gerakan menutup insang serta mulut ikan. Ikan yang sehat dapat buka tutup insang serta mulutnya dengan ritme yang sama serta enjoy. Namun yang terkena tanda-tanda penyakit ini, dapat tampak bernafas terengah-engah. Penyembuhan yang biasa ampuh yaitu melarutkan formalin dengan dosis 4ml/100 lt serta dibairkan 24 jam. Tiap-tiap hari diganti air baru serta larutkan formalin diulang hingga 3 hari. disamping itu juga larutkan garam dapur ( nacl ) dengan dosis 500 g/100lt, air diberi aerasi yang kuat agar cepat larut. Serta paling akhir bila tetap membandel imbuhkan larutan pk, hanya mesti hati2 dikarenakan bila salah penyembuhan ikan bisa mati. dosis 1g/175 lt ditambah aerasi kuat sepanjang 2jam-an. 

2. Penyakit NDD ( New Discus Disease) 
Penyakit ini sangat ditakuti peternak discus dikarenakan amat gampang menular. Jika setetes air terkontaminasi maka penyakit ini segera menular. Karenanya tiap-tiap akuarium mesti memiliki peralatan sendiri. Pemicunya yaitu ph air yang terlampau tinggi, banyak memiliki kandungan logam berat atau air kurang diinapkan. 

Suhu air di bawah angka 28 celcius juga mengakibatkan daya tahan discus alami penurunan mencolok, disamping itu pakan alam juga dapat jadi pembawa microorganisma penyakit tersebut. Tanda-tanda penyakit ini terlihat dari tingkah discus yang layaknya stress, warna lantas gelap atau hitam, seluruh sirip serta ekor menguncup. 

Dapat nampak selaput putih yang semakin menebal serta melebar keseluruh tubuh. Serta parahnya discus dapat kerap merebah didasar, disudut atau apalagi dipermukaan akuarium. Apabila tidak segera diobati discus tubuhnya aka membengkak serta berakhir dengan kematian. 

Penyembuhan penyakit ini dengan melarutkan gabungan chlorampenicol (antibiotik) degan dosis 2 gram ditambah acriflavine (antiprotoza) dengan dosis 0, 3 gram serta garam dapur dengan dosis 5 sendok makan. seluruh obat dilarutkan dengan aerasi yang kuat serta didalam suhu 32 celcius. Jika ikan telah didalam stadium kronis baiknya air dikuiras keseluruhan tiap-tiap 3 hari sekali, sembari diberi obat gabungan layaknya tersebut di atas. 

3. Mata berkabut ( cloudy eye ) 
Dikarenakan jamur yang menyerang mata. Mata ikan dapat terlihat memutih layaknya tertutup selaput. lama kelamaan selaput itu semakin menebal serta mencukupi semua permukaan retina mata ikan. Jika dilewatkan pupil mata ikan dapat mengecil serta discus dapat alami kebutaan. 

Penyembuhan : larutkan gabungan chlorampenicol dengan dosis 1.5 gram /100 lt air dengan acriflavine dosis 0, 3 gram/100 lt sepanjang 5 - 7 hari. 

4. Berak putih 
Gejalanya ikan tunjukkan turunnya nafsu makan. Setelah itu usus discus akna terinfeksi oleh bakteri flagelata spironucleus. Efek parahnya pencernaan discus terganggu hingga tubuhnya jadi kurus, serta apabila dilewatkan perutnya dapat membuncit, kotorannya dapat berwarna putih layaknya pita memanjang serta jadi terputus putus.

Penyembuhan penyakit ini mengonsumsi waktu lama, jikalau pulih ikan discus dapat jadi mandul. penyembuhan larutkan metronidazole dosis 2 gram/100 lt,. dengan suhu air stabil 32 celcius.

Demikian ulasan singkat mengenai penyakit pada ikan discus, tidak ada salahnya bagi anda para pemula yang memelihara discus harus mengetahui jenis dari ikan discus juga karakter ikan discus, yang mana yang cocok dengan kondisi tempat anda.

Ikan Hias Paling Cantik : Ikan Discus


Ikan Hias Paling Cantik : Ikan Discus (akuariumhias) -Kekayaan hayati Indonesia sudah banyak dikenal. Di dalam usaha ikan hias dunia, product ikan hias dari Indonesia dikenal memiliki beragam jenis, baik ikan hias untuk air tawar maupun ikan hias untuk air laut. Dari 1000 spesies ikan hias air tawar yang ada di dunia, 400 spesies salah satunya datang dari Indonesia. Potensi ini membanggakan karena karena Indonesia dikenal sebagai produksi ikan hias terbesar di dunia. 

Pada saat ini peminat ikan hias terus lantas makin dan semakin menyebar ke semua susunan masyarakat. walau kemampuan daya belinya bermacam, masyarakat perkotaan di Indonesia melengkapi rumahnya dengan akuarium-akuarium yang diisi berbagai ikan hias diantaranya ikan discus. Ikan discus ( symphysodon discus ) ini memiliki habitat asli di rio negro dan perairan tenang sungai amazon. Ciri-cirinya omnivora. gerakannya sangat halus. Ikan ini lantas popular sebagai rajanya ikan akuarium. Banyak orang menyebut ikan ini discus karena bentuk dari tubuhnya bulat mirip cakram. 

Ada empat spesies ikan discus yang dibudidayakan, walau semuanya dikatakan sebagai discus, yaitu heckel discus (symphysodon discus), brown discus (symphysodon aequifasciata axetrodi), green discus (symphysodon aequifasciata aequifasciata), dan blue discus ( symphysodon aequifasciata haroldi ). Oleh karena penggemarnya sangat banyak, maka dibutuhkan kreativitas peternak discus dan para hobiis sangat diperlukan untuk ikut memunculkan varietas baru yang makin bagus. Hingga saat ini ini ada banyak varietas discus, misalnya : marlboro, brown discus, red pigeon dan cobalt. 


Discus yang di juluki ratu ikan hias air tawar ini telah memulai perjalannya dari habitat aslinya ke akuarim di area tinggal kita. Aslinya ikan ini datang dari pedalaman rimba amazon, brazil yang popular kaya bisa berbagai species tumbuhan dan binatang. Discus yakni diantara ikan hias air tawar yang banyak yang berminat. tentang sistematikanya ada sedikit pembicaraan, sebagian orang mengklaim menurut area asal, warna dan bentuk luarnya.

