Rabu, 22 Agustus 2012

Daun Sirih dan Khasiatnya

Daun Sirih dan Khasiatnya


Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain. Tingginya bisa mencapai 15 meter. Batangnya berwarna coklat kehijauan, berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjang daun sekitar 5-8 cm dan lebar 2-5 cm.

Sebagai budaya, daun dan buahnya biasa dimakan dengan cara mengunyah bersama gambir, pinang dan kapur. Namun mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat malignan. Sebaliknya, sirih juga umum dikonsumsi sebagai tanaman obat (fitofarmaka). Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sedangkan daunnya bersifat menahan perdarahan dan mampu menyembuhkan luka pada kulit.

Beberapa macam penyakit yang dapat diobati dengan sirih:
  • Mengharumkan kemaluan wanita. Caranya, ambil daun sirih yang sudah tua kekuning-kuningan 10 lembar, rebuslah dengan air secukupnya atau 2 gelas hingga tinggal 1 gelas air, kemudian minumlah 2 kali sehari pagi dan sore.
  • Hidung berdarah. Caranya, ambil daun sirih 1 lembar, lipat untuk menyumbat hidung yang berdarah. Lakukan sebanyak yang diperlukan.
  • Jamu sari rapet. Caranya, ambil daun sirih 20 lembar, 4 ruas kunci sebesar jari, rebuslah dengan air 2 gelas sampai mendidih hingga airnya tinggal 1 gelas, minum air sirih tersebut 2 kali dalam satu minggu.
  • Jantung. Caranya, ambil daun sirih 3 lembar yang temu ruasnya, 3 siung bawang merah, 14 bii buah kemukus (7 pasang), 1 sendok teh jinten putih. Campurkan semua bahan, giling halus, tambahkan 4 sendok makan, aduk jadi satu dan saring. Minum 2 kali sehari.
  • Penyakit kulit (bisul). Caranya, ambil daun sirih 5 lembar, cuci bersih, lalu giling halus. Oleskan pada bisul dan sekelilingnya, balut. Lakukan 2 kali sehari sebanyak yang diperlukan.

Manfaat Abu Tandan Sebagai Pengganti Kalium Bagi Tanaman Kelapa Sawit


KEBUTUHAN tanaman terhadap unsure kalium cukup tinggi dan akan menunjukkan gejala kekurangan apabila kebutuhannya tidak mencukupi. Walau fungsi kalium lebih bersfat sebagai katalisator,tapi kalium mempu nyai peranan penting terhadap peristiwa-peristiwa fisiologi seperti metabolisme karbohidrat (pembentukan,pemecahan dan translokasipati); metabolisme nitrogen dan sintesa protein; mengaktifkan enzim; mempercepat pertumbuhan jaringan meristem dan hal- hal yang berhubung an dengan air.

Peranan kalium ini bisa dilihat dalam berbagai bentuk gejala tubuh. Kekurangan kalium akan menyebabkan produksi tanaman,resisten terhadap penyakit dan kualitas buah menurun.Kalium diserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+ dan dijumpai dalam berbagai kadar dalam tanah,bentuk kalium tersedia bagi tanaman terdapat di tanah dalam jumlah kecil.Karena itu,pemupuan kalium bagi tanaman yang produksinya diambil secara terus menerus,mutlak diperlukan kalium.Penambahan kalium ke dalam tanah biasanya dalam bentuk pupuk kalium yang larut pada air sepertiKalium klorida,Kalium sulfat,Kalium nitrat dan pupuk-pupuk majemuk lainnya.

MANFAAT ABU TANDAN

Abu tandan bersifat sangat alkalis dan higropis.Karena itu,bila penyimpanan kurang baik akan menyebabkan kadar airnya meningkat dan unsur hara tanamannya menurun.Jadi,semakin lama disimpan,maka bobot abu tandan makin bertambah sehingga hal ini akan mempengaruhi takaran saat pemupukan.Takaran untuk dosis pemupukan,hendaknya dilakukan berdasarkan volume,dan besarnya volume didasarkan berbagai faktor.

Abu tandan memang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk kalium.adapun unsure-unsur dalam abu tandan adalah K2O sebanyak 35040 persen,P2O5 sebanyak 3,4-5 persen,MgO ada 6-9,8 persen,CaO sebanyak 5-5,5 persen,Mn sekitar 200-250 ppm dan B sekitar 800-1.000 ppm.Sementara itu,lamanya penyimpanan dan dosis konversi terhadap KCL antara lain: 0-3 bulan sekitar 1,7 x dosis KCL serta lebih dari 3 bulan sebanyak 2 kali dosis KCL.

