Tampilkan postingan dengan label Tanaman Sayuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Sayuran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Agustus 2012

TIPS MENANAM SAYURAN DI LAHAN SEMPIT




Di perkotaan lahan pekarangan rumah pastilah sempit. Dalam kekurangan lahan ini, tentunya akan sulit jika ingin menanam beberapa jenis sayuran. Namun sebenrnya hal itu mudah sja dilakukan, anda bisa menanamnya di pot-pot yang anda bisa letakan di sisi rumah anda.
Jenis tanaman yang bisa Anda coba antara lain:

Buncis: Buat lubang-lubang untuk menaruh biji buncis. Jarak tanam 20 cm. Siapkan ajir (Bambu) 1,5 meter untuk rambatannya.Perbanyakan kacang buncis adalah dengan benih yang langsung di tanam dalam lubang-lubang bedengan. Sebelumnya, tanah digemburkan dulu sambil dicampur dengan pupuk kandang atau kompos (Bisa dibeli di penjual tanaman kaki lima terdekat) . Minggu ke empat setelah ditanam, buncis mulai berbunga. Seterusnya tiap meninggi, harap rajin diikat dengan tali rafia. Untuk membuat benih yang berkualitas baik, buncis diseleksi dan kemudian dibiarkan sampai matang di pohon.

Pemeliharaan lain adalah menjaga tanah tetap subur dan agar buncis tidak dimakan ulat. Jangan disemprot ya, ambil hama dengan tangan (Berani enggak, hayo).

Bayam: Ini coba saja dengan menanam bayam yang Anda beli di pasar. Atau bisa beli bibitnya di toko pertanian. Benih tebar langsung.

Tomat (Kini sudah ada varietas unggul khusus dataran rendah dan tahan penyakit, cari di toko pertanian terdekat). Jangan lupa beri ajir/lanjaran tempat merambat. Tunas samping rajin dibuang. Bunga yang telah mekar diketuk perlahan menjelang sing hari untuk membantu penyerbukan (Jika jarang serangga/kupu). Kekurangan air dan unsur Ca bis amenyebabkan buah busuk.

Cabe. Ini juga mudah, tinggal sebar saja namun sebaiknya diberi jarak juga. Suhu terlalu tinggi/curah hujan tinggi bunga & buah rontok. Perlu tanah subur dan drainase yang baik.

Kacang Panjang. Perlu cahaya matahari penuh, tanah subur. Tiga minggu setelah tanam, pasang ajir antara 2 tanaman. Empaty lanjaran diikat jadi satu dengan tali. Selama pertumbuhan lakukan pemotongan pucuk tanaman untuk merangsang tunas baru.

Nah silahkan anda mencoba  TIPS MENANAM SAYURAN DI LAHAN SEMPIT  dirumah anda.

MENANAM POHON JERUK PURUT, NIPIS, SANKIS, LIMO

MENANAM POHON JERUK PURUT, NIPIS, SANKIS, LIMO




jeruk purut , nnipis, sankis limo adalah buah yang banyak manfaatnya. Jika anda serius dalam budidaya ini tentunya akan menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit pula.Dalam menanam dan merawat pohon jeruk ini tidak lah rumit seperti yang anda bayangkan. Namun juga tidak bisa asal menanam saja. Agar tanaman anda tumbuh subur dan sehat, Berikut adalah langkah caramenanam pohon jeruk.

  • Baca doa dulu.
  • Siapkan Pohon jeruk bisa anda beli di tukang bibit, 3. Siapkan lahan untuk ditanami jeruk, misalnya kebun, halaman depan atau belakang rumah.
  • Atur dan ukur jarak pohon dengan luas tanah, dan jarak antar pohon 3-4 meter 
  • Gali tanah ukuran lebar 1x1 meter dengan kedalaman 1 meter.
  • Masukan jerami atau daun-daunan kering kemudian bakar sampai menjadi abu. Berfungsi untuk membuang unsur hara dari tanah. Lebih bagus lubang di biarkan terbuka terkena matahari selama 1-2 minggu.
  • Masukan pasir kira-kira 10-20 cm. berfungsi untuk mempercepat akar berkembang.
  • Masukan tanah yang sudah di campur dengan dedak atau bekas penggilingan padi dan pupuk kandang. Misalnya kotoran ayam atau kotoran kambing. 
  • Jika ada, setiap per-20 cm tumpukan tanah dikasih jerami. Ini berfungsi untuk mempercepat akar berkembang.
  • Tumpukan tanah harus lebih tinggi dari permukaan tanah kira-kira 20-40 cm.
  • Buka plastic/polybag hati-hati jangan sampai akar patah. 
  • Sebelum dimasukan ke dalam galian, cari akar tunggal jeruk tersebut, kemudian potong sedikit menggunakan gunting atau pemotong pohon. Ini berfungsi agar akar jeruk berkembang ke samping.
  • Masukan bibit jeruk di atas galian. Dan tutup dengan tanah.
  • Buat parit/saluran air di sekitar pohon kira-kira 1 meter dari batang pohon.
  • Kemudian siram, dan berdoalah supaya tumbuh bagus. 