Ikan yang berbentuk layaknya kue dadar ini di lengkapi dengan keindahan warna dan bentuk tubuhnya. apabila umumnya ikan hias mempunyai bentuk tubuh memanjang, discus tidaklah demikian. bentuk discus unik layaknya cakram atau kue dadar. warnanya sangat unik dan manarik pas dengan strain dan keturunannya. 

Ciri-ciri 
Ikan discus umumnya memiliki ciri khas layaknya pada bentuk tubuh yang pipih bundar sama ikan bawal. warna basic yang coklat kemerahan dan memiliki garis berombak bermacam rupa tidak teratur diawali dari dahi sampai perut. pada kepala dan tubuhnya terpotong sembilan garis tegak. Tiga salah satunya tampak jelas, sedang sisanya samar-samar. ciri mencolok yang membedakan dari kerabat dekatnya yakni dari matanya yang selalu berwarna merah dan garis tengah tubuhnya amat besar 15 cm. 


Selasa, 25 Juni 2013

Ikan discus dalam aquascape

ikan discus dalam aquascape

Ikan discus dalam aquascape (akuariumhias) - Memanglah sedikit pengagum aquascape yang menggunakan ikan sebagai di antara penghias dalam aquascape mereka dikarenakan karakter beberapa besar ikan sendiri yang kerap menjadikan tanaman hias dalam aquascape sebagai di antara makanan mereka, tetapi perihal ini tidak berlaku untuk ikan berjenis  discuss tersebut mengapa aquascape serta discus dapat jadi satu kesatuan yang saling melengkapi. 

Ikan type discus mempunyai corak yang cukup memikat mata apalagi diakui dapat mengeluarkan corak batik dalam tubuhnya bila diberikan makanan serta perawatan yang cukup pastinya. 

Untuk mendapatkan perpaduan yang optimal pada aquascape serta discus banyak perihal yang butuh di perhatikan, Berikut perihal utama yang pantas anda cermati : 

ikan discus dalam aquascape

1. Perubahan air 

Berdasar sebagian ahli, perubahan air dikerjakan satu kali dalam 1 minggu perihal ini dikerjakan untuk menghindar tumbuhnya bakteri dalam aquarium, saat melakukan penggantian cukup diganti 60% air tak perlu diganti seluruhnya. 

2. Penentuan makanan 

Pelet khusus ikan discus merupakan pilihan makanan yang pas untuk ikan ini, umumnya ikan discus punya kebiasaan mendapatkan pakan cacing beku sepanjang di toko tetapi pemberian cacing beku pada aquarium anda punya potensi untuk menghidupkan cacing cacing tersebut oleh karena itu pakai lah pellet supaya aman untuk kebersihan akuarium anda. 

ikan discus dalam aquascape

3. Pengaturan suhu 

Penentuan suhu yang pas dapat dikerjakan dengan menambahkan water heater pada akuarium anda, suhu 26-28 derajat dikira pas untuk ikan discus serta tanaman hias yang ada didalamnya untuk terus hidup serta memperlambat tumbuhnya bakteri akibat suhu yang tidak dijaga.

-->

Rabu, 03 April 2013

Memelihara ikan discus dalam aquascape

  
Memelihara ikan discus dalam aquascape (akuariumhias) -Setelah browsing saya mendapat informasi, bahwa ikan discus yaitu type yang terentan terkena beragam virus serta bakteri yang jika sekali terjangkit, mesti segera dikarantina dan diganti airnya 85% ( optimal ). lantas sebenarnya saya agak nervous memelihara ikan discus saya di dalam aquascape tawar yang telah sukses saya pelihara sepanjang 2 th. belakangan ini, karena jika bila iya benar ikan discus saya terinfeksi kelak suaatu hari nanti, dapat repot jadinya untuk saya untuk bersihkan total akuarium manfaat bersihkan bakteri serta virusnya. namun toh saya membulatkan tekad untuk coba. saya cukup rajin mengurus akuarium serta jarang lalai didalam tentang kebersihan akuarium dan masalah ganti air.

Saya ganti air akuarium saya sejumlah 60% tiap-tiap 1 minggu sekali, saya biasa menentukan waktu siang hari, karena suhu air tersebut yaitu yang sangat ideal untuk ikan discus yang nyaman dengan suhu hangat saat kita ganti air.

Tak hanya dari pada ditujukan untuk bersihkan akuarium dari kotoran ikan yang mengendap, perubahan air dengan teratur juga untuk meyakinkan tumbuhan yang hidup di dalam akuarium memperoleh pasokan co2 yang digunakan tumbuhan untuk tumbuh serta memaksimalkan sistem fotosintesis mereka. saya tidak menggunakan tabung co2 untuk memasok suplai keperluan tumbuhan saya, hingga ganti air dengan teratur sejumlah 40% - 60% dapat dibuktikan ampuh sepanjang 2 th. saya lakukan ini.

Disamping itu saya juga rajin memberikan pupuk cair yang berkwalitas supaya tumbuhan saya terus tumbuh optimal, tidak menguning, serta tidak mati hingga mesti repot menggantinya dengan yang baru walau harga tumbuhan air tawar relatif murah serta terjangkau. saya menggunakan type tumbuhan anubias yang populer kuat serta tidak mudah mati. anubias tersebut saya ikat dengan benang disebuah bongkahan kayu bakau yang lazim dipakai hobiis untuk mendekor akuarium air tawar.

Anubias menurut pendapat pribadi saya, adalah tumbuhan air yang sangat pas untuk dipelihara didalam akuarium air tawar berbarengan dengan grup ikan discus dikarenakan mudah dibersihkan serta diangkat dari permukaan air jika bila satu hari anda mesti bersihkan total akuarium dari virus serta bakteri yang sering menyerang ikan discus yang paling disayangi anda. ia akan tumbuh dengan baik serta subur di dalam suhu air yang relatif hangat : 25 derajat celcius - 30 derajat celcius, syaratnya yaitu rajinlah berikan pupuk cair supaya tanaman ini bisa tumbuh serta berkembang.