Pupuk kalium yang umum digunakan di perkebunan kelapa sawit,adalah pupuk Kalium clorida (KCL) yang mengandung sekitar 60 persen K2O dosis tiap pohpn berkisar 1-3 kg tiap tahun.Selain dari KCL,unsure kalium dapat diambil dari abu tandan yang banyak terdapat di pabrik pengolahan kelapa sawit,dan abu tandan diperoleh dari pembakaran tandan kosong pada invenerator (tungku pembakar).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Marihat (PPM) Medan beberapa waktu lalu,bahwa dasar pertimbangan penggunaan abu tandan sebagai pengganti KCL,terutama bagi pemupukan tanaman kelapa sawit antara lain: 1) harga abu tandan yang murah sehingga dapat menekan biaya pemupukan;2) pemberian abu tandan dapat meningkatkan keasaman tanah; 3) dalam abu tandan selain unsure kalium juga terdapat unsure Magnesium dan Phospat sehingga dapat mengurangi pemakaian Kieserite dan Rock Phosphat (RP); 4) mencegah terjadinya akumulasi Clor dalam tanah sebagai akibat sampingan dari penggunaan KCL.

SEKALI SETAHUN

Penggunaan abu tandan sebagai pupuk KCL sebaiknya hanya diberikan setahun sekali.Kalau dalam satu tahun dilakukan dua kali pemupukan,maka pemupukan dengan KCL dan pemupukan kedua dengan abu tandan atau sebaliknya.

Sedangkan banyaknya abu tandan yang diberikan dikonversikan dengan pupuk KCL yang biasa dipakai,konversi ini juga tergantung pada lamanya abu tandan disimpan,yakni bobot au tandan yang baru keluar dan inceneratorpada temperature 25oC.

Penggunaan abu tandan ini diharapkan akan lebih membantu para petani kelapa sawit dalam memelihara tanamannya.Sementara mengenai pengadaannya hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan kerjasama dengan pabrik pengolahan kelapa sawit yang terdapat di lokasi keun atau yang menampung buah dari perkebunan.

Adapun cara pemberian abu tanda pada tanaman kelapa sawit,yakni abu tandan ini dapat diberikan sama seperti halnya dengan pupuk lainnya,dengan cara disebarkan di sekitar bokoran atau piringan kelapa sawit

Hama dan Penyakit Pada Tanaman Buncis

Hama dan Penyakit Pada Tanaman Buncis


BUDIDAYA tanaman buncis ti(Phaseolus vulgaris L.) tidaklah terlalu sulit dan perlakuannya sama dengan tanaman sayuran lain. Kecuali untuk jenis kacang buncis tertentu harus diberi lanjaran karena tanamannya merambat.Hal yang penting bahwa ‘usahatani, budidaya tanaman buncis secara intensif sangat menguntungkan, karena konsumennya yang cukup banyak,sehingga pasarnya cukup terbuka lebar baik di dalam maupun luar negeri.

Namun ternyata,tanaman buncis cukup rentan terhadap serangan hama maupun penyakit, sehingga perlu diwaspadai oleh para petani yang tengah melakukan budidaya komoditi sayuran ini.Adapun beberapa hamadan penyakit yang umumnya menyerang tanaman buncis antara lain:

HAMA

· Kumbang daun yang disebabkan oleh kumbangHenose-pilachna signatipennis atau Epilachna signatipennis, sering disebut kumbang daunepilachna yang termasuk famili Curculionadae. Bentuk tubuhnya oval, warna merah atau coklat kekuningan, panjang antara 6-8 mm. Untuk mengendalikannya yakni dengan cara: 1) bila sudah terlihat adanya telur, larva, maupun kumbangnya, maka dapat langsung dibunuh dengan tangan; 2) dengan pestisida organik (dengan campuran bw.putih, cabe rawit, jahe, jeruk, sambiloto) ; dan 3) rotasi tanaman dengan tanaman yang bukan inang.