Perawatan:
Untuk merawat pohon jeruk adalah yang paling mudah namun paling ribet dilakukan karena butuh ketelitian dan keuletan.

1. Penyiraman
Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore jika masih dalam taham pertumbuhan, jika sudah tumbuh bisa dilakukan 1-3 hari sekali.
Saat menyiram pohon, air JANGAN terkena batang pohon, siramlah tanah di sekitar batang saja.

2. Pemupukan
Lakukan pemukukan saat pohon berumur di atas 5 bulan dan setelah itu lakukan setiap 3-4 bulan sekali, dengan menggunakan pupuk Urea, KCL, dan TSP. lebih bagus jika menggunakan pupuk organic.

3. Saat buah pertama.
Saat pohon jeruk pertama kali berbuah, kira-kira sebesar ibu jari lakukan pembuangan dengan perbandingan 1:3 maksudnya jika buah jeruk dalam satu batang terdapat 10 biji maka yang dibuang adalah 7 dan dibiarkan besar adalah 3 buah. Ini berfungsi untuk mengontrol pertumbuhan berikutnya. Saat membuang buah jangan menggunakan tangan atau dipetik tapi gunakan alat pemotong ranting. Potonglah pada rantingnya.

4. Perawatan batang pohon,
Ini yang paling penting dari merawat jeruk. Jaga dan bersihkan batang pohon paling bawah jangan sampai terkena air atau semut. Dengan cara melapnya dengan kain berbahan kaos yang basah, gosok sampai batang pohon benar-bener bersih, tapi jangan sampai warna kulit dalam pohon yang berwarna hijau tergores.

Hindari pohon dari serbuan semut atau serangga lainnya. Ini berfungsi untuk menghindari gangguan dari virus yang bisa membuat pohon jeruk jadi kering dan mati.

5. Memotong ranting
Saat memotong ranting jangan sekali-kali menggunakan tangan atau alat yang bisa membuat jeruk terluka. Gunakan pemotong batang pohon agar batang pohon tidak infeksi.
Lakukan pemotong dengan cara memotong tegak lurus vertical dan berbentuk lancip, intinya jangan sampai saat hujan air hujan mengendap pada dahan bekas potongan yang bisa mengakibatkan batang jeruk infeksi.

Itu tadi cara menanam pohon jeruk yang baik, silahkan mencoba. Semoga artikel ini bermnafaat..

Selasa, 08 Mei 2012

Sekilas Tentang Tanaman Labu Kuning

Tanaman labu kuning merupakan suatu jenis tanaman sayuran menjalar dari famili Cucurbitaceae, yang tergolong dalam jenis tanaman semusim yang setelah berbuah akan langsung mati. Tanaman labu kuning ini telah banyak dibudidayakan di negara-negara Afrika, Amerika, India, dan Cina. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah maupun tinggi. Adapun ketinggian tempat yang ideal adalah antara 0 m — 1.500 m di atas permukaan laut (dpl.).

A. Tanaman Labu Kuning
Di Indonesia, sudah banyak ditanam labu kuning varietas lokal dari berbagai jenis, seperti misalnya dari jenis bokor (cerme), kelenting, dan ular. Selain itu, terdapat pula varietas yang merupakan introduksi dari beberapa negara, seperti Taiwan, Australia, Jepang, dan Amerika.

Batang labu kuning menjalar cukup kuat, bercabang banyak, berbulu agak tajam, dengan panjang batang yang mencapai 5 m — 10 m. Daun labu kuning berwarna hijau keabu-abuan, lebar dengan garis tengah mencapai 20 cm, menyirih, ujung agak runcing, tulang daun tampak jelas, berbulu agak halus dan agak lembek sehingga bila terkena sinar matahari akan menjadi layu. Letak daun labu kuning ini berselang-seling antar batang dengan panjang tangkai daun antara 15 cm — 20 cm.

Bunga labu kuning berbentuk lonceng dan berwarna kuning. Dalam satu rumpun terdapat bunga jantan dan betina. Tanaman tabu kuning mulai berbunga setelah berumur 1 — 1,5 bulan.