Type pupuk cair pilihan saya yaitu macro-gro buatan negara belanda. pupuk type ini terbagi 2 : yang berwarna merah untuk dipakai tiap-tiap hari serta yang berwarna hijau untuk dipakai setiap saat anda ganti air akuarium. pupuk cair ini mudah ditemukan di toko- toko ikan hias lokal, harga nya berkisar pada rp. 30. 000/botol - rp. 60. 000/botol bergantung dari kehebatan anda menawar, jumlah stock yang ada, dan jumlah mililiter tiap-tiap botol. cermati sinyal expired yang tercantum. janganlah dibeli jika segel rusak serta tidak mencantumkan tanggal expired. kenakalan sebagian penjual pupuk cair ini dapat mengakibatkan malapetaka untuk akuarium anda jika anda tidak cermat. janganlah lupa bahwa pupuk cair ini memiliki kandungan bahan kimia hingga beresiko jika rusak serta cermati langkah penggunaan sesuai panduan yang tercantum.

 
Makanan serta trick ganti makanan untuk ikan discus
Lazimnya ikan discus mengkonsumsi jentik nyamuk ( encuk ), kutu air atau cacing darah. bila anda jijik dengan ketiga organisme di atas, maka anda dapat menentukan yang telah dibekukan atau menggantinya dengan pelet.

Ikan discus memerlukan protein didalam jumlah cukup tinggi supaya bisa tumbuh optimal serta membuahkan warna yang kontras serta mengeluarkan motif batik ditubuhnya.
Biasanya ikan discus yang kita beli di toko- toko, telah punya kebiasaan mengkonsumsi cacing beku atau type makanan beku yang lain. mereka telah punya kebiasaan dikarenakan sang penjual tentunya pingin mengeluarkan warna terbaik dari sang ikan supaya mudah laris serta dapat dipatok dengan harga tinggi. lantas ikan discus telah punya kebiasaan serta tak lagi menampik type makanan beku jika ikan yang anda beli sehat, serta tidak alami stress. tetapi banyak masalah yang kerap berlangsung yaitu makanan beku yang kita berikanlah nyatanya tidak steril dikarenakan saat sebelum saat dibekukan serta dijual, cacing- cacing ini datang dari air yang kotor hingga ikutan beku didalam paket makanan serta jadi bakteri dan virus yang dapat menyerang tubuh serta insang discus demikian bakteri ini berakumulasi didalam air akuarium anda dan melipat gandakan jumlah teman- rekan bakteri serta virus menjengkelkan ini.

Anda dapat lakukan langkah preventif dengan rajin ganti air sejumlah 60% tiap-tiap minggu untuk menghindar supaya bakteri ini untuk pernah berkembang biak didalam akuarium, pastikanlah kotoran- kotoran dari ikan terangkat optimal, gosok juga kaca anda dengan sponge supaya bakteri yang melekat pada kaca hanyut didalam air serta masuk kedalam filter serta manfaatkanlah lampu penerang bersinar kelvin sebagai pengganti sinar matahari untuk mematikan kuman, virus serta bakteri beresiko yang lain.

Jadwal ganti air serta metode di atas ini dapat dibuktikan efisien serta amat direstui oleh hobiis memiliki pengalaman. saya pribadi menentukan melatih discus saya supaya cepat akan makan makanan yang berbentuk pelet hingga saya tak perlu ketakutan dapat epidemik dari virus dan bakteri yang terkontaminasi didalam makanan beku. sangat banyak pelet berkwalitas dengan merk berbeda- lain serta variatif harga nya untuk mendukung ikan yang sehat serta dapat membuahkan warna optimal pada tubuh sang ikan. Pilihan saya untuk bln. pertama adalah merk tetrabits complete buatan jerman. komposisi pelet ini sangat ideal untuk discus yang baru saja anda beli dikarenakan menu didalam sebutir pelet relatif seimbang untuk tumbuh kembang sang ikan serta memiliki kandungan bioactive supaya ikan memiliki imun pada penyakit- penyakit beresiko. untuk mempercepat perkembangan atau untuk membuahkan warna luar biasa pada tubuh ikan tetra tawarkan sebagian product yang lain yang diformulasikan spesial untuk tubuh ikan discus.

Mohon untuk meyakinkan supaya anda tidak berikan makanan terlampau banyak pada ikan ( baik makanan beku ataupun pelet ) - terlebih pelet. karena ikan hias memiliki rutinitas untuk terus menyantap makanan yang kita berikanlah dengan lahap, hingga kita mengira makannya belum cukup, walau sebenarnya perihal ini mengakibatkan kematian mendadak pada ikan karena kantung perut ( pencernaannya ) jadi pecah dikarenakan umumnya makan. coba merendam sebagian butir kecil pelet kedalam segelas air, lantas tinggalkanlah sepanjang 1-2 jam lantas cermati pelet yang anda rendam. ukurannya dapat jadi 3-5 kali lipat ukuran awal mulanya ! tersebut yang mengakibatkan pecahnya perut ikan serta menewaskannya ! lantas berilah ikan yang paling disayangi anda makanan dengan bijaksana.

Trick supaya ikan akan menyantap tetrabits ( pelet ) walau sebenarnya umumnya makanan beku :
Campur sedikit makanan beku dengan tetrabits yang dihaluskan kedalam 1/2 gelas air. tunggulah sebagian menit hingga tetrabits nya mengembang serta menyerap bau dari makanan beku. lantas segera masukkan kedalam akuarium supaya ikan bingung menentukan yang mana saat makanan tersebut larut didalam akuarium serta tidak memiliki pilihan supaya main segera santap saja baik itu tetrabits ataupun makanan beku ( cacing beku ).

Sesudah mencicipi rasa tetrabits ia dapat mulai membiasakan diri serta mulai tahu bahwa itu yaitu makanan baginya. ikan barangkali tetap menampik atau ditelan namun dimuntahkan kembali. perihal ini lumrah mengingat ini yaitu type pakan baru baginya. ulangilah dengan teratur serta sabar. kurun waktu kurang dari 1 minggu dijamin ikan anda dapat mulai punya kebiasaan mengkonsumsi tetrabits atau pelet apa pun yang anda berikanlah.