Lalat kacang disebabkan oleh lalat Agromyza phaseoli yang termasuk dalam familiAgromyzidae. Lalat betina dan jantan mempunyai ukuran yang berbeda. Lalat betina mempunyai panjang tubuh kurang lebih 2,2 mm, sedang yang jantan hanya 1,9 mm. Gejala yang timbul pada tanaman buncis di antaranya daun berlubang-lubang dengan arah tertentu, yaitu dari tepi daun menuju tan

gkai atau tulang daun. Bahkan gejala lebih lanjut berupa pangkal batang yang membengkok atau pecah. Kemudian tanaman menjadi layu, berubah kuning, dan akhirnya mati dalam umur yang masih muda. Apabila tidak mengalami kematian, maka tumbuhnya kerdil, sehingga produksinya sedikit. 
Adapun upaya pengendalian hendaknya dilakukan sedini mungkin yaitu pada saat pengolahan tanah. Setelah biji-biji buncis ditanam sebaiknya lahan langsung diberi penutup dari jerami daun pisang. Penanaman dilakukan secara serentak. Bila tanaman sudah terserang secara berat, maka segeralah dicabut dan dibakar atau dipendam dalam tanah. Namun, apabila serangan masih kecil, disarankan agar menggunakan pestisida organik (dengan campuran bw.putih, cabe rawit, daun/niji nimba, daun tomat, merica, sambiloto). Penyemprotan dilakukan sebanyak 2-3 kali sampai umur 20 hari,atau tergantung berat ringan serangan.

· Penggerek daun yang disebabkan oleh ulatEtiella zinckenella yang termasuk dalam familiPyralidae. Penyebarannya meliputi daerah tropis dan subtropis. Gejala yang ditimbulkannya adalah polong yang masih muda mengalami kerusakan, bijinya banyak yang keropos. Kerusakkan ini tidak sampai mematikan tanaman buncis.Pengendalian terhadap hama ini antara lain; penyemprotan dengan pestisida organik (yang dicampur dengan bw.putih, cabe rawit, daun/niji nimba, daun tomat, merica, sambiloto) . Waktu penyemprotan dilakukan segera setelah diketahui adanya serangan dan dapat diulangi beberapa kali menurut keperluan.

· Ulat penggulung daun disebabkan kehadiran ulatLamprosema indicata dan L. diemenalis, keduanya termasuk dalam famili Pyralidae. Gejalanya: daun kelihatan seperti menggulung dan terdapat ulat yang dilindungi oleh benang-benang sutra dan kotoran. Polongan sering pula ikut direkatkan bersama-sama dengan daunnya. Daun juga tampak berlubang-lubang bekas gigitan dari tepi sampai ketulang utama, hingga habis hanya tinggal urat-uratnya saja. Pengendalian: (1) membuang dan membakar daun yang telah terkangkit; (2) penyempro tan pestisida oraganik ( campuran bw.putih, cabe rawit, daun/niji nimba, daun tomat, merica,dan sambiloto). Penyemprotan dapat di ulang setiap 7 hari sampai tanaman terbebas dari hama tersebut.

· Kutu daun ini disebabkan oleh Aphis gossypii, yang termasuk dalam famili Aphididae. Sifatnya polibag dan kosmopolitan yaitu dapat memakan segala tanaman dan tersebar di seluruh dunia. Tanaman inangnya bermacam-macam, antara lain kapas, semangka, kentang, cabai, terung, bunga sepatu dan jeruk. Warna kutu ini hijau tua sampai hitam atau kuning coklat.Adapun gejala seranganhama : pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan batang memutar (memilin), daun menjadi keriting dan berwarna kuning. 
Untuk mengendalikan hama ini yang harus dilakukan antara lain: (1) secara alami, yaitu dengan cara memasukkan musuh alaminya, antara lain lembing, lalat dan jenis Coccinellidae; (2) menggunakan pestisida organik (dengan campuran bw.putih, bw.merah, cabe rawit, daun/niji nimba, daun tomat, merica, sambiloto).Bila setelah disemprotkan masih terdapat hamanya, maka penyemprotannya dapat diulang setiap 7-14 hari sekali.

· Ulat jengkal semu tiada lain disebabkan oleh ulat jengkal semu.Ada dua dua spesies yang terdapat diperkebunan buncis, yaitu Plusia signata(Phytometra signata) dan P. chalcites. Keduanya termasuk kedalam famili Plusiidae. Panjang ulat P. chalcites kurang lebih 2 cm berwarna hijau dengan garis samping berwarna lebih muda. Gejala yang timbul antara lain: daun-daun berlubang,tanaman menjadi kerdil. 
Pengendalian yang dapat dilakukan: (1) secara mekanik, yaitu dibunuh satu persatu, namun tidak efektif; (2) sanitasi, yaitu dengan membersihkan gulma-gulma yang dapat dijadikan sebagai tempat persembunyian hama tersebut; (3) dengan pestisida organik(campuran bawang putih, cabe rawit, daun/niji nimba, daun tomat, merica, dansambiloto) dengan dosis di perbesar.

