Minggu, 23 Januari 2011

Cara Bercocok Tanam Bawang Merah

Bawang merah merupakan tanaman semusim yang biasanya di tanam di dataran rendah. Namun dapat pula di tanam di dataran tinggi yang ketinggiannya tidak lebih dari 1200 m dari permukaan laut. Namun hasil yang di dapat dari kedua tempat itu, berbeda. Bawang merah yang ditanam di dataran tinggi memiliki umbi yang lebih kecil daripada bawang merah yang ditanam di dataran rendah. Berikut adalah cara menanam bawang merah.

Cara Menanam Bawang Merah

  • Tanah diolah terlebih dahulu dengan digaru dan disebar pupuk kandang dengan dosis 0,5 – 1 ton / 1000m2.
  • Tanah yang di gunakan adalah tanah berjenis Alluvial.
  • Tanah yang telah diolah dibuatkan saluran air dengan lebar antara 40-50 cm dan memiliki kedalaman 50cm.
  • Untuk mengatasi pH tanah yang kurang, maka tanah harus diberi Dolomit kurang lebih 1,5 ton/ hektare dan disebarkan di atas tanah dan biarkan selama dua minggu.
  • Untuk mencegah agar tanaman bawang merah tidak terserangpenyakit layu maka tanah harus ditaburi dengan GLIO 100gr dicampur dengan pupuk kandang, lalu biarkan selama 1 minggu.
  • Pilihlah umbi bibit yang bagus. Biasanya ukuran umbi bibit yang bagus adalah 3-4gram. Umbi dan umbi bibit tersebut telah disimpan selama 2-3 bulan dalam ikatan di mana umbi tersebut masih memiliki daun.
  • Tanda-tanda bahwa umbi itu sehat adalah bentuk umbi yang tidak keropos, kulit umbinya tidak terkelupas dan berkilau.
  • Umbi bawang merah mulai di tanam pada musim kemarau dengan jarak tanam 15cm x 15cm.
  • Jika Umbi bawang merah di tanam pada musim hujan maka jarak tanamnya adalah 20cm x 15cm.
  • Lubang tanam untuk menanam umbi bawang merah itu harus di buat setinggi umbi dengan menggunakan alat penugal.
  • Masukkan umbi bawang merah ke dalam lubang-lubang tanam dengan gerakan seperti memutar sekrup, dan ujung umbi bagianatas tampak rata dengan permukaan tanah.
  • Setelah umbi itu ditanam, lakukanlah penyiraman dengan menggunakan embrat yang halus.
  • Pemupukan susulan dilakukan saat tanaman bawang merah telah berumur kurang lebih 10 sampai 15 hari dan pada saat tanaman berumur 30 – 35 hari.
  • Pemberian pupuk campuran dengan komposisi Urea 75-100kg/ ha, ZA 150 – 250kg/ ha dan Kcl 75-100kg/ ha. Campuran pupuk ini di aduk rata dan disebarkan di atas tanah sepanjang garis tanam.
  • Agar pertumbuhan bawang merah bagus maka tanaman bawang ini memerlukan air dalam jumlah yang harus cukup untuk pertumbuhannya. Penyiraman di saat musim kemarau dilakukan sebanyak satu kali dalam sehari, pagi hari atau sore hari saja, sejak tanam hingga saatnya tanaman bawang tersebut dipanen.
  • Penyiangan gulma yang hidup di sekitar tanaman bawang merah dilakukan minimal dua kali dalam musim, yaitu pada saat menjelang pemupukan susulan.
  • Kegiatan membumbun sebaiknya dilakukan pada saat tanamanbawang berumur 30 sampai 45 hari setelah tanam.
  • Bawang merah siap panen saat umurnya kurang lebih 60-70 hari setelah tanam dengan tanda-tanda daun telah rebah atau batangnya telah lunak.
  • Panen sebaiknya dilakukan saat cuaca cerah agar bawang merah tidak lekas busuk.
  • Setelah memanen bawang merah yang diikat dalam ikatan-ikatankecil, jemurlah bawang merah ini selama 5-7 hari.
  • Setelah kering, bawang merah siap dipasarkan.

Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian

Indonesia adalah karunia Tuhan, negeri yang subur kaya akan hasil bumi. Bermacam tumbuhan tumbuh dengan subur baik yang liar ataupun yang dibudidayakan manusia. Secara umum komoditi pertanian utamanya jenis hortikultura adalah jenis mempunyai varian paling banyak di antara kategori tanaman pertanian lainnya.