Panduan untuk mereka yang tidak menggunakan water heater didalam akuarium :
Akuarium saya tidak menggunakan water heater, namun saya mengatur sedemikian rupa hingga air didalam akuarium saya bertahan di 28 derajat celsius pada siang hari serta 27 derajat celcius saat malam hari tiap-tiap hari dengan stabil.
Saya juga tidak memiliki alat pengatur ph atau keasaman air, hingga saya memercayakan ikan angelfish atau manfish sebagai polisi hansip untuk memperingatkan saya bila ph saya ada yang salah. ikan manfish serta angelfish populer sangat rapuh pada pergantian ph atau keasaman, lantas bila manfish atau angelfish saya mendadak bengong, waktu tersebut saya dapat repot menyelamatkan discus saya dengan mulai mengecek akuarium saya dari a - z.

Tersebut saya masukkan urutan langkah ikan discus beradaptasi agar hobiis pemula enggak parno sama kesehatan ikannya serta panik lantas terkena serangan jantung dikarenakan ketakutan ikan mahalnya mati mendadak.

Hari 1 : Adaptasikan suhu dengan langkah memasukkan ikan yang tetap terbungkus plastik kedalam air akuarium sepanjang 15- 20 menit. buang 50% air didalam plastik serta masukkan ikan dan air didalam plastik kedalam akuarium dengan lembut. ikan dapat pasif pada awal berteman dengan tempat tinggal barunya serta melacak area yang tidak terlampau terang. janganlah diberi makan dahulu. yakinkan tak ada ikan penggangu didalam akuarium. biarkan mereka beristirahat.

Hari 2 : Ikan tetap pasif namun tunjukkan tanggapan kesehatan yang baik didalam berenang. bila ada kian lebih seekor ikan, mereka dapat senantiasa berkerumun berbarengan serta hilir mudik didalam grup. ini yaitu ciri asli ikan discus. anda justru mesti waspada bila ada ikan discus yang menentukan menyendiri serta tidak berhimpun berbarengan kawan- kawannya. barangkali ikan tersebut sakit hingga butuh dirawat, namun janganlah terburu- buru didalam memutuskan, kemungkinan besar ikan tersebut tetap stres atau terintimidasi oleh ikan yang semakin besar hingga takut. baiknya ikan tidak diberi makan terlebih dulu.

Hari 3 : Mulai lapar serta sesekali mematok basic akuarium dari sisa- sisa makanan yang dapat ia peroleh. anda bisa mulai berikan mereka makanan. makanan beku maupun pelet, pilihannya ada ditangan anda. janganlah panik bila mereka belum akan makan. coba dengan makanan beku berbentuk cacing beku terlebih dulu sebelum saat anda memaksanya mengonsumsi pelet. bau dari cacing beku yang mencair didalam air dapat merangsang ikan supaya akan makan.

Hari 4 : mulai lakukan mengatur jam- jam untuk diberi makanan. serta awalilah mengadaptasikan type makanan apa pun pilihan makanan yang anda tetapkan untuk berikanlah. semestinya ikan mulai aktif hilir mudik dengan tenang serta kalem. jaga mutu air dan pakan mereka maka ikan dapat tumbuh sehat, mempunyai warna serta motif tubuh yang menarik dan sehat serta jauh dari penyakit.

-->

Rabu, 20 Maret 2013

Pemijahan ikan discus


Pemijahan ikan discus (akuariumhias) -Kekayaan hayati Indonesia telah banyak dikenal. Didalam usaha ikan hias dunia, product indonesia dikenal mempunyai banyak spesies, baik ikan hias air tawar ataupun ikan hias air laut. dari 1. 100 spesies ikan hias air tawar yang ada didunia, 400 spesies diantaranya datang dari indonesia. potensi ini membanggakan dikarenakan dengan demikian indonesia dikenal sebagai produksi ikan hias terbesar didunia.

Pada waktu ini peminat ikan hias terus jadi tambah serta makin menyebar ke seluruh susunan penduduk. walau kekuatan daya belinya beragam, penduduk perkotaan di indonesia melengkapi rumahnya dengan akuarium-akuarium yang diisi bermacam ikan hias di antaranya ikan discus. ikan discus ( symphysodon discus ) ini mempunyai habitat asli di rio negro serta perairan tenang sungai amazon. karakternya omnivora. gerakannya amat halus. ikan ini lalu populer sebagai king of aquarium. dimaksud discus dikarenakan wujud tubuhnya bulat layaknya cakram.


Ada empat spesies ikan discus yang dibudidayakan, meskipun seluruhnya dikatakan sebagai discus, yakni heckel discus ( symphysodon discus ), brown discus ( symphysodon aequifasciata axetrodi ), green discus ( symphysodon aequifasciata aequifasciata ), serta blue discus ( symphysodon aequifasciata haroldi ). oleh dikarenakan penggemarnya amat banyak, kreativitas peternak serta hobiis amat dibutuhkan untuk memunculkan varietas baru yang semakin bagus. sampai sekarang ini masih banyak varietas discus, diantaranya red pigeon, marlboro, brown discus, serta cobalt.

Discus yang di juluki ratu ikan hias air tawar ini sudah mengawali perjalannya dari habitat aslinya ke aquarim di tempat tinggal kita. aslinya ikan ini datang dari pedalaman rimba amazon, brazil yang populer kaya dapat bermacam species tumbuhan serta binatang. discus yaitu di antara ikan hias air tawar yang banyak yang berminat. mengenai sistematikanya ada sedikit perbincangan, beberapa orang mengklaim menurut area asal, warna serta wujud luarnya.

Ikan yang berupa layaknya kue dadar ini di lengkapi dengan keindahan warna serta wujud tubuhnya. bila biasanya ikan hias memiliki wujud tubuh memanjang, discus tidaklah demikianlah. wujud discus unik layaknya cakram atau kue dadar. warnanya amat unik serta manarik cocok dengan strain serta keturunannya.

Ciri serta karakter
Ikan discus biasanya mempunyai ciri khas layaknya pada wujud tubuh yang pipih bundar serupa ikan bawal. warna basic yang coklat kemerahan serta mempunyai garis berombak beragam rupa tidak teratur dimulai dari dahi hingga perut. pada kepala serta tubuhnya terpotong sembilan garis tegak. tiga diantaranya terlihat jelas, tengah sisanya samar-samar. ciri mencolok yang membedakan dari kerabat dekatnya yaitu dari matanya yang senantiasa berwarna merah serta garis sedang tubuhnya sangat besar 15 cm.