PENYAKIT

· Penyakit Antraknosa yang oleh cendawanColletotrichum lindemuthianum, termasuk dalam famili Melanconiaccae.. Gejala adanya serangan penyakit ini adalah: terdapat bercak-bercak kecil berwarna coklat karat pada polong buncis muda dan bercak hitam atau coklat tua di bagian batang tanaman tua. Untuk mengendalikannya: memakai benih yang benar-benar bebas dari penyakit; pergiliran tanaman, maksudnya untuk memotong siklus hidup cendawan tersebut. Pergiliran tersebut dapat dengan tanaman lobak, wortel atau kol bunga; danpenyemprotan pestisida organik.

· Penyakit bercak daun ini biasanya disebabkan oleh kehadiran cendawan Cercospora canescens, termasuk dalam famili Dematiaceae. Sporanya dapat disebarkan melalui air hujan, angin, serangga, alat-alat pertanian, manusia dan lain-lain. Gejala yang timbul akibat serangan penyakit ini adalah daun berbercak-bercak kecil berwarna cokelat kekuningan. Lama-kelamaan bercak akan melebar dan bagian tepinya terdapat pita berwarna kuning. Akibat lebih parah, daun menjadi layu lalu berguguran. Bila sampai menyerang polong, maka polong berbercak kelabu serta biji yang terbentuk kurang padat dan ringan. 
Sementara itu,untuk mengendalikannya dengan cara sbb: sebelum ditanam benih buncis direndam air panas dengan suhu 48 derajat C selama 30 menit, rotasi tanaman, rotasi tanaman, memotong bagaian tanaman yang telah terserang,dan penyemprotan dengan pestisida organik. Penyemprotan diulang dengan selang waktu 5-15 hari agar lebih efektif.

· Penyakit embun tepung disebabkan oleh cendawan Erysiphe polygoni, yang termasuk dalam famili Erysiphaceae. Gejala tanaman buncis yang terserang penyakit ini : daun, batang, bunga dan buah berwarna putih keabuan (seperti beludru). Apabila serangan pada bunga ringan, maka polong masih dapat terbentuk. Namun bila gagal serangannya berat akan dapat menggagalkan proses pembuahan, bunga menjadi kering dan akhirnya mati. Bila polong yang diserang maka polong tidak gugur, tetapi akan meninggalkan bekas berwarna cokelat surat sehingga kualitasnya menurun. 
Dalam upaya mengendalikan penyakit ini yang harus dilakukan petani yakni: bagian-bagian yang sudah terserang sebaiknya dipotong atau dibakar,dan dapat juga disemprot dengan pstisida organik. Atau dapat juga dilakukan penghembusasn dengan tepung belerang.

· Penyakit ujung keriting disebabkan kehadiranvirus mosaik keriting, yang penularannya biasanya melalui vektor serangga yaitu sejenis kutu loncat dari famili Yassidae. Dari tingkat muda sampai dewasa, kutu ini dapat menjadi pembawa (carrier) virus tersebut. Pada umumnya,serangan penyakit ini menimbulkan gejala berupa daun-daun muda menjadi keriting dan berwarna kuning, sedangkan daun yang sudah tua menggulung atau memilin. Biasanya daun-daun terasa lebih kaku, tangkai daun mengeriting ke bawah dan batang tidak normal. Tanaman muda yang terserang menjadi kerdil. Pengendalian terhadap penyakit ini yang harus dilakukan petani adalah menanam bibit yang tahan penyakit seperti spurt dan strike,mencabut dan membakar tanaman yang telah terserang penyakit,dan melakukan penyemprotan pestisida organik

· Penyakit hawar daun ini disebabkan adanyabakteri Xanthomonas campestris dari familiPseudomonadaceae. Bakteri ini dapat berkembang pada suhu lebih dari 20 derajat C dan suhu optimum 30 derajat C. Hidupnya bisa bertahan beberapa tahun di dalam biji, tanah dan sisa-sisa tanaman yang sakit. Tanaman buncis yang terserang penyakit ini biasanya akan terlihat bercak kuning di bagian tepi daun, kemudian meluas menuju tulang daun tengah. Daun terlihat layu, kering dan berwarna cokelat kekuningan. Bila serangannya hebat, daun berwarna kuning seluruhnya dan akhirnya rontok. Kemudian gejala tersebut dapat meluas ke batang, sehingga lama-kelamaan tanaman akan mati. Pengendalian yang dapat dilakukan yakni memakai benih yang bebas dari penyakit,dan selalu menjaga kebersihan lahan tanaman dari gulma dengan melakukan penyiangan.