B. Buah Labu Kuning
Buah labu kuning atau yang sering disebut dengan waluh (Jawa Tengah), labu parang (Jawa Barat), ataupun pumpkin (Inggris), merupakan salah satu sayuran yang mempunyai bentuk bulat sampai lonjong dan berwarna kuning kemerahan. Pada bagian tengah buah labu kuning tersebut, terdapat biji yang diselimuti lendir dan serat. Biji ini berbentuk pipih dengan kedua ujungnya yang meruncing.

Berat buah labu kuning dapat mencapai ± 4 kg, bahkan jenis Cucurbita moschata dapat mencapai berat hi ngga ± 20 kg. Buah labu kuning sudah dapat dipanen pada umur 3 — 4 bulan, sementara dari jenis hibrida dapat dipanen pada umur 90 hari.

C. Kandungan Gizi Labu Kuning
Salah satu faktor yang penting dalam suatu bahan makanan adalah kandungan gizinya. Labu kuning merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang mempunyai kandungan gizi cukup tinggi dan lengkap. Secara lengkap labu kuning mempunyai kandungan gizi seperti yang disajikan dalam Tabel Komposisi Zat Gizi Tanaman Labu Kuning.
Pustaka Artikel Tanaman Labu Kuning

Teknologi Pengolahan Pangan: Tepung Labu Kuning, Oleh Hj. Henny Krissetiana Hendrasty

Senin, 26 Maret 2012

CARA BUDIDAYA ASPARAGUS



Asparagus merupakan salah satu jenis sayuran yang dikonsumsi bagian batang muda atau tunasnya. Asparagus yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dunia terdiri dari dua jenis, yaitu Asparagus putih dan Asparagus hijau. Asparagus putih dibudidayakan di dataran tinggi dan tidak banyak dijumpai di Indonesia.

Sayuran ini termasuk jenis sayuran mahal yang biasanya hanya tersedia di restoran dan hotel. Oleh karena itu, sayuran ini kurang begitu dikenal di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Namun demikian, prospek pengembangan Asparagus ini cukup baik karena sayuran ini banyak diminati oleh masyarakat luar negeri sehingga ekspor komoditas asparagus dapat meningkatkan devisa negara serta memberikan keuntungan bagi petani.

Langkah budidaya tersebuat antara lain : persiapan bibit, pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, dan panen.

Persiapan Bibit

Pembibitan Asparagus dapat dilakukan secara vegetatif dengan kultur jaringan, anakan yang berasal dari tunas maupun setek, serta secara generatif dari biji. Dari ke tiga asal bibit tersebut, bibit yang berasal dari biji lebih baik. Awalnya, bibit didatangkan dari Taiwan, tetapi mulai tahun 2007 ini petani mulai mengembangkan usaha pembibitan asparagus secara mandiri. Harga bibit Asparagus hijau mencapai 2,5 juta rupiah untuk setiap 2 pound atau 800 gram-nya. Dalam luasan 1 ha lahan memerlukan 600 gr bibit asparagus.

Asparagus merupakan tanaman yang ditanam secara tidak langsung (Indirect seedling) melalui persemaian. Dalam pembibitan dengan biji terdapat 6 tahap, yaitu :

1. Persemaian

Dalam persemaian, perlu diperhatikan pemilihan lahan persemaian yaitu lahan yang berdrainase baik, bukan bekas lahan tanaman asparagus, tanahnya gembur, subur dan berpasir. Bedengan tempat persemaian dilakukan pengolahan tanah, diberi pupuk dasar dan Furadan 3G untuk menghindari hama. Bedengan dibuat dengan lebar 120 cm, tinggi 20 – 25 cm, lebar parit 40 cm dengan kedalaman 40 cm.

2. Perendaman benih

Benih yang akan disemaikan sebelumnya direndam dalam air dingin pada suhu 27ºC selama 24-48 jam. Selama perendaman, air diganti 2 – 3 kali. Biji ynag mengambang pada saat perendaman dibuang.

3. Semai benih

Benih disemai pada tanah dengan jarak tanam 15×10 cm, dengan kedalaman 2,5 cm, setiap 1 lubang ditanam 1 biji. Di atas permukaan tanah ditutup jerami atau sekam kemudian disiram secukupnya.

4. Perawatan persemaian

Meliputi pencegahan hama dan penyakit dilakukan seawal mungkin.

5. Pemupukan

Sewaktu masih dipersemaian setiap 20 – 30 hari dilakukan pemupukan susulan urea.