Discus terhitung ikan yang bertubuh cantik. diantara ikan hias yang lain, ikan ini terhitung ikan yang pemalu serta tenang serta mempunyai gerakan yang lambat. ikan discus jantan tambah lebih gesit dibanding ikan discus betina. karakter ikan ini amat unik, yakni telur serta larvanya tidak bisa dipisahkan dari induknya. oleh dikarenakan itu, telurnya tidak dipisahkan dari induknya serta dilewatkan menetas didalam wadah pemijahan. telur-telur tersebut dapat menetas kurun waktu 2-3 hari. larva ini selalu melekat pada induknya sampai berusia 1 minggu.

Meskipun ikan ini populer dengan karakternya menjaga telur serta anaknya, tetapi ada juga induk yang mengonsumsi telurnya sendiri. sesaat larva yang telah dapat berenang tak lagi dimakan induknya. oleh dikarenakan itu, umumnya peternak berikan sekat untuk membatasi induk dengan telurnya. sekat tersebut terbuat dari kawat halus yang dilingkarkan ke sarang. ada sekat ini mengakibatkan induk tidak bisa meraih telurnya.

Penentuan induk
Penentuan induk mesti pas supaya anak yang dihasilkan berkwalitas serta bernilai jual tinggi. induk yang baik mesti tanpa cacat, sehat, terlihat aktif, memiliki bentuk seimbang, ukurannya terbesar diantara grup umurnya, gemuk, mulutnya relatif besar, serta berusia kian lebih 1 tahun. Induk discus amat sulit dipaksakan berpasangan hingga umumnya dilewatkan menentukan pasangannya sendiri didalam grup calon induk. apabila telah terlihat berpasangan dengan terus berenang berbarengan maka pasangan induk tersebut bisa dipisahkan dari grupnya.

Membedakan induk jantan serta betina
Membedakan discus jantan serta betina dapat lebih mudah dikerjakan bila kita dihadapkan dengan sekumpulan calon induk yang dibesarkan berbarengan serta datang dari wadah yang sama. didalam sekumpulan itu, discus jantan biasanya mempunyai postur tubuh yang semakin besar dengan wujud forehead lebih kekar atau kasar. sesaat itu, discus betina biasanya berukuran lebih kecil dengan wujud forehead lebih halus.

Membedakan kelamin discus dipandang dari betuk mulut serta hidung. pada discus dewasa, betina mempunyai bibir yang simetris, sama besar pada bibir atas dengan bibir bawahnya. namun discus jantan, bibir atasnya lebih menonjol. bila lihat hidungnya, maka jantan memiliki wujud agak bengkok, berbeda dengan betina yang hidungnya berupa lurus. dipandang dari lebih kurang sirip dubur, pada discus jantan rata-rata lurus namun pada discus betina memiliki bentuk membulat. lihat gerakannya, discus jantan memiliki pergerakan yang lebih agresif dari discus betina.

Langkah lain untuk membedakan jantan serta betina yaitu dengan lihat alat kelamin genitalnya. discus betina mempunyai organ genital yang berupa lonjong dengan ujung menumpul atau berupa elips. discus jantan berupa bulat dengan panjang lebih kurang 1, 5 mm.

Tanda-tanda ikan discus siap pijah
ikan discus yang siap mijah biasanya ditandai memisahkan diri dari rekan-rekannya didalam satu wadah pemeliharaan. ikan discus tergolong ikan yang setia pada pasangannya, dikarenakan itu ikan discus tidak dapat dipijahkan tak hanya dari pasangannya tersebut.
pasangan ini lantas kita pisahkan di tempat tersendiri serta terus dilihat. pasangan yang lengket terus telah cukup sebagai jaminan bahwa mereka jantan serta betina. calon induk jantan mesti berusia 15 bln., namun induk betina berusia 12 bln. hingga layak untuk dipijahkan.

Area pemijahan
Pemijahan discus telah bukan hanya problem lagi untuk peternak ataupun hobiis. tetapi, dikarenakan harga nya mahal serta banyak penggemarnya maka pemijahannya baiknya dikerjakan dengan seksama. umumnya discus dipelihara didalam akuarium, demikian juga didalam sistem pemijahannya. wadah yang di pakai untuk memijahkan ikan discus berbentuk akuarium dengan ukuran 60 kali 50 kali 50 cm untuk satu pasang induk. air untuk pemeliharaan serta pemijahan mesti jernih dengan suhu berkisar pada 28-300c dengan ph 5-6.

Tak hanya factor air, kandungan oksigen juga mesti di perhatikan, kandungan oksigen yang berlimpah amat diperlukan. untuk memperolehnya dipakai aerator yang bertugas mensuplai oksigen kedalam air pemeliharaan. dikarenakan karakter telur discus melekat, maka area telur yang harus disediakan yaitu pecahan genteng, pot serta pralon diameter 4 inci yang dipasang tegak di dalam akuarium setinggi air didalam akuarium. untuk area telur ini mesti di permukaan benda yang licin, yang dibersihkan terutama dulu.

Pemijahan ikan discus
Sistem pemijahan ikan discus diawali dari penentuan bibit indukan yang baik dengan kriteria ; tidak cacat, aktif, sehat, berusia kian lebih 1 th. serta ukuran badannya seimbang. umumnya ikan discus dapat menentukan sendiri pasangannya, serta sesudah mendapatkan pasangannya baru pasangan ikan discus jantan serta betina itu dipisahkan dari grup dengan diletakkan di aquarium pemijahan. sistem pemijahan umumnya berlangsung sepanjang 2 minggu serta didalam 1bulan ikan discus betina mulai bertelur.

Penetasan telur
Sarang telur umumnya dibikin dari potongan paralon yang ditempatkan di sudut atau sedang akuarium pada posisi berdiri. layaknya halnya ikan lain, induk discus lalu dapat bersihkan sarangnya sebelum saat letakkan telur-telurnya.

Karakter ikan ini amat unik, yakni telur serta larvanya tidak bisa dipisahkan dari induknya. oleh dikarenakan itu, telurnya tidak dipisahkan dari induknya serta dilewatkan menetas didalam wadah pemijahan. telur-telur tersebut dapat menetas kurun waktu 2-3 hari. larva ini selalu melekat pada induknya sampai berusia 1 minggu.