· Penyakit busuk lunak umumnya disebabkan olehbakteri Erwinia carotopora, termasuk dalam famili Enterobacteriaceae. Bakteri ini hanya menyerang bila ada bagian tanaman yang luka, misalnya,karena gigitan ulat atau memang sudah sakit akibat penyakit lain. Serangan ini dapat terjadi di lapangan atau penyimpanan. 
Gejala serangan penyakit busuk lunak ini yakni daun berbercak, berair dan warnanya menjadi kecokelatan. Gejala ini akan cepat menjalar ke seluruh bagian tanaman sehingga tanaman menjadi lunak, berlendir dan berbau busuk. Kadang-kadang juga bisa roboh bila yang terserang batangnya.Dalam upaya mengendalikannya antara lain: membakar dan membuang tanaman yang telah terjangkit penyakit; menjaga kebersihan lingkungan tanaman,dan penyemprotan dengan pestisida organik Penyemprotan dapat dilakukan setiap 7-10 hari sekali. Penggunaan pestisida dapat dengan dioleskan pada bagian tanaman yang sakit sudah cukup efektif.

· Penyakit karat karena adanya cendawanUromyces appendiculatus, termasuk dalam ordoUredinales. Cendawan ini masih dapat bertahan pada bagian tanaman yang sakit walaupun iklimnya kering. Serangan akan kembali menghebat pada musim hujan. Penyebarannya dapat melalui hembusan angin, percikan atau aliran air, serangga maupun terbawa dalam pengangkutan bibit-bibit tanaman di daerah lain.Adapun gejala yang timbul akibat serangan penyakit karat ini yakni: pada jaringan daun terdapat bintik-bintik kecil berwarna cokelat baik dipermukaan daun sebelah atas maupun bawah dan biasanya dikelilingi oleh jaringan khlorosis. Pada varietes yang tahan, gejalanya hanya berupa bintik-bintik cokelat saja. Pengendalian terhadap penyakit ini yang harus dilakukan sebagai berikut:menanam bibit buncis yang tahan terhadap penyakit karat, yaitu manoa wonder, mencabut dan membakar tanaman yang telah terjangkit, menggunakan pestisida organic. Penyemprotan pestisida organik ini dilakukan bila intensitas serangan mencapai 10% dengan selang waktu 7 hari. Penyemprotan dengan pestisida organik efektif dan ramah lingkungan.

· Penyakit layu umumnya disebabkan oleh seranganbakteri Pseudomonas sollanacearum,termasuk dalam famili Pseudomonadeceae.Adapun gejala serangannya yakni tanaman akan terlihat layu, menguning dan kerdil. Bila batang tanaman yang terserang dipotong melintang, maka akan terlihat warna cokelat dan kalau dipijit keluar lendir berwarna putih. Kadang-kadang warna cokelat ini bisa sampai ke daun. Akar yang sakit juga berwarna cokelat. Pengendalian yang dilakukan antara lain : penyiraman tanaman dengan air yang bebas dari penyakit, dengan rotasi tanaman selama 2 tahun,dan penyemprotan dengan fungsida Agrept 20 WP dengan konsentrasi 0,5-1 gram/liter air. 
Selain itu, penyebab layu dengan gejala diatas disebabkan oleh cendawan Fusarium oxyporum, termasuk dalam famil Stilbellaceae. 
Sedangkan gejalanya yang terlihat seperti gejala 1 di atas dengan sedikit perbedaan. Perbedaannya yaitu bila batang yang terserang dipijit tidak mengeluarkan lendir.Untuk mengendalikannya dengan cara pengendalian hampir sama dengan cara pengendalian Pseudomonas. Untuk mengendalikan cendawan ini dapat digunakan campuran jelatang, kapur, kelor,dan mulsa daun bambu (pestisi organik) ini disemprotkan pada semua batang merata.Ini dinilai cukup efektif.

· Penyakit damping off akibat adanya cendawanPhytium sp, termasuk dalam famili Phytiaceae. Penularannya dapat melalui tanah maupun biji. Serangannya akan sangat hebat bila suhu dan kelembaban udara cukup tinggi.Pada umumnya,serangan penyakit ini menimbulkan gejala yakni bagian batang yang terletak di bawah keping biji (hipokotil) berwarna putih pucat karena mengalami kerusakan klorofil. Akibatnya terjadi nekrosa secara cepat, jaringan yang berada di atas tanah menjadi mengkerut dan mengecil sehingga batang tidak kuat lagi menyangga kotiledon dan kemudian tanaman menjadi roboh. 
Pengendalian terhadap penyakit ini cukup sederhana, yaitu menyiram tanaman dengan air yang bebas penyakit,dan menyemprotkan pestisida organik yang telah disesuaikan dengan kebutuhan.