6. Seleksi dan Pencabutan benih

Transplanting atau pemindahan bibit dilakukan setelah 5 – 6 bulan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam transplanting diantaranya bibit yang akan dipindahkan adalah bibit yang sehat; bibit yang dicabut harus segera ditanam; dan sebelum penanaman akar dipotong, disisakan 20 cm, dan pucuk tanaman dipangkas hingga tinggi tanaman hanya ± 20 cm.

Pengolahan Tanah

Sebelum penanaman, lahan yang akan ditanami asparagus dibajak dalam dan merata. Dibuat parit dengan kedalaman 15 – 20 cm. Untuk tempat tanam, jarak antar tanaman 40 – 50 cm dan jarak antar baris 1,25 – 1,5 m. Pada awal tanam tidak digunakan pupuk kimia, tetapi menggunakan pupuk kandang.

Penanaman

Bibit yang ditanam adalah bibit yang sudah berumur 5 – 6 bulan. Penanaman dilakukan pada pagi hari sekitar jam 9 atau pada sore hari sekitar jam 4.

Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman Asparagus meliputi :

1. Pembumbunan

Apabila tunas sudah mulai tumbuh, dapat dilakukan pembumbunan. Pada musim hujan, parit diperdalam. Hal ini karena Asparagus tidak menyukai genangan.

2. Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan setelah induk tanaman membentuk 8 – 10 batang, selebihnya dipangkas. Setelah mendekati masa panen batang yang dipelihara cukup 3 – 5 batang. Pemangkasan juga dilakukan pada cabang dan batang yang terserang hama atau penyakit.

3. Pengairan dan drainase

Dilakukan dengan cara menggenangi parit (di-Lêb) setinggi setengah dari tinggi parit, ditunggu hingga air meresap sampai atas, kemudian sisa air dibuang.irigasi pada musim kemarau dilakukan tiap 1 minggu sekali.

4. Pemupukan susulan

Selain pupuk susulan biasa, setiap tahun juga dilakukan pemupukan berkala, yaitu pemupukan berat seperti saat pertama kali tanam. Pada saat tersebut tidak dilakukan panen selama 3 – 4 minggu (fase istirahat) dan dilakukan seleksi induk. Pupuk susulan dilakukan dengan cara membuat parit sepanjang barisan berjarak 20 cm dari tanaman, dalamnya parit 15 cm kemudian pupuk dicampur dan ditutup dengan tanah. Pupuk susulan kimia diberikan setiap bulan, sedangkan pupuk kandang diberikan setiap 3 bulan sekali. Pupuk susulan ke empat kembali lagi seperti pupuk I, dan seterusnya.

Pemupukan untuk 1000 m2 :

Pemupukan untuk 1000 m2 :
Jenis pupuk
Pupuk Dasar (kg)
Susulan I (kg)
Susulan II (kg)
Susulan III (kg)
Kandang
2000 – 3000
-
-
2000 – 3000
Urea
-
30
30
30
TSP
-
30
-
30
KCL
-
20
20
20
Sumber : Misi Teknik Prtanian Taiwan
5. Pengelolaan hama dan penyakit

Tanaman induk yang mati karena terkena hama atau penyakit dipotong dan diganti dengan cara membesarkan batang yang tumbuh normal. Hama yang sering dijumpai adalah ulat grayak dan ulat tanah yang menyerang selama periode transisi musim kemarau ke musim hujan, sedangkan penyakit yang menyerang dari golongan jamur. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara mekanik selama serangan belum terlalu berat. Aplikasi pestisida dilakukan jika serangan sudah cukup berat. Pestisida yang digunakan adalah pestisida organik (Daun Tembakau).

Panen

1. Kriteria panen

Asparagus dapat dipanen rebungnya pada umur 4-5 bulan setelahtransplanting. Asparagus hijau yang dipanen adalah setelah muncul diatas tanah dengan kondisi pucuk yang masih kuncup.

2. Cara panen, interval, frekuensi

Panen dilakukan dengan dua cara, yaitu mencabut dan memangkas atau memotong batang muda. Cara panen dengan memotong batang muda merupakan cara yang lebih baik, karena cara tersebut tidak merusak sistem perakaran tanaman yang dijadikan indukan. Jika panen pertama dilakukan pada umur 4 bulan setelah transplanting, maka penen kedua pada umur 5 bulan dengan interval panen 2 hari sekali, bulan keenam dan seterusnya dapat dipanen setiap hari.

