Sabtu, 04 Mei 2013

Pemijahan ikan cupang



Pemijahan ikan cupang (akuariumhias) -Ikan cupang yaitu satu type ikan air tawar yang banyak hidup di Jawa, Kalimantan, Sumatera, Malaya, Indochina, serta Siam.

Orang tidak akan dapat mempercayai bila ikan sekecil cupang ada yang dihargai hingga jutaan rupiah. Bukan sekedar anak-anak yang menyenangi ikan ini, dewasa lalu tidak ketinggalan, maka tak ada salahnya bila kita berusaha untuk membudidayakannya.

Didalam bhs inggris type ikan cupang ini dikenal dengan nama talking gourami atau croaking gourami. ikan ini terhitung type ikan dengan badan amat langsing serta pipih ke samping.
 

Dengan umum, sebagaimana type ikan air tawar yang lain, type ikan cupang ini cuma bisa hidup di air tawar. dikarenakan karakternya ini, maka type ikan cupang banyak dipelihara di akuarium keluarga. dengan postur tubuh yang dimilikinya, maka type ikan cupang ini memiliki daya tarik tersendiri untuk penggemarnya.

Type ikan cupang mempunyai warna basic tubuh bermacam dimulai dari kuning sampai sawo masak. sesaat punggungnya berwarna lebih gelap dengan sisi perut lebih terang yakni lebih kuning menuju ke warna putih.

Pada segi badannya ada garis horizontal yang berwarna gelap biru maupun hitam. garis ini diawali dari mata sampai sirip ekor. apalagi ada yang memiliki tambahan garis samar, satu atau dua buah.

Siripnya berwarna kemerahan dengan ujung berwarna ungu atau biru. pada sirip ini ada bintik bintik berwarna layaknya pelangi, biru, merah, kehijauan. warna matanya amat bagus serta menarik. warna mata ini sisi luarnya berwarna merah darah, sesaat sisi dalamnya berwarna hijau kebruan. sirip analnya, punggung serta ekor tumbuh smepurna dengan sebagian jari jari yang tumbuh menonjol.

Karakter karakter ikan cupang
Dengan alamiah, panjang badan ikan ini bisa meraih ukuran 6, 25 cm, serta bila kita pingin menernak ikan type ini, bisa mulai kita pijahkan sejak berukuran 5 cm.

Jenis ikan cupang yaitu di antara type ikan yang dapat bikin sarang busa pada waktu dapat lakukan pemijahan. dengan busa yang dibikin tersebut, maka telor bisa ditempatkan sampai menetas.

Type ikan cupang memiliki karakter pendamai. disinilah kerap berlangsung salah persepsi masyarakat, hingga banyak yang menyebutkan bahwa cupang yaitu ikan petarung. walau sebenarnya yang ikan petarung yaitu type ikan betta, yang keduanya sama pembuat sarang busa waktu dapat memijah.

Langkah pemijahan
Untuk memijahkan ikan cupang sesungguhnya bukan hanya pekerjaan yang sukar. ikan ini memiliki kekuatan hidup di area yang amat terbatas walaupun karena ikan ini bisa bernafas ambil dengan segera dari hawa.

Area pemijahan ikan ini bisa memakai akuarium berukuran 20 x 40 m dengan ketinggian 20 cm, atau toples-toples kaca. didalam bak atau akuarium ini kita masukan tanaman air, contohnya enceng gondok. enceng gondok ini untuk sarang busa yang dapat dibangun oleh sang jantan. sesaat air yang dipakai cukup air sumur biasa yang telah diendapkan sepanjang 24 jam atau air hujan.

Menentukan indukan
Supaya sistem pemijahan sukses, maka kita mesti menentukan indukan yang memanglah telah siap untuk dipijahkan. perihal pertama yang perlu kita kerjakan yaitu memastikan jantan serta betinanya. untuk perihal ini kita bisa lihat dari warna serta jari-jari sirip anal, pungung, serta ekor yang tumbuh prima, yakni lebih panjang dari selaput yang menutupinya. sesaat yang betina biasa saja.