Dengan mengetahui adanya serangan hama maupun penyakit sedini mungkin,maka diharapkan hasil produksi tanaman buncis pada saat panen pun akan melimpah,sehingga memberikan keuntungan yang sangat besar.

Sebab,bila dalam pelaksanaan budidaya tanaman buncis sudah baik, artinya sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan budidaya secara intensif ,maka produksi perhektar dapat mencapai 150 kwintal polong segar.Berapa keuntungan yang bias dikantongi petani yang melakukan ‘usahatani’ budidaya tanaman buncis.

Brokoli dan Khasiatnya



Selain enak dan lezat dimakan, brokoli sejak lama sudah dikenal sebagai sayuran yang berkhasiat. Bahkan, sudah menjadi rahasia umum bahwa brokoli mengandung sebuah senyawa bernama sulforaphane, yang diyakini berkhasiat untuk melawan kanker. Apakah hanya itu saja manfaat brokoli? Tentu tidak!

Tanaman brokoli konon berasal dari daerah Mediterania. Asal tahu saja, sejak zaman Yunani kuno, tanaman ini sudah dibudidayakan. Brokoli masuk ke Indonesia sekitar tahun 1970-an. Saat ini, dengan mudah kita bisa membeli brokoli bahkan di pasar tradisional sekali pun.

Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau. Kepala bunga tersebut tersusun rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar dikelilingi dedaunan. Bentuk brokoli sendiri mirip dengan kembang kol, namun berbeda warna — brokoli hijau dan kembang kol putih.

Sebagai makanan, brokoli biasanya direbus atau dikukus. Dapat pula dimakan mentah jika mau. Di dalamnya banyak terkandung vitamin C dan serat makanan. Ia juga mengandung senyawa glukorafanin yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane). Namun tidak hanya kanker yang bisa diberantas oleh brokoli. Berdasar hasil penelitian, kandungan yang terdapat dalam sayuran berbentuk pohon beringin kecil ini berpotensi mengobati sejenis penyakit kulit. Selain itu, brokoli mengandung senyawaan isotiosianat yang, sebagaimana sulforafana, ditengarai memiliki aktivitas antikanker.

Selengkapnya, berikut ini kandungan senyawa yang terdapat pada brokoli: air, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, vitamin (A, C, E, tiamin, riboflavin, nikotinamide), kalsium, betakaroten, dan glutation. Selain itu, brokoli mengandung sulforafan dan iberin yang merangsang pembentukan glutation.

Walau sudah cukup lama diyakini dapat membantu jantung tetap sehat, namun khasiat brokoli yang lain secara medis baru belakangan ini diketahui. Beberapa manfaat sayuran brokoli bagi kesehatan tubuh di antaranya:
  • Mencegah gangguan pernafasan
  • Meningkatkan daya kerja otak
  • Mengatur tingkat gula darah
  • Menetralkan zat penyebab kanker
  • Melindungi sistem kekebalan tubuh
  • Meningkatkan kecantikan kulit

KHASIAT TANAMAN KEMUNING


Tanaman Kemuning merupakn tanaman liar yang biasa ada pada semak-samak serta sebagai tanaman hias pada umumnya. Nama latin dari tanaman kemuning adalah (Murraya paniculata [L..] Jack.). Tanaman obat kemuning di Indonesia harus dilestarikan dan dibudidayakan.

Info seputar khasiat dan kegunaan tanaman kemuning bisa anda dapatkan sekarang juga.

Bagian yang digunakan sebagai obat:
Daun, ranting dan akar. Kulit batang juga berkhasiat obat.
Daun dan ranting berguna untuk mengatasi:
- radang buah zakar (orchitis), radang saluran napas (bronkitis), infeksi saluran kencing, kencing nanah,
- keputihan,
- datang haid tidak teratur,
- lemak tubuh berlebihan, pelangsing tubuh, nyeri pada tukak (ulkus), sakit gigi,
- kulit kasar.
Akar berguna untuk mengatasi:
- memar akibat benturan atau terpukul, nyeri rematik, keseleo,
- digigit serangga dan ular berbisa, bisul, ekzema, koreng.
- epideniik encephalitis B.
Kulit batang berguna untuk mengatasi:
- sakit gigi, nyeri akibat luka terbuka di kulit atau selaput lendir (ulkus).
Cara pemakaian obat tradisional:
Akar dan daun kering sebanyak 9- 1 5 g atau daun segar sebanyak 30-60 g, direbus atau direndam arak, lalu rninum. Untuk pemakaian luar, daun segar dipipis lalu diletakkan pada tempat yang sakit, atau direbus, airnya untuk cuci.