Dan jenis ini juga seperti kebanyakan tanaman pertanian lainnya juga menanggung banyak kendala, dimulai dari aspek budidaya di lapangan hingga kepada tahap akhir pengelolaan hasil pertanian. Alasan lain yaitu bahwa produk ini adalah produk musiman dan juga bahan hasil pertanian ini diketahui mudah mengalami kerusakan yang dapat saja terjadi saat proses pemanenan ataupun saat proses pengemasan. Sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut tepatnya lagi di perlukan suatu teknologi hasil pertanian agar tidak terjadi penurunan mutu atau kualitas hasil panen.

Perlakuan hasil demikian diberikan sesuai dengan sifat-sifat dari setiap bahan hasil pertanian yang ditangani, mengapa? Hal ini dikarenakan faktor penurunan mutu umumnya ditentukan oleh sifat-sifat bahan komoditi pertanian tadi dan pemahaman tentang hasil produk pertanian tersebut dapat juga berguna dalam pemanfaatan produk lebih lanjut.

Penerapan teknologi hasil pertanian ini diharapkan setidaknya mampu mengurangi laju penurunan mutu hasil panen yang mana ini sudah menjadi masalah sejak dahulu sehingga imbasnya dapat saja mengurangi pendapatan petani.

Teknologi pengolahan produk pertanian

Sudah bukan zamannya lagi kita ketinggalan informasi seputar pertanian, saat sekarang informasi seputar pertanian yang sampai kepada petani sudah jauh berkembang, dan telah memberikan begitu banyak kemajuan bagi pertanian di tingkat bawah bahkan dalam pengaplikasiannya dibuat sesederhana mungkin sehingga dapat dengan mudah di pahami oleh petani

Belakangan ini banyak di kembangkan berbagai inovasi baru seputar pengolahan hasil pertanian dan sudah diuji kelayakannya di laboratorium dan bahkan telah disebar luaskan di berbagai media baik itu bulletin, atau informasi lewat televisi. Teknologi ini di maksudkan agar memberi pengetahuan kepada petani tentang cara pengolahan hasil-hasil pertanian dan meningkatkan nilai jual produk pertanian. Disisi lain dapat juga sebagai pemacu pengembangan agroindustri produk olahan pertanian.

Mendukung program pengembangan agroindustri produk olahan saat ini telah dikembangkan berbagai alat-alat atau mesin pertanian yang di desain khusus untuk produk hortikultura tersebut, memudahkan bagi petani dalam penanganan produk sehingga lebih memaksimalkankualitas dan peningkatan nilai jual di pasaran dengan demikian harapan akan peningkatan kualitas produk dan peningkatan nilai tambah produk dapat terjamin.

Mudahnya Budidaya Bawang Merah

Berdasarkan penelitian di India, allyl propyl yang terkandung dalam bawang merah dapat mempengaruhi metabolisme gula dalam hati, sehingga dapat mencegah kerusakan insulin. Sedangkan insulin ini sangat berguna untuk menurunkan kadar gula dalam darah.

Bawang merah menempati posisi yang penting dalam agro industri di Indonesia. Banyaknya permintaan bawang merah yang cenderung naik dan harganya yang stabil membuat banyak kalangan tertarik untuk melakukan budidaya bawang merah sendiri. Sebenarnya budidaya bawang merah ini tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut ini adalah tips untuk melakukan budidaya bawang merah.

Pemilihan Bibit yang Baik

Bibit bawang merah yang baik adalah bibit yang memiliki berat 3-4 gram/ umbi, berukuran sedang, berdiameter 1, 5 - 2 cm, bentuk umbi simetri tidak terkelupas, bebas organisme penggangu, sehat, tidak cacat, serta tidak mengandung hama dan penyakit.dan telah disimpan selama 2-3 bulan sebelumnya.

Sebelum bibit ditanam, bibit bawang merah sebaiknya dicelupkan pada larutan bakterisida dan fungisida pada bagian akarnya, dengan cara direndam dalam larutan pupuk NASA. Campurkan 1 tutup botol pupuk NASA dengan 1 liter air, lalu taburkan GLIO secara merata pada umbi bibit yg telah direndam NASA, simpan selama 2 hari. Setelah itu, bibit siap ditanam.

Persiapan Lahan

Setelah tersedia bibit yang baik seperti di atas, proses selanjutnya adalah penanaman. Namun sebelum bibit ditanam di lahan, pastikan tanah telah siap digunakan. Persiapan lahan yang paling penting adalah pemupukan tanah. Sebarkan pupuk (kandang atau urea) sebanyak ± 0,5-1 ton/ 1000 m2, lalu digemburkan, dan biarkan selama seminggu.