Asparagus Nutrition Facts

Sumber : Misi Teknik Prtanian Taiwan

Sabtu, 24 Maret 2012

Bayam Jepang, Antipenuaan dan Tangkal Kanker

Bayam berasal dari Amerika dan Selandia Baru. Di Eropa dan Australia, awalnya bayam adalah tanaman hias. Baru ditahun 1960-an penduduk Australia mulai melirik bayam sebagai bahan makanan.
Dua jenis bayam yang dikenal di Indonesia adalah bayam cabut/bayam sekul/bayam putih dan bayam tahun/bayam skop/bayam kakap. Bayam cabut disukai karena enak, lunak, memberikan rasa dingin di perut, dan melancarkan pembuangan kotoran. Bayam tahun memiliki ciri utama daun lebar.

Jenis bayam yang kini mulai dikenal adalah spinacia, yang hanya dimakan daunnya. Contoh spinacia adalah bayam Jepang atau lebih dikenal dengan sebutan "horenso." Bayam ini kini dapat ditemukan di berbagai supermarket di Indonesia. Pembudidayaan bayam ini umumnya dilakukan secara organik.

Seperti bayam umumnya, bayam Jepang kaya zat gizi. Zat gizi yang terkandung pada bayam adalah vitamin dan mineral. Vitamin yang banyak terkandung dalam bayam Jepang adalah vitamin K, A, C, B1, B2, B6, asam folat, dan vitamin E. Secangkir bayam rebus merupakan sumber mineral mangan, magnesium, besi, kalsium, kalium, tembaga, fosfor, dan seng.

Bayam merupakan sumber vitamin K yang baik. Vitamin ini berperan besar dalam pengaktifan banyak jenis protein yang terlibat dalam proses pembekuan darah. Vitamin K juga turut berperan dalam banyak proses yang terjadi pada tubuh.

Riset-riset terbaru menunjukkan vitamin K berperan sebagai antipenuaan yang lebih efektif dibandingkan dengan vitamin E. Vitamin K juga berperan dalam mencegah penyakit jantung dan stroke, karena dapat mengurangi pengerasan pembuluh darah oleh timbunan plak kalsium.

Beberapa penelitian juga menunjukkan vitamin K dapat bertindak sebagai racun dalam sel-sel kanker, tetapi tidak membahayakan sel-sel yang sehat. Fungsi lain yang turut dilaporkan adalah dalam mencegah penyakit alzheimer, pengontrolan kadar gula darah, serta mencegah sitokin, pembawa pesan yang berperan dalam menyebabkan pembengkakan pada sambungan tulang saat penuaan terjadi.

Sayuran ini juga merupakan sumber vitamin A yang sangat baik. Selain berguna untuk organ penglihatan di malam hari, vitamin A juga bermanfaat untuk kekebalan tubuh, pembentukan serta pemeliharaan sel-sel kulit, saluran pencernaan, dan selaput kulit.

Bayam merupakan sumber zat besi yang baik, sehingga diperlukan oleh wanita, terutama pada saat menstruasi untuk mengganti darah yang hilang. Zat besi merupakan komponen yang penting dalam hemoglobin. Bagi anak-anak di masa pertumbuhan bayam sangat baik, apalagi yang menderita anemia.

Prof.Dr.Made Astawan, Ahli Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor

Kamis, 19 Januari 2012

Mempercantik Rumah dengan Sayur Organik

Menanam sayuran organik cukup mudah dilakukan sendiri di rumah. 


Menanam sayuran organik di rumah merupakan satu pilihan cerdas. Keluarga sehat bisa mengonsumsi makanan organik setiap hari. Rumah pun hijau dan cantik. 

Menanam sayuran organik cukup mudah dilakukan sendiri di rumah. Perawatannya tak jauh berbeda dengan tanaman hias atau bunga. Cukup rawat dengan pupuk alami seperti kompos. Hindari pupuk kimia atau pestisida. 

Tak perlu pula pekarangan atau kebun luas untuk menanamnya. Sayuran organik bisa tumbuh di dalam pot. Dengan pilihan pot yang menarik dan unik, Anda bisa menempatkannya di sudut-sudut ruang sebagai hiasan. 

Sayuran organik memang banyak dilirik seiring meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Tapi banyak dari mereka kemudian mengurungkan niat mengonsumsi makanan organik lantaran harganya mahal. Harga sayur organik bisa 75 persen lebih mahal dibanding sayur biasa. 

Untuk bisa menikmati sayuran organik setiap hari, buatlah siklus tanam yang efektif. Dengan demikian, ketika ada satu sayuran yang selesai dipanen, masih ada sayuran di pot lain yang siap dipanen. Beberapa sayuran organik yang bisa coba Anda tanam antara lain sawi, kangkung, cabe, wortel, dan pandan. 