Indukan ikan cupang yang kita gunakan yaitu yang telah berukuran 5 cm atau berusia kira-kita 6 – 7 bln.. jantan serta betina yang kita masukan ke didalam akuarium pemijahan jumlahnya sepadan karena ikan cupang berpedoman sistenm monogamy. serta, untuk keberhasilan, maka ke didalam akuarium kita berikanlah makanan yang layak, contohnya jentik nyamuk serta kutu air.

Sistem pemijahan
Akuarium disediakan sebagai area pemijahan, dibersihkan dari kotoran serta dilengkapi dengan keperluan pemijahan, contohnya tanaman air. situasi ini mesti diciptakan supaya indukan serta juga anakan hasil pemijahan kelak tidak mati oleh kotoran yang ada.

Indukan yang telah dipilih, dimasukkan ke didalam akuarium, sesuai dengan jumlah sarang yang disiapkan. pada waktu tersebut, indukan jantan dapat membangun sarang busa. induk betina cuma mengawasi sistem tersebut. sesudah seluruh siap, maka ke-2 indukan tadi bercumbu dibawah sarang busa.

Indukan betina dapat mengeluarkan telornya serta indukan jantan segera menyemprotkan spermanya. telor-telor dapat menempel pada sarang busa. bila ada telor yang jatuh, maka ke-2 indukan dapat bekerja berbarengan untuk memunguti serta meletakkannya di sarang busa. sesudah itu, induk betina dipisahkan. induk jantan dilewatkan di area tersebut.

-->

Jumat, 03 Mei 2013

Pemijahan ikan mas koki


mas koki

Pemijahan ikan mas koki (akuariumhias) -Dari beragam type ikan hias yang beredar di indonesia, ikan mas koki merupakan type ikan hias yang dominan. perihal tersebut berkenaan dengan kelebihannya yakni harga nya yang relatif murah, bentuk siripnya yang indah, kepalanya yang menyerupai kepala singa dan tubuhnya yang dilapisi bermacam warna dengan gerakannya yang semampai sudah memikat hati beberapa penggemarnya. ikan mas koki datang dari china, tetapi sekarang ini sudah tersebar luas di indonesia
mas koki

Ikan mas koki yang sudah masak gonad mempunyai tanda-tanda seperti berikut :
Ikan betina
  • di bagian perut agak membesar
  • bentuk dubur besar serta bulat
Ikan jantan
  • ada benjolan kecil warna putih pada tutup insang atau kadang-kadang pada jari-jari pertama sirip dada
  • bentuk dubur oval serta kecil
Kolam induk
  • induk jantan serta betina yang sudah berusia 2 – 4 th., diletakkan dengan terpisah didalam bak yang cukup memperoleh cahaya matahari
  • ukuran bak 2 x 2 x 0, 6 m3 yang dilengkapi saluran pengeluaran air
  • air datang dari air tanah yang sudah diendapkan atau ledeng yang kaporitnya sudah dinetralisasi
  • untuk menyingkirkan kandungan kaporit pada air ledeng imbuhkan sendok makan sodium thiosulfat per 200 liter air
  • pakan yang diberikan dapat berbentuk cacing rambut atau pakan buatan dengan kandungan protein minimal 15%.
Pemijahan
  • bak pemijahan dijemur terlebih dulu hingga dasarnya kering
  • masukkan air setinggi 25 cm, lantas untuk mengendalikan suhu air dipakai aerator serta thermostat
  • masukkan kakaban atau tanaman air yang mengapung sejumlah 1/3 luas permukaan sebagai area menempelnya telur
  • suhu media pemijahan 23-270c, ph 7, 2 – 7, 5, oksigen terlarut 5 ppm, kesadahan air 50 – 200 dh (dh = 7, ppm )
  • induk mas koki dimasukkan ke didalam bak pemijahan dengan perbandingan betina : jantan = 1 :3. pemijahan berjalan saat malam hari menyambut subuh
  • esok harinya, telur-telur hasil pemijahan melekat di kakaban
  • hindari telur-telur dari curahan air hujan atau sengatan cahaya matahari
  • telur dilewatkan di kakaban hingga menetas, induk dipindahkan kembali ke kolam pemeliharaa induk.
  • untuk melindungi kualitas air pemeliharaan larva, dikerjakan penggantian beberapa air dengan langkah menyiphon serta menambah aerasi.
  • untuk hindari tumbuhnya jamur, teteskan malachit green ppm ( mg untuk 1000 liter air ) pada media pemeliharaan. sesudah 15 menit air dibuang serta diganti dengan air yang baru.
  • telur dapat menetas kurun waktu 2 hari pada suhu 27 0c jadi larva ukuran 5 mm
  • sesudah larva berusia 2 – 3 hari diberikan pakan berbentuk jasad renik ( moina, daphnia, infusoria serta rotifera ), cacing rambut atau makanan buatan
  • seleksi pada larva ikan baiknya dikerjakan dengan teratur sesudah larva berusia 2 minggu, 3 minggu serta 2-3 bulan