Umumnya larva dapat mulai berenang sesudah berusia 1 minggu. meskipun telah dapat berenang, tetapi larva tersebut dapat kerap melekat pada induknya sampai berusia 21 hari. sebagian ahli mengatakan bahwa larva discus tersebut mengonsumsi lendir yang keluar dari tubuh induknya atau kerap dimaksud menyusu pada induk. ada juga ahli yang yakin bahwa larva ini diberi pakan melewati mulut induknya.

Meskipun ikan ini populer dengan karakternya menjaga telur serta anaknya, tetapi ada juga induk yang mengonsumsi telurnya sendiri. sesaat larva yang telah dapat berenang tak lagi dimakan induknya. oleh dikarenakan itu, umumnya peternak berikan sekat untuk membatasi induk dengan telurnya. sekat tersebut terbuat dari kawat halus yang dilingkarkan ke sarang. ada sekat ini mengakibatkan induk tidak bisa meraih telurnya.

Pemeliharaan larva serta anakan ikan discus
Ada perihal yang unik dari ikan discus, telur-telur yang dihasilkan sesudah menetas jadi larva dapat melekat pada tubuh induknya untuk mengonsumsi lendir dari tubuh induknya. telur-telur ikan discus biasanya menetas sesudah berusia 2 – 3 hari. anakan ikan discus dilewatkan melekat pada tubuh induknya hingga berusia +- 1 bln.. sesudah umur 1bulan anakan ikan discus dipisahkan untuk diletakkan didalam aquarium pembesaran. satu indukan ikan discus umumnya dapat membuahkan telur lebih kurang 100 buah didalam sekali sistem pemijahan.

Pakan ikan discus
Di alam liar, ikan discus adalah omnivora oportunistik yang mengonsumsi inverterbtara dan tumbuhan. waktu mereka makan, mereka dapat mengulum makanan mereka, meludahkannya, lantas menangkapnya kembali lalu menelannya. dengan umum discus tidak punya kriteria makan spesial. mereka dapat tumbuh cuma dengan makanan ikan biasa yang kaya protein. walau demikianlah, discus terkadang berlaku hati-hati pada makanan baru, mereka telah biasa menentukan untuk tidak makan berhari-hari dari pada mengkonsumsi makanan baru. sesudah berpuasa lebih kurang sebulan, biasanya discus dapat terima makanan baru demikian saja, tetapi periode waktu tersebut pasti dapat menghalangi pertumbuhannya.

Metode “membuat kelaparan” ini tidak dianjurkan untuk memaksa discus makan suatu hal. baiknya, campur makan baru tersebut dengan makanan yang pada mulanya sudah disukai discus. bersamaan dengan waktu, discus dapat mulai terima makanan baru tersebut serta makanan lamanya dapat dihilangkan.

Hati sapi atau babi kerapkali diberikan pada discus manfaat memperindah warna tubuhnya dan mempercepat pertumbuhannya. walau demikianlah, sebagian orang yang memikirkan dampak periode panjang dari pemberian protein mamalia pada ikan mulai menggeser rutinitas itu. mereka ganti hati sapi atau babi itu dengan diet berbentuk krill, yaitu satu krustasea mirip-udang. sesungguhnya discus suka mangsa yang hidup serta berukuran kecil, lantas makanan tersebut pas bila diberikan didalam periode panjang. tak hanya krill, makanan lain yang disukai discus yaitu cacing hitam, cacing darah, udang air asin, serta larva nyamuk. perihal yang butuh di perhatikan waktu berikan mangsa hidup yaitu kemungkinan ada parasit dan bakteri pada mangsa tersebut. untuk alasan ini amat dianjurkan untuk tidak berikan cacing tubifex hidup sekalipun, dikarenakan praktis menyingkirkan seluruh bakteri dari tubuh mereka adahal perihal yang tidak barangkali. dianjurkan untuk beli makanan hidup di pengecer akuarium, serta bila akan berikan tubifex lalu, pastikan balok-balok tubifex freeze dried dikarenakan seluruh parasit serta bakteri sudah mati didalam sistem ini.

Bila makanan hidup tidak ada, makanan buatan juga bisa. baiknya tentukan makanan berupa granula berkwalitas tinggi. makanan berupa serpihan ( flakes ) juga bagus tetapi yang berupa granula dapat menahan vit., mineral, serta beragam unsur kelumit yang lain dengan tambah baik daripada serpihan. telur ikan discus mesti diberi makan cacing darah beku, hati sapi, tetra color bits, udang air asin ( hidup/beku ), atau cacing putih hidup. bila berikan makan hati sapi, cermati supaya tidak ada sedikitpun yang tersisa dikarenakan itu dapat mengotorkan air dengan segera. tubifex atau cacing hitam hidup tidak bisa diberikan pada discus kapanpun, dikarenakan mereka dapat menghadirkan parasit ke didalam tengki.

Meskipun pakan dari larva datang dari induknya, tetapi dapat tambah baik lagi dapat tambah baik lagi ditambahkan nauplius artemia atau kutu air saring. apabila larva telah pisah dari induknya, pakannya bisa diganti dengan kutu air besar. tetapi, mutu pakan tersebut mesti diperhatikan, terlebih pakan dari alam supaya ikan terhindar dari penyakit. discus berusia sebulan atau lebih telah dapat di beri pakan cacing sutera, cacing darah, atau jentik nyamuk. apalagi peletpun bisa di berikanlah pada umur dewasa.

Langkah pembesaran :
  1. Pindahkan anakan discus berumur 1bulan dari induknya ke akuarium berukuran 120 kali 50 kali 50 cm. sesudah besar pindahkan discus ke akuarium yang lebih luas lagi.
  2. Supaya tampak bagus, discus baiknya diletakkan di akuarium standar ( induk 50 kali 50 kali 40 cm serta anakan discus 50 x100 kali 35 cm )
  3. Supaya ikan discus terus hidup dengan baik, siapkan pakan alami layaknya dapmia, cacing sutera, cacing super, jentik nyamuk, udang, serta sejenisnya. discus juga senang mengkonsumsi pakan buatan campuran dari jantung, hati, daging, udang, ikan, serta sayuran.