• VIVAnews

Minggu, 13 Februari 2011

Tanaman Sayuran Selada, Selada Air, Seledri dan Spinach/Horinso

Selada
(Lettuce (Ingg.), Lactuca sativa L.(Latin)) Famili: Compositae

Asal:

  • Eropa dan Asia. Ditanam oleh bangsa Romawi, tapi diduga dibudidayakan pertama kali oleh bangsa Mesir Kuno tahun 4500 SM.

Deskripsi:

  • Tanaman annual yang menghasilkan cairan puith seperti susu (lateks) dari batangnya. Terdapat 4 tipe:

    • Head (Lactuca sativa var. capitata), terdiri dari 2 jenis:
      Crisphead (daun/head keriting berkerut-kerut)
      Butterhead (membentuk head/daun membulat yang lunak)

    • Leaf/Cutting (Lactuca sativa var. crispa), daun keriting menjuntai

    • Cos/romaine (Lactuca sativa var. longifolia), tumbuh tegak dengan daun panjang dan tebal

    • Stem/asparagus (Lactuca sativa var. asparagina), membentuk batang tebal yang lunak disebut juga Celtuce (Celery Lettuce).

Bagian yang dikonsumsi:

  • Daun dan tangkai daun yang masih renyah. Pada Celtuce(Celery lettuce), bagian yang dikonsumsi adalah batang yang tebal serta daun yang masih lunak.

Suhu:

  • Suhu rendah (10-20 °C)

  • Pada suhu tinggi (21-27 °C) pertumbuhan akan terhenti dan tanaman akan menghasilkan bunga sehingga mencegah pembentukan head (bolting). Suhu malam yang dingin diperlukan untuk kualitas yang baik. Suhu yang panas akan menyebabkan rasa pahit.

Budidaya:

  • Benih memerlukan kondisi dingin untuk perkecambahan (pada suhu di atas 20°C benih akan dorman)

  • Tanah subur dengan drainase baik

  • Akar terbatas sehingga di tanah bagian permukaan perlu diberi hara dan bahan organik yang cukup

  • Penyemaian hingga transplant: 4 – 6 minggu

  • Jika terjadi kekeringan tanaman akan berbunga awal sebelum mencapai ukuran maksimal dan terjadi nekrosis/kering pada pucuk daun bagian dalam.

Selada Air
(Water Cress (Ingg.), Nasturtium officinale (Latin)) Famili: Brassicae

Budidaya:

  • Dapat diperbanyak dari biji atau stek batang

Seledri
(Celery (Ingg.), Apium graveolens (Latin)) Famili: Umbelliferae

Asal:

  • Habitatnya mulai dari Swedia ke selatan hingga Algeria, Mesir, Abisinia dan di Asia bahkan sampai ke Caucasus, Baluchistan dan pegunungan India. Tumbuh liar di Tierra del Fuego, di California, dan di Selandia Baru. Budidayanya pertama kali disebut di Perancis tahun 1623.

Deskripsi:

  • Tanaman biennial, ditanam sebagai tanaman annual. Dapat ditanam sebagai tanaman sayuran dalam pot yang menarik.

Budidaya:

  • Tanah gembur dengan bahan organik yang tinggi (pupuk kandang)

  • Sinar matahari penuh

  • Penanaman dilakukan dengan benih yang disemaikan terlebih dahulu

  • Jaga kebutuhan air

  • Panen dilakukan dengan memotong daun tua (dari penyemaian hingga siap panen: 4-5 minggu) atau mencabut seluruh tanaman

Spinach/Horinso
(Spinachia oleracea L.) Famili: Chenopodiaceae

Asal:

  • Diduga berasal dari Asia Barat Daya/Himalaya Barat, dibudidayakan pertama di Persia, menyebar ke Cina dari Nepal abad 7 dan Eropa abad 11. Diintroduksi ke Spanyol oleh bangsa Arab. Nama spinach berasal dari bahasa Arab. Spinach mencapai Inggris abad 16.

Deskripsi:

  • Tanaman annual. Pada udara panas cepat berbunga, pada suhu rendah membentuk crop yang baik.

Budidaya:

  • Memerlukan tanah subur, lembab, kandungan N tinggi.

  • Pada benih yang ditanam langsung perlu dijarangkan 15 – 25 cm.