Pemeliharaan di akuarium
Ukuran akuarium yang biasa dipakai untuk memelihara ikan mas koki yakni 90 x 30 x 38 cm. suhu air pemeliharaan yang sesuai yaitu 18 – 21 derajat celcius, Ph 8. Pakan yang didapatkan berbentuk pakan alami atau pakan buatan sejumlah satu kali/ hari. sistem penggantian air dikerjakan 1 minggu sekali sejumlah ¼ - 1/3 sisi dengan langkah menyipon, namun untuk bersihkan kotoran yang melayang didalam air dipakai filter.

-->

Ikan Sili

Ikan sili (akuariumhias) -Terhitung ke didalam famili mastacembelidae serta ordo perciformes. ikan ini dikenal juga dengan nama umum fire eel/spotted fire eel. nilai ekonomis ikan sili ( mastacembelus erythrotaenia ) tak hanya sebagai ikan mengonsumsi juga jadi ikan hias dikarenakan memiliki bentuk serta pola warna yang menarik.

Ikan sili mempunyai corak warna merah/oranye terang diatas basic hitam, serta pita merah di kepala. jari-jari sirip ekor berjumlah 14-15 serta bersambung dengan sirip punggung serta sirip dubur. tilan ukuran dewasa meraih ukuran m. meskipun bergerak tenang, ikan ini dapat untuk meloncat keluar dari akuarium.

Ikan sili adalah ikan predator yang melacak makan pada malam hari, kerapkali tidak dapat bertoleransi dengan ikan lain serta suka menyendiri. ikan ini hidup di substrat berpasir atau yang berlumpur serta lebih menyenangi tempat dengan intensitas sinar yang rendah dengan suhu 24 – 280c serta Ph 7. Tilan bisa ditemukan terlebih di sungai sisi hilir.

-->

Rabu, 01 Mei 2013

Ikan elephant nose



Ikan elephan nose (akuariumhias) -Yaitu ikan asli dari afrika sedang serta barat terlebih sungai Niger, Kongo, Ogun serta Chari.Dia berwarna coklat gelap sampai kehitaman, ukuran tubuh lebih kurang 23-25 cm, serta memiliki sirip punggung serta anal yang sama panjang. Disamping itu, keistemewaan ikan ini yaitu organ menyerupai belalai ( gajah ) yang terdapat di kepalanya. ikan ini hidup pada air dengan situasi Ph 6 – 7, 5 serta suhu 22 – 280c.


Elephant nosefish adalah ikan nocturnal ( malam ), disamping itu ikan ini mempunyai mulut yang memanjang serta amat peka. disamping itu, peters’elephantnosefish memiliki rasio ukuran otak : tubuh yang semakin besar di banding manusia. lebih kurang 70% kekuatan otak dipakai untuk membuahkan signal listrik, oleh dikarenakan pemakaian kekuatan otak yang amat besar, ikan ini dikatakan sebagai ikan tercerdas didunia. menurut Masashi kawasaki, sebanyak kecil listrik dihasilkan oleh organ spesial di ekornya. 