-->

Jumat, 15 Maret 2013

Cara menjodohkan ikan discus





Cara menjodohkan ikan discus (akuariumhias) - Para pehobiis ikan discus pasti sudah tau bagaimana susahnya merawat ikan ini, ikan ini sangat sensitive dan mudah stress, tetapi ane ada pengalaman yang bikin ane inget terus nih sampe sekarang walaupun ikan discusnya sekarang udah ane jual semua karena pindah kontrakan.

Ceritanya dulu dirumah ane punya koleksi discus red marlboro, bluediamond, leopard snake skin, serta golden pigeon. Tidak banyak sih namun lumayan dapat menghibur serta menyingkirkan stress dikarenakan duduk berjam2 didepan computer.. nah dikarenakan barangkali disimpan di satu akuarium tersebut maka berlangsunglah cinta lokasi pada betina bluediamond serta si jantan marlboro. Ciri-cinya tampak saat discus yang lain repot mencari makanan di sela2 peacock moss serta batu2 yang ditumbuhi riccia fluitans, ke-2 sejoli ini asyik mematuk matuk pipa paralon yang sengaja ane gunakan berdiri, yang nyatanya kedepannya berperan juga untuk tempelkan telur hasil pendekate si marlboro ke blue diamond. Kemudian untuk memuluskan percintaan mereka maka ke-2 sejoli itu saya pindahkan ke tank akuarium spesial pembiakan agar mereka bisa lebih romantis.

Hari pertama 
Ikan discus blue diamond  bertelur si blue betina berenang menengadah keatas sembari tempelkan telur2 nya di pipa pralon arah sejajar keatas, disusul si marlboro pejantan yang segera membuahinya dengan style yang sama menengadah sembari berenang keatas. sistem ini mengonsumsi waktu kira2 satu jam.


Hari kedua ( 24 jam sesudah dibuahi ) 
Dua sejoli ikan discus ini menungguin telor yang telah dibuahi sembari terus meniup serta mengipasi telur dengan siripnya. hingga step ini telur yang tidak dibuahi dapat terlihat berwarna putih susu serta mulai dibayangi jamur. sesaat telur yang dibuahi dapat terlihat bintik titik hitam 2 yang kedepannya rupanya itu yaitu mata si jabang bayinya.Agar telur yg tidak dibuahi yg sdh mulai membusuk serta berjamur tidak menularkan jamur ke telur yang sehat baiknya dimasukkan larutan methelyne blue yakni larutan membuat perlindungan telur agar tidak tertular jamur.

Ada teori dari buku ataupun dari mbah google bahwa jika didalam sistem telur hingga menetas baiknya pipa pralon ditutup dengan ram kawat untuk hindari telur dimakan induknya, namun untuk masalah dirumah sekalipun tidak digunakan teori itu, agar menetas sealamiah barangkali dikarenakan saya tetap meyakini jika telor2 itu yaitu buah cinta mereka, lantas gak barangkali dimakan… serta nyatanya memanglah tidak dimakan.


Hari ketiga ( 36 jam lantas ) 
Telur yang sdh dibuahi mulai menetas dengan ditandai timbulnya ekor2 kecil spt jarum yang bergerak gerak lincah melekat ditelur. si induk semakin motivasi menyongsong kelahiran jabang bayi dengan terus mengipasi serta meniup udara ke telur agar dapat lepas anakan ( burayak ) dari telurnya. hingga di sini pakan untuk indukan terus terus diberikan agar terus kenyang sembari melindungi anak2nya,namun janganlah lupa kotorannya mesti disifon/disedot agar terus bersih area bersalinnya.Hari kelima burayak/anakan diskus mulai terlepas dari telur namun tetap melekat di pipa pralon, sang induk dengan kasih sayang memindahkan anaknya ketempat yang lebih aman. umumnya ke pojokan aquarium agar dapat lebih tenang mengawasi anaknya yg telah mulai loncat loncatan. 

Hari keenam 
Anakan mulai dapat berenang serta mulai berenang berlarian dari pralon ke tubuh ke-2 induknya.. oiya.. induk janganlah dipisahkan agar dua2nya rasakan mengasuh anak.. agar dua2nya turut bertanggung jawab.. 

Hari ketujuh 
Anakan telah mulai melekat ditubuh ke-2 induknya bergantian untuk mengonsumsi lendir2 ditubuh induknya didalam per’diskus’an arti ini dimaksud menyusui.. dikarenakan burayak/anakan belum biasa mengonsumsi tak hanya lendir induknya. sistem ini dapat mengonsumsi waktu 10 hingga 20 hari. berhubung ke-2 induknya telah mulai berebut mengasuh anak dampaknya mereka bertengkar serta sebelum saat jatuh talak ke blue diamond maka si blue saya pindahkan ke akuarium lain agar dapat refresh dulu.

Serta pengasuhan burayak saat ini dipegang oleh pejantan marlboro hari kelima belas anakan sdh dapat makan sendiri serta telah mulai berenang dengan normal, serta wujud tubuhnya jg sdh mulai membulat. untuk step ini anakan/burayak telah dapat diberi pakan artemia atau dapat juga kutu air. dikarenakan telah dapat berenang serta makan sendiri lantas telah waktunya anak-anak discus ini dipisah dari induknya, agar sang induk dapat bercinta lagi…. 

Begitulah pengalaman ane jadi mak comblang percintaan si cantik blue diamond dengan si ganteng red marlboro.. sesungguhnya mudah mengembangbiakan discus, kuncinya yaitu air senantiasa situasi bersih tiap-tiap hari disedot / disifon kotorannya lantas ditambah air baru sejumlah kita menyedot air berserta kotoran tsb. air mesti didalam situasi hangat sekitar 32c, untuk meraih suhu segitu mesti dipasang penghangat heater. serta sudah pasti pencahayaan yang cukup dan pakan yang bermutu tinggi. okayyy ? ?.... selamat coba, semoga berguna !

-->

Selasa, 12 Maret 2013

Cara memilih ikan discus





Cara memilih ikan discus (akuariumhias) -Ikan discus sebagai rajanya ikan air tawar menarik banyak akuaris ataupun orang awam untuk memeliharanya. tak hanya wujud, warna, serta coraknya yang menarik, harga nya yang mahalpun jadi di antara daya tarik untuk memeliharanya. tetapi memelihara terlebih untuk menentukan calon bibit yang baik tidak semudah membalikkan telapak tangan. 