Rabu, 09 Februari 2011

Tanaman Sayuran Sawi /Caisin


Sawi/Caisin
(Chinese Green Mustard (Ingg.), B. campestris var. rugosa (Latin)) Famili: Brassicae

Deskripsi:

  • Daun lonjong tidak membentuk crop

Bagian yang dikonsumsi:

  • Daun dan tangkai daun yang masih renyah

Budidaya:

  • Cocok di dataran tinggi/rendah

  • Benih langsung disebar

Panen:

  • 1,5 BST

Selasa, 08 Februari 2011

Tanaman Sayuran Okra


Okra
(Okra (Ingg.), Hibiscus esculentus L. (Latin)) Famili: Malvaceae

Deskripsi:

Tinggi tanaman mulai 1 hingga 4 meter. Buah panjang dan hijau, biasanya membentuk persegi lima dengan ujung runcing. Banyak ditanam di Afrika Barat, Ethiopia, Sudan dan India.

Bagian yang dikonsumsi:

Buah muda

Budidaya:

Tanah subur dengan kandungan K tinggi

Rendam benih di air hangat 24 jam sebelum tanam

Tanaman Sayuran Asparagus

Asparagus
(Asparagus (Ingg.), Asparagus officinalis L. (Latin)) Famili: Liliaceae

Asal:

Asli Eropa dan Asia. Ditemukan tumbuh liar di Eropa, Afrika Barat Laut, Asia ke Timur sampai Iran. Dibudidayakan lebih dari 2000 tahun lalu dan digunakan sebagai makanan dan obat-obatan oleh bangsa Yunani dan Roma.

Deskripsi:

Tanaman perennial, tinggi 1-3 m, dioecious dengan akar menyebar dan tidak menembus dalam. Tanaman jantan menghasilkan rebung yang lebih besar dibandingkan tanaman betina. Ada dua jenis rebung asparagus, yaitu yang berwarna putih dan yang berwarna hijau.

Bagian yang dikonsumsi:

Rebung muda

Budidaya:

Memerlukan cahaya penuh dan drainase baik.

Membutuhkan tanah yang subur dan berdrainase baik sehingga akar tidak busuk.

Harus tersedia makanan yang cukup di permukaan tanah agar rebung baik.

Benih direndam 2 hari sebelum semai atau pada suhu 25 – 35 o C (3-5 hari) dan dikeringkan.

Perkecambahan benih bisa 2-6 minggu tergantung suhu, kelembaban tanah dan kedalaman tanam. Pada suhu di bawah 20 o C, perkecambahan berlangsung sangat lambat.

Pada tanah asam ditambah kapur (tidak tahan asam, pH optimal 6 – 6.7)

Pemupukan dilakukan secara top dressing dengan N dan K tinggi, P rendah.

Panen:

Panen dapat dilakukan mulai umur 6-9 bulan. Panen dilakukan dengan memotong rebung dan kemudian menimbun kembali sekeliling tanaman dengan tanah/kompos.

Senin, 07 Februari 2011

Tanaman Zucchini

Zucchini

(Summer Squash (Ingg.), C. pepo (Latin)) Famili: Cucurbitaceae

Zucchini di Eropa dikenal sebagai courgettes. Tanaman semak annual. Buah bulat lonjong dengan warna hijau atau kuning.

Budidaya :

  • Membutuhkan cahaya matahari penuh dan bahan organik yang tinggi

  • Perbanyakan melalui biji

  • Jaga pengairan untuk menghindari gugur buah

Panen :

  • Dipanen ketika masih sangat muda (2-7 hari setelah anthesis).

  • Telat panen akan menghambat pembentukan bunga betina.

Jumat, 04 Februari 2011

Tanaman Sayuran Jamur Tiram

Jamur Tiram
(Oyster mushroom(Ingg.), Pleurotus osteratus (Latin))
Famili: Agaricaceae

Deskripsi:

  • Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur kayu karena banyak tumbuh pada kayu yang sudah lapuk baik pada serbuk kayu maupun pada kayu gelondongan. Disebut jamur tiram atau karena bentuk tudungnya agak membulat, lonjong dan melengkung seperti cangkang tiram, dengan batang atau tangkai tanaman ini tidak tepat pada tengah tudung tetapi agak ke pinggir.

Suhu:

  • Suhu terbaik untuk pertumbuhan miselium jamur ini adalah 22 – 28 °C dengan kelembaban 60 – 80 %. Sedangkan suhu terbaik untuk pembentukan badan buah jamur adalah 16 – 22 °C dengan kelembaban 80 – 90 %.

Budidaya:

  • Jamur ini tumbuh pada media yang mengandung kadar air 50 – 90 % dengan pH 6 – 7.