 

Signal listrik yang dihasilkan senantiasa beralih sesuai dengan situasi ikan atau lingkungan. tanda listrik dihasilkan untuk mendeteksi makanan serta sebagian makanan yang disukainya yaitu cacing darah serta invertebrata air layaknya larva nyamuk. ikan jantan mempunyai belalai yang lebih panjang di banding betina, namun tehnik breedingnya tetap belum dapat dikerjakan di akuarium. Elephant noses mempunyai penglihatan yang jelek hingga tanda listrik punya pengaruh besar didalam perihal ini. tanda listrik yang dihasilkan amat kecil hingga tak lagi menyakiti ikan lain didalam kominitasnya.

-->

Senin, 29 April 2013

Ikan red nose tetra

red nose tetra


Ikan red nose tetra (akuariumhias) - Adalah ikan dari amerika selatan, nama latinnya hemigrammus bleheri dengan tubuh pipih, panjang serta ramping dengan warna tubuh mengkilap keperakan. ciri khas ikan ini yaitu warna merah di sekitar mulutnya hingga hanya tutup insang.

Pada ikan jantan, warna ikan tampak lebih merah serta jelas dibanding dengan betinanya. pada pangkal ekor ada tiga bercak hitam yang berselingan dengan warna putih. ukuran tubuh betina semakin besar dibanding dengan ikan jantan. ikan ini suka berkelompok serta berenang aktif pada kolom air dan suka media hidup yang memiliki intensitas matahari tinggi. panjang tubuhnya bisa meraih panjang 5 cm serta mulai masak gonad pada betina pada umur 5 bln..

Pemeliharaan induk
Pemeliharaan induk ikan red nose ini membutuhkan tanaman air yang bermanfaat untuk menolong sistem peneluran indu. wadah yang dipakai dapat berbentuk akuarium. pakan yang didapatkan berbentuk cacing serta chu merah beku atau hidup dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali 1 hari. ikan ini suka situasi air yang bersuhu rendah ( dingin ). Ikan ini juga suka situasi air yang bersih serta terfiltrasi dengan baik. penggantian air baiknya dikerjakan dengan parsial didalam kurun waktu spesifik. janganlah merubah situasi air ( suhu, kimia air, serta yang lain ) dengan mencolok. jika situasi area tinggalnya tidak pas, umumnya dapat tampak dari warna merah pada kepala ( hidung ) yang memudar ( pucat ). suhu maksimal untuk ikan has ini yaitu 26°c
Pemijahan

1. Pemijahan dengan masal
Pemijahan dengan masal dikerjakan didalam akuarium ukuran cm dengan jumlah 100 pasang induk. induk dimasukkan pada sore hari dengan berbarengan. pada basic akuarium dipasang breeding trap supaya telur tidak dimakan induk. breeding trap adalah saringan yang diberi bingkai yang luasnya sama juga dengan basic akuarium pemijahan.

Ikan ini umumnya memijah saat malam hari menyambut pagi. pagi hari baiknya dikontrol apakah induk sudah memijah atau belum. telur bisa tampak dengan langkah menyorotkan lampu neon di bawah akuarium. jika tampak banyak telur segera pindahkan induk ke area lain. telur bisa dipelihara diakuarium pemijahan atau dipindah ke akuarium penetasan dengan langkah penyifonan.

2. Pemijahan dengan berpasangan
Pemijahan dengan berpasangan dikerjakan didalam akuarium ukuran cm. induk yang digunakan berjumlah 500 pasang, yang dibagi didalam sebagian grup pemijahan. pada tiap-tiap grup pemijahan dikawinkan sejumlah 100 pasang dengan selang waktu pemijahan antar grup yaitu 1 minggu. air untuk pemijahan umumnya sudah disediakan sekian hari pada mulanya. sebagai media peletakan telur di beri eceng gondok yang sudah dicuci bersih.