Informasi selengkapnya kegunaan tanaman obat kemuning di masyarakat Indoesi

Bisul
Akar kemuning kering sebanyak 30 g dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa l gelas. Setelah dingin disaring Lalu diminum. Sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Rematik, keseleo, memar
Akar kemuning kering sebanyak 15 – 30 g dicuci Lalu dipotong- potong seperlunya. Tambahkan arak dan air masing-masing 1 1/2 gelas, Lalu direbus sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, Lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Memar
Kemuning dan kaca piring, masing-masing daun segar, sama banyak, dicuci lalu digiling halus.Tambahkan sedikit arak sambil diaduk di atas api. Hangat-hangat ditempelkan pada bagian tubuh yang memar.

Nyeri rematik sendi
Akar kemuning dan akar tembelekan (Lantana camara) dicuci, tambahkan 3 pasang kaki ayam. Semua bahan dipotong-potong seperlunya Lalu tambahkan air secukupnya sampai terendam. Semua bahan tersebut Lalu ditim. Hangat-hangat lalu airnya diminum sekaligus.

Sakit gigi
Minyak yang keluar dari kulit batang kemuning yang dibakar diteteskan ke dalam gigi yang berlubang.

Melangsingkan badan
Daun kemuning segar dan daun mengkudu (Morinda citrifolia) masing-masing segenggam penuh dan temu giring sebanyak 1/2 jari kelingking ditumbuk halus. Tambahkan 1 cangkir air masak sambil diaduk merata. Peras dengan sepotong kain. Air yang terkumpul diminum sekaligus pada pagi hari sebelum makan.

Radang buah zakar:
9 Daun kemuning segar sebanyak 60 g dan herba sambiloto sebanyak 35 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.
Infeksi saluran kencing:
Daun kemuning segar sebanyak 35 g dicuci lalu tambahkan 3 gelas air bersih. Rebus sampai airnya tersisa separonya. Setelah dingin disaring dan diminum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
Datang haid tidak teratur:
Daun kemuning dan daun pacar kuku (Lawsonia inermis) masing- masing bahan segar sebanyak 1/2 genggam, rimpang temulawak 1 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air bersih Lalu direbus sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
Kulit kasar
Daun kemuning segar sebanyak 30 g dicuci Lalu ditumbuk sampai lumat. Tambahkan air bersih 1 gelas sambil diaduk rata. Bahan tersebut lalu dilulurkan pada kulit sebelum tidur.
Catatan dan peringatan:
- Di luar negeri sudah dibuat obat paten dengan nama Tongzhongling.
- Kapsul prolipid juga mengandung tumbuhan obat ini.


sumber:http://www.blogiztic.net/

Bunga Kamboja dan Manfaatnya


Kamboja (Plumeria rubra L.cv. Acutifolia.) daerah asal tumbuhan ini dari Amirika tropik dan Afrika. Pohon ini termasuk tanaman hias, masuk dalam keluarga Apocynaceae. Bunganya terdiri dari beberapa jenis antara lain : putih dan merah atau jepang. Batangnya berupa batang berkayu keras tinggi, mencapai 6 meter, percabangannya banyak, batang utama besar, cabang muda lunak, batangnya cenderung bengkokdan bergatah. Nama lain dari kamboja antara lain Plumeria acuminata, Ait. P. acuminata, Roxb.P. acutifolia, Poir.P. alba, Blanco.P.obtusa, Lour. P. rubra, Linn, from acutifolia Woods. P. rubra, Linn. var. acutifolia (Poir) Bailey. Daun kamboja merupakan daun hijau, berbentuk lonjong dengan kedua ujungnya meruncing dan agak keras dengan urat-urat daun yang menonjol, sering rontok terutama saat berbunga lebat. Sedangkan Bunganya berbentuk terompet, muncul pada ujung-ujung tangkai, daun bunga berjumlah 5 buah, berbunga sepanjang tahun. Tanaman kamboja bisa tumbuh subur di dataran rendah sampai ketinggian tanah 700 meter diatas permukaan laut, tumbuh subur hampir di semua tempat dan tidak memilih iklim tertentu untuk berkembang biaknya. Nama lokal tanaman ini antara lain :
>< Kamboja ( Indonesia ),
>< Semboja ( Jawa ),
>< Bunga jebun ( Bali );
>< Samoja, Kamoja ( Sunda ),
>< Bunga lomilate ( Gorontalo );
>< Campaka molja/ bakul ( Madura ),
>< Pandam ( Minangkabau );
>< Karasuti, Kolosusu, Tintis ( Minahasa ),
>< Capaka kubu ( Tidore ).s Getah Pohon Kamboja (Plumeria acuminata) mengandung senyawa sejenis karet, triterpenoid amyrin, lupeol, kautscuk dan damar. Kandungan minyak menguapnya terdiri dari geraniol, sitronellol, linallol, farnesol dan fenetilalkohol.