  • Persiapan Media:

    • Pengayakan
      Ukuran ayakan yang digunakan lebih kurang sama dengan ukuran ayakan pasir.

    • Perendaman
      Serbuk kayu kering yang telah diayak direndam dalam air selama 6 – 12 jam disesuaikan dengan jenis kayu. Setelah selesai serbuk kayu ditiriskan.

    • Pengukusan
      Pengukusan serbuk kayu dilakukan pada suhu 80 – 90 °C selama 4 – 6 jam.

    • Pencampuran
      Seluruh bahan tambahan yang telah ditimbang sesuai dengan formulasi yang dipilih, dicampur dengan serbuk kayu yang telah dikukus. Air ditambahkan secukupnya hingga kadar air 50 – 65 %.

    • Pengomposan
      Pengomposan dilakukan dengan membumbun campuran serbuk kayu kemudian menutupnya secara rapat dengan menggunakan plastik selama 1 – 2 hari. Proses pengompossan yang baik ditandai dengan kenaikan suhu menjadi sekitar 50 °C. Kadar air campuran atau kompos harus diatur pada kondisi 50 - 65 % dengan pH 6 – 7.
      (Proses perendaman, pengukusan dan pengomposan dapat tidak dilakukan bila serbuk gergaji yang dipakai berasal dari kayu lunak dan seragam).

    • Pembungkusan
      Kompos dibungkus plastik polipropilen yang berukuran 20 x 30 cm. Media diisikan secara manual sambil dilakukan pemadatan di dalam kantong plastik. Selanjutnya ujung kantong plastik dipasang cicin bambu atau potongan paralon sedemikian sehingga menyerupai botol dan ditutup dengan sisa-sisa kapas.

    • Sterilisasi
      Sterilisasi dilakukan pada suhu 80 – 90 °C selama 6 – 8 jam dengan cara pengukusan dididalam drum strerilisasi. Setelah dikukus media didinginkan hingga mencapai suhu 35 – 40 derajat celsius.

    • Formulasi

    • FormulasiSerbuk kayu (kg) Tapioka (kg) Bekatul (kg) Kapur (kg)Gips (kg)TSP (Kg)
      I100-1551-
      II100-52.50.50.5
      III100-102.50.50.5
      IV100510510.5
  • Untuk pertumbuhan misellium:

    • Inokulasi (menanamkan bibit jamur)
      Inokulasi dilakukan dengan memasukan bibit sebanyak lebih kurang 1 sdt kedalam media steril melalui lubang ring yang telah dibuka penutup kapasnya. Setelah selesai inokulasi, penutup kapas dipasang kembali.

    • Inkubasi
      Inkubasi dilakukan dengan cara menyimpan media yang telah terisi bibit pada suhu 22 – 28 °C Inkubasi dilakukan hingga seluruh media penuh ditumbuhi miselium jamur tiram yang berwarna putih. Gejala ini berlangsung sekitar 1 bulan setelah inokulasi.

  • Untuk pembentukan tubuh buah:
    Media jamur yang dipenuhi miselium siap untuk ditumbuhkan membentuk tubuh buah. Pembentukan tubuh buah ini dilakukan dengan membuka plastik pembungkus media sehingga miselium cukup untuk mendapatkan oksigen. Satu sampai dua minggu setelah plastik dibuka biasanya akan terbentuk tubuh buah. Tubuh buah yang telah berumur 2 – 3 hari siap untuk dipanen. Kondisi lingkungan yang diperlukan untuk pembentukan tubuh buah jamur tiram adalah suhu 16 – 22 oC dengan kelembaban 80 – 90 %.

Panen:

  • Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut seluruh rumpun jamur (1 kg media tumbuh dapat menghasilkan kurang lebih 7 ons jamur tiram). Pada pertumbuhan yang baik, ukuran diameter jamur yang besar pada saat dipanen adalah 5 – 10 cm. Pemanenan dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasarannya.

Selasa, 01 Februari 2011

Tanaman Sayuran Lobak


Lobak/Daikon
(Turnip (Ingg.), B. campestris var. rapifera/B. rapa (Latin)) Famili: Brassicae



Asal:

Asal yang jelas tidak diketahui namun ditemukan tumbuh liar di Rusia dan Siberia. Dibudidayakan sejak jaman kuno dan dibawa ke Amerika pada periode awal.

Bagian yang dikonsumsi:

Umbi (produk utama) dan daun

Budidaya:

Dibandingkan sayuran penghasil umbi lainnya lobak lebih memerlukan P dan N daripada K.

Jarak tanam 30-40 cm