Didalam pemijahan ikan red nose betina dimasukkan terlebih dulu, menyusul jantan. umumnya ikan dapat memijah saat pagi hari serta tiap-tiap induk dapat membuahkan sejumlah 200 butir telur. pengontrolan telur dikerjakan pada hari ke dua, ke tiga serta ke empat dari waktu pencampuran induk. induk yang sudah memijah, dipindahkann ke akuarium pemeliharaan induk.
penetasan telur

Akuarium pemijahan sekalian berperan sebagai wadah penetasan telur. untuk menghindar pembusukan telur serta serangan jamur, maka ke didalam wadah ditambahkan methylene blue 1mg/l air. telur dapat menetas lebih kurang 18 jm sesudah pemijahan. kontrol telur yang sudah menetas atau belum bisa dikerjakan dengan langkah menggoyang-goyangkan eceng gondok dengan perlahan. kontrol bisa dibantru dengan lampu senter, apabila ada larva maka eceng gondok segera dipindahkan
Pendederan

Larva yang baru menetas umumnya dipindahkan serta dikumpulkan didalam akuarium yang semakin besar untuk didederkan. akuarium yang dipakai berukuran cm. langkah memindahkan larva yaitu dengan menuangkan akuarium pemijahan didalam akuarium pendederan. langkah lain dengan menyifon larva dengan selang kecil ke wadah berbentuk baskom, lantas dituangkan ke akuarium pendederan. tinggi air akuarium pendederan lebih kurang 35 cm.

Pemberian pakan ke larva berbentuk nauplii artemia mulai dikerjakan pada hari ke empat sesudah menetas, dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali 1 hari. perubahan air dikerjakan sesudah larva berusia 10 hari sejumlah 10% dikerjakan 3 hari sekali.

Sesudah benih berusia 15 hari bisa dipindahkan ke tangki fiber volume 1000 liter yang dibarengi dengan peyortiran ukuran ikan. ke didalam tiap-tiap tangki diisi ikan sejumlah 3000 hingga 4000 ekor. aktivitas peyortiran dikerjakan tiap-tiap 2 minggu. benih diberi pakan berbentuk kutu air ( daphnia, moina ), nauplii artemia, serta cacing rambut sejumlah 3 kali 1 hari. sesudah benih meraih ukuran inchi atau lebih kurang 2, 5 cm maka benih siap jual.

-->

Sabtu, 27 April 2013

Budidaya ikan zebra danio


Budidaya ikan zebra danio (akuariumhias) -Datang dari myanmar, india, serta srilangka. ukuran tubuh optimal lebih kurang 5 cm. ikan ini berbentuk omnivora, namun suka pakan alami permukaan layaknya kutu air dikarenakan hidupnya di kolam air. suhu untuk pemeliharaannya agak rendah, pada 25-27° c. keasaman ( ph ) sedikit asam hingga netral ( 6, 5-7, 0 ) serta kekerasan pada 6-8° dh.

Daya tarik ikan ini terdapat pada garis-garis horisontal putih perak serta biru di badan hingga ke sirip-siripnya. pada betina serta jantan bisa dibedakan cuma sesudah dewasa. pada betina ada garis biru di tempat dubur, namun pada jantan kuning emas.

Telur ikan ini tidak menempel. karenanya, didalam pemijahan baiknya dibuatkan sekat supaya induk tidak mengonsumsi telur yang dijatuhkannya. bisa juga diberi tanaman air yang rimbun supaya telurnya tidak terlihat. perbandingan jantan serta betina untuk pemijahan ini umumnya 2 : 1 serta bisa dikerjakan dengan masal. jumlah induk didalam setup wadah berukuran m2 bisa diisi lebih kurang 200 ekor.