Beberapa khasiat tanaman kamboja:
Mengobati radang kulit. Caranya, ambil getah kamboja dari batangnya lalu campurkan dengan beberapa tetes minyak kelapa. Bubuhkan / usapkan pada kulit yang terkena peradangan.

Menyembuhkan urus-urus. Caranya, ambil sedikit getah kamboja lalu campurkan dengan 1/2 gelas air hangat. Minum ramuan ini.

Pencuci darah. Caranya, ambil kulit batang kamboja secukupnya, kemudian rebus dan ambil airnya. Minum ramuan ini (rasanya pahit).

Menutup gigi berlubang. Caranya, ambil beberapa tetes getah kulit kamboja, lalu lumaskan pada kapas, dan gunakan untuk menutup gigi yang berlubang. Lakukan 1 kali sehari. Hati-hati jangan sampai kena gigi yang tidak berlubang

Hentikan Pendarahan dengan Jengger Ayam

CANTIK - Di balik bunganya yang cantik, jengger ayam ternyata sanggup menghentikan pendarahan dan sahabat mata. Hendri Nova

Tumbuhan yang satu ini lebih sering dijadikan tanaman hias oleh kaum ibu-ibu. Meski sebenarnya, ia mampu menghentikan banyak pendarahan. Sebutlah pendarahab seperti pada batuk darah, muntah darah, mimisan, dan wasir berdarah.

Mungkin hanya orang Minang yang sudah tua-tua saja, memiliki pengetahuan akan khasiatnya. Maklum, orangtua-orangtua terdahulu belum banyak mengenal obat kimia, sehingga herba menjadi andalan utama. 

Jengger ayam sebagaimana dimuat id.wikipedia.org termasuk tanaman bunga dari famili Amaranthaceae. Bentuk bunganya menyerupai daging merah yang tumbuh dibagian kepala ayam jantan. Karena itulah, bunga ini lebih akrab disebut jengger ayam atau ada juga orang Minang yang menyebutnya sebagai bunga bayam. Alasannya karena memang mirip tumbuhan bayam.

Sementara di tempat lain, namanya juga bermacam-macam. Di Sulawesi ia dikenal dengan nama tatara manuk, sapiri manu, bunga api-api, laya, langgelo, kaputi ayam, rangrang jangang, bunga lali manu, dan puwari sawito. Sedangkan di Jawa, lebih akrab dengan sebutan jawer hayam (bahasa Sunda), jawer kotok, bayem cenggeng, jhanggar ayam atau rebha mangsor.

Daerah lainnya di Sumatera, menyebutnya dengan nama celala, banda ulu, dan bunga tali. Untuk orang Maluku disebut dengan nama Wire, kolak, toko, marerede, sule-sule. Sementara orang Nusa Tenggara mengenalnya dengan nama janggar siap, ndae ana sina atau bunak manula larit.

Dari ciri fisik, tanaman semusim ini tumbuh tegak dengan tinggi antara 60 cm - 90 cm. Pada umumnya tidak tumbuh liar, melainkan di taman-taman atau halaman rumah sebagai tanaman hias. Tumbuh subur di ketinggian 1000 m di atas permukaan laut.

Batangnya tebal dan kuat dengan daun tunggal, tumbuh berseling, berbentuk bulat telur sampai memanjang dengan panjang 5 cm - 12 cm dan lebar 3,5 cm - 6,5 cm. Daunnya berujung runcing, bertepi rata dan berwarna hijau dengan sedikit garis merah di tengah-tengah daun.

Jengger ayam memiliki rasa manis dan sejuk dan dapat digunakan untuk anti radang, menghentikan keputihan dan menerangkan pengelihatan. Tanaman ini dapat menghentikan perdarahan, seperti pada batuk darah, muntah darah, mimisan, dan wasir berdarah. 

Sementara bunganya mengandung minyak lemak, kaempferitrin, amaranthin, dan pinitol. Sedangkan pada daun terdapat saponin, flavonoida, dan polifenol.

Jadi jangan sepelekan tumbuhan ini, karena juga bagus untuk mata. Tak ada salahnya bukan, mencobanya sebagai pengobatan herbal? Insya Allah tanpa efek samping (Berbagai Sumber). Hendri Nova