Untuk memperoleh discus yang baik tentulah mesti memperoleh bibit yang baik. oleh dikarenakan itu seorang hobies terlebih pemula mesti jeli saat memilih ikan. kesusahan terbesar yang dihadapi oleh pemula yaitu kurangnya pengetahuan tentang mutu discus yang baik. banyaknya type discus, terlebih nama-nama yang berbeda untuk satu type discus turut bikin pemula ini makin bingung. 



Tersebut panduan untuk menentukan discus yang baik, salah satunya ; 
  1. Warna kulit yang cerah, tidak berselaput maupun mengeluarkan lendir yang terlalu berlebih. warna kulit yang mengkilap/hitam mengisyaratkan situasi discus yang tidak sehat. garis hitam vertical/stress bar yang amat menyolok/tegas mengisyaratkan discus didalam situasi stress yang berat. jumlah garis ini berlainan menurut varian ikan. umumnya berjumlah pada 7-18 bar. stress bar ini tidak memastikan sakit tidaknya seekor discus, namun sebagai parameter situasi discus akibat kaget, atau situasi lingkungan yang tidak pas untuk discus. banyak type discus yang tunjukkan stress-bar nya dengan jelas. 
  2. Sisik pada ikan yang bersih serta tidak mengelupas, tidak berbintik putih serta berlendir terlampau banyak. sirip ikan sebaiknya tampak bersih serta lengkap. sirip yang sobek, rusak, berjamur mengisyaratkan ikan tidak sehat. umumnya pada sirip ikan kerap diserang fin rot. sirip yang tidak cacat serta seimbang dapat bikin wujud discus bulat serta indah dilihat. 
  3. Warna mata yang bening, tidak berselaput maupun berbintik putih. bola mata yang tidak terlampau mencolok keluar layaknya ban radial. mata demikianlah dimaksud pop eye yang dikarenakan situasi air yang buruk, serta ikan terjangkit intestinal bakteri. ukuran mata yang terlampau besar pada ikan yang berukuran kecil mengisyaratkan ikan tersebut terhalang pertumbuhannya atau biasa dimaksud bantet/ kontet. disamping itu mata yang hitam bisa disebabkan oleh penyakit internal serta terlampau lama terkena kontaminasi obat-obatan didalam periode lama 
  4. Wujud tubuh ikan discus yang ideal, tidak kurus yang terlihat dari ketebalan dahi/ jidat discus. discus yang tidak cacat fisik, umumnya tampak dari depan/ muka di mana segi kiri serta kanan tampak sama. mulut maupun sisi tubuh yang lain tak ada yang lebih ke kiri/ ke kanan. 
  5. Langkah bernafas yang berirama teratur, di mana ke-2 insang buka serta menutup berbarengan, tanpa ada yang semakin besar membukaya maupun bernafas cuma dengan satu insang. umumnya ikan yang bernafas dengan satu insang terjangkit gill fluke dactylogyrus atau kutu insang. tutup insang rata menutupi insang, tidak pendek serta tidak menganga terbuka. juga mesti di perhatikan nafas yang snagat cepat, yang bisa dikarenakan oleh kekurangan oksigen naum didalam periode panjang dapat mengakibatkan kerusakan manfaat insang 
  6. Discus yang sehat biasanya tidak takut pada manusia yang melihatnya. discus yang baik serta sehat umumnya dapat segera mendekat dengan cepat, mengira dapat diberi makan. disamping itu discus yang sehat biasanya tidak menyendiri, tertapi berbaur dengan teman-temannya. 
  7. Biasanya discus yang sehat, style berenangnya tenang, tidak tersendat-sendat. discus yang senang menggesekkan sisi tubuhnya ke alat-alat atau benda sekitarnya, biasanya diserang parasit. perihal ini barangkali dikarenakan rasa gatal yang diakibatkan akibat gigitan kutu maupun jamur/ bakteri pada kulit ataupun insang. discus yang sehat biasanya berenang dengan tenang, dasi/pectoral fin – sirip depan bawah perut diturunkan hingga tampak gagah pada waktu berenang. 
  8. Janganlah mudah tertipu dengan warna. warna merah membara pada mata serta warna yang menyolok, terlebih pada discus kecil & remaja ( pada 2-3 inci ), bukan hanya jaminan untuk memperoleh discus yang baik. pada waktu ini ada beberapa kelompok umur yang menggunakan hormon untuk memaksakan keluarnya warna ikan, yang mempunyai tujuan untuk meringankan penjualan serta menambah daya tarik ikan. warna ini tak lagi bertahan lama ( lebih kurang 2 minggu – 1 bln. ). penggunaan hormon bisa menyebabkan gagalnya pemijahan atau anakan yang dihasilkan sedikit serta umumnya tidak sehat. 
  9. Batik atau pattern ikan umumnya dapat timbul mulai 2 inci ke atas serta bertahap. waspadalah bila beli discus yang telah keluar batik sejak ukuran kecil, dikarenakan kemungkinan ada pemberian hormon untuk mengeluarkan batik ini supaya tampak indah. yaitu lumrah batik yang keluar cuma 1/2 atau kurang pada ukuran 2 inci, tetapi kadang-kadang mutu discus yang rendah menyebabkan batiknya tidak keluar dengan prima sampai full satu badan. 
  10. Upayakan beli ikan sekurang-kurangnya ukuran 2 inci, dikarenakan pada ukuran inilah tanda-tanda ikan sehat serta baik bisa dipandang dibanding ukuran yang lebih kecil. jauhi untuk beli burayak meskipun harga nya murah, terlebih bila anda seorang pemula. janganlah tergiur dengan keuntungan dikarenakan memelihara burayak tidak mudah. 



Tak hanya panduan diatas, yang perlu di ketahui dan dicermati oleh pemula dalam memilih ikan discus yaitu cacat fisik seperti mata besar sebelah, perkembangan fin tidak prima, dahi menonjol, sisi kepala meruncing dan lain-lain. lantas yang terutama yaitu kerjakan adaptasi dengan perlahan setelah tiba dirumah serta kerjakan karantina pada tiap-tiap ikan yang dibeli.