Biasanya wadah untuk pemijahan berbentuk kolam atau bak semen. untuk airnya baiknya tidak terlampau tinggi, cukup lebih kurang 10 cm, supaya telur bisa cepat jatuh ke basic atau sarang berbentuk tanaman air. tanaman air yang dipakai baiknya dari type tanaman basic layaknya ganggang ( hydrilla ) yang cukup padat. ini ditujukan supaya induk tidak mempunyai peluang untuk mengonsumsi telurnya dikarenakan terlindung. airnya mesti senantiasa diganti separonya supaya induk dapat terangsang memijah.

Untuk pemijahan masal di kolam, sebelum saat dipijahkan baiknya jantan serta betina dipelihara terpisah. kelak sesudah induk betina terlihat betul-betul telah penuh telur ( gendut ) barulah digabung dengan jantan.

Pada waktu memijah, jantan dapat mengejar betina serta betinanya dapat menjatuhkan telur-telurnya ke air. pada waktu itu, jantan dapat dengan cepat membuahi telur-telur tersebut. sesudah selesai memijah, jantan dapat berhenti mengejar betina.

Telur yang telah dibuahi tersebut mesti cepat di ambil atau induknya segera dipindahkan. supaya lebih mudah dipindahkan, bisa juga induknya ditempatkan pada jaring didalam kolam. lewat cara ini telur dapat jatuh ke basic kolam. apabila telah selesai memijah, jaring berbarengan induknya diangkat. kolam bisa diberi aerasi kecil dari pompa hawa. telur tersebut dapat menetas sesudah 24 jam. larvanya dapat mulai berenang sesudah dua hari menetas.

Penggantian air pada pemeliharaan larva bisa dikerjakan sesudah larva berenang atau sesudah berusia lebih kurang tujuh hari. penggantian air ini mesti ditangani hati-hati dengan jumlah separonya atau sepertiganya saja. apabila diganti keseluruhan, ikan dapat cepat stres dikarenakan berlangsung pergantian lingkungan yang tiba-tiba. frekuensi penggantian air tiap-tiap tiga hari.

Pakan larva pertama bisa berbentuk artemia, rotifera, atau infusoria. sesaat kutu air bisa diberikan setelah larva berusia 3-4 hari. untuk ikan yang telah besar atau dewasa, pakannya berbentuk cacing sutera atau cacing darah. ukuran 2, 2 cm telah mulai bisa dijual sesudah pemeliharaan lebih kurang 2, 5 bln..

-->

Selasa, 23 April 2013

Budidaya ikan corydoras



Budidaya ikan corydoras (akuariumhias) -Pendahuluan corydoras adalah di antara type ikan hias air tawar yang banyak diminati penggemar ikan hias serta memiliki peluang ekspor. tak hanya dipakai sebagai ikan hias air tawar, juga bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik di negara maju. meskipun ikan ini datang dari Amerika selatan, namun sejak lama sudah sukses dibudidayakan di Indonesia. ikan ini dikenal mudah pembudidayaannya.

Ciri morfologi
Bentuk tubuh pendek serta gemuk, punggung lebih melengkung dibanding dengan perut, ke-2 sesi ikan dilengkapi dengan lempengan layaknya tulang yang tersusun didalam dua baris, memiliki dua pasang kumis yang terdapat di rahang atas serta rahang bawah dan ukuran tubuh bisa meraih 12 cm. Ikan corydoras bisa dibudidayakan di kolam yang kandungan oksigen didalam airnya rendah. situasi lingkungan pas untuk type ikan ini yaitu : ph 6-8, suhu 21-28  derajat celcius.

Prasarana serta fasilitas didalam pemeliharaan ikan corydoras dibutuhkan fasilitas berbentuk bahan serta alat, yakni utamanya : induk ikan corydoras betina serta jantan


Wadah pemeliharaan berbentuk : 
  • bak pemeliharaan induk jantan serta betina dengan masal, sekalian sebagai area pemijahan, atau akuarium yang berukuran 60×40x40 cm. 
  • bak pemeliharaan larva serta benih dengan masal 
Pakan :
  • pakan induk berbentuk cacing tubifex atau chironomous dan jentik nyamuk. 
  • pakan larva berbentuk nauplii artemia 
  • pakan untuk pembesaran ikan corydoras sampai siap di pasarkan yaitu cacing tubifex

Aktivitas operasional
Pemeliharaan induk ikan corydoras mulai bisa dipijahkan minimal pada umur delapan bln.. pakan yang terbaik diberikan pada saat pemeliharaan induk yaitu pakan yang banyak memiliki kandungan zat chitin layaknya larva nyamuk yang baik untuk perubahan telur. disamping itu dikarenakan corydoras berbentuk ‘bottom feeder’ maka ikan ini lebih responsif pada type makanan layaknya cacing tubifex atau chironomus. cara termudah untuk membedakan type kelamin yaitu dengan lihat bentuk tubuh. 


Ikan jantan memiliki bentuk tubuh layaknya terpedo, sisi dari belakang insang meruncing sampai ke ekor. tubuh lebih langsing serta ukurannya lebih kecil dari pada betina, serta sirip dorsal ikan jantan tampak lebih runcing. tubuh ikan betina berukuran semakin besar dibanding dengan ikan jantan, serta perutnya yang terlihat membundar diisi telur.

Pemijahan dikerjakan dengan masal di bak semen, bak fiber atau akuarium dengan perbandingan induk betina : jantan l : 2 atau 1:1. penggantian air dikerjakan tiap-tiap hari, untuk melindungi kualitas air media pemijahan. corydoras memiliki jenis bertelur dengan tempelkan telurnya pada satu substrat yakni : lempengan kaca, potongan paralon ( pvc ), ubin keramik atau lempengan batu. Ikan corydoras mengeluarkan telurnya dengan parsial, hingga tiap-tiap hari bisa ditemukan substrat yang ditempeli telur. tiap-tiap induk dapat membuahkan 200-350 butir telur. setelah itu substrat yang dipasang di ambil untuk ditetaskan pada wadah penetasan telur.

Penetasan telur telur yang melekat pada substrat setelah itu ditetaskan didalam akuarium. telur dapat menetas kurun waktu enam hari. sepanjang penetasan telur, media pemeliharaan diberi obat anti jamur diantaranya methylene blue 0.1 ppm. derajat penetasan telur berkisar 60-70%. larva ikan corydoras dipelihara di akuarium tersebut hingga berusia tujuh hari dengan pemberian pakan berbentuk nauplius artemia.

Step pemeliharaan pemeliharaan dikerjakan pada wadah berbentuk fiber glass atau bak semen hingga ukuran s (kecil) dengan padat penebaran 20-30 ekor/liter. sepanjang 1 bulan meraih ukuran m (sedang) yakni dengan padat penebaran 10-15/liter serta siap untuk di pasarkan.
Pemeliharaan setelah itu lebih diarahkan ke pengadaan calon induk, dikarenakan umumnya pada ukuran l (besar) keinginan pasar condong alami penurunan. padat penebaran pada saat pemeliharaan dari ukuran m ke ukuran l yaitu 5 ekor/liter. pakan yang didapatkan sepanjang pemeliharaan ikan hingga siap di pasarkan berbentuk cacing tubifex.

Pengelolaan kesehatan ikan sebagian type parasit yang kerap menyerang ikan corydoras ini yaitu : trichodina sp, epistylis, glossatella sp serta chillodonella sp. Namun bakteri yang menyerang umumnya adalah infeksi sekunder yang berlangsung akibat luka dikarenakan penanganan, atau serangan parasit yang menyebabkan berlangsungnya luka. type bakteri yang ditemukan yaitu aeromonas hydrophilla. penyembuhan yang dikerjakan untuk penyakit parasit yaitu menggunakan formalin 25 ppm, garam 500 ppm. namun untuk penyakit bakterial menggunakan oxytetracycline 10 ppm lewat cara perendaman.

-->