Setelah pemupukan dilakukan, proses selanjutnya adalah membuat bedengan berbentuk petak-petak tempat dimana bawang merah akan ditanam. Di antara bedengan tersebut dibuatkan saluran air sebagai tempat keluarnya air mengalir. Ukuran bedengan per petaknya sekitar 100 - 200 cm dengan lebar saluran airnya 40 - 50 cm dan kedalamannya 50 cm.

Penanaman Bibit

Bawang merah akan tumbuh optimal dengan tanah ber-pH 5.6 - 6.5, dan suhu 25-32 derajat C. Untuk itu, sebelum bibit ditanam sebaiknya tanah disiram terlebih dahulu, bahkan kalau perlu dibuat atap dengan jarak yang cukup tinggi untuk menjaga bibit yang baru ditanam dari panas yang terlalu terik dan hujan.

Untuk tiap lubang ditanam satu buah umbi bibit. Setiap 1 bibit ditanam dengan jarak 10 x 12 cm pada musim penghujan dan jarak 10 x 10 cm untuk musim kemarau. Pastikan seluruh bagian umbi bibit yang ditanam dibenamkan ke dalam permukaan tanah.

Pemeliharaan dan Perawatan

Untuk mendapat hasil maksimal, bibit yang telah tumbuh harus dirawat agar terus tumbuh dengan baik, karena adanya penyakit bawang dan hama yang kerap merugikan. Di antaranya hama ulat bawang, ulat tanah, dan ulat grayak. Ulat-ulat ini kerap memakan pangkal dan ujung daun bawang. Untuk itu tanaman bawang harus rajin dibersihkan, pada saat penyiangan dilakukan pengambilan telur ulat bawang. Namun, bila populasi ulat sudah di ambang batas, semprotkan dengan virexi dengan dosis sesuai aturan.

Selain hama ulat, bawang merah rentan terkena penyakit seperti layu Fusarium dan busuk umbi. Gejala layu fusarium adalah menguningnya daun bawang. Untuk mencegahnya gunakan cairan GLIO agar penyakit tersebut dapat dihindari. Sedangkan penyakit busuk umbi mengakibatkan umbi menjadi busuk dan berbau. Untuk mencegahnya, usahakan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman lain selain bawang-bawangan.

Pemupukan dilakukan kembali pada saat bawang berumur 12, 23 dan 35 hari dengan menggunakan pupuk ZA sebesar 300 Kg untuk setiap hektarnya. Bila menggunakan pupuk KCL dosisnya adalah 100kg/ hektare dan diberikan pada saat bawang berusia 12 hari.
Pengairan

Pada awal pertumbuhan dilakukan penyiraman dua kali, yaitu pagi dan sore hari. Namun setelah itu, pengairan disesuaikan dengan kondisi tanah, yang penting tanah harus tetap basah. Karena pengairan yang kurang akan mempengaruhi kesuburan tanaman dan ukuran umbi.

Panen

Bila bawang telah berumur 60-70 hari Panen dilaksanakan saat tanaman umur 65-75 daunnya sudah mulai rebah dan umbi tersembul ke permukaan tanah, itu artinya bawang siap untuk dipanen. Panen dilakukan pada pagi hari yang cerah dan tanah tidak becek. Cara yang baik mencabut tanaman bawang ialah dengan mencabut daun beserta akarnya sekaligus, selanjutnya 5-10 rumpun diikat menjadi satu ikatan dan dikeringkan selama 5-6 hari.

Penyimpanan

Agar usia penyimpanan dapat bertahan lama, bawang merah diletakkan pada rak-rak bambu. Maksimal rak hanya 5 tingkat dengan jarak 40 cm ke atasnya dan 70 cm ke sampingnya. Rak tersebut harus terkenamatahari langsung dengan lantai yang sudah disemen. Setiap seminggu sekali lakukan pengasapan agar terhindar dari hama

Menanamkan Pengertian Pembangunan Pertanian pada generasi Muda

Pembangunan bangsa dan negara harus dilakukan secara menyeluruh dan seutuhnya. Salah satu aspek yang mendapat perhatian ekstra adalah bidang pertanian. Anda sudah seharusnya memahamipengertian pembangunan pertanian yang sedang digalakkan di negeri ini.

Negeri ini dikenal sebagai negeri agraris, yaitu negeri yang mayoritas penduduknya hidup dari hasil bercocok tanam. Bercocok tanam yang Anda maksudkan dalam hal ini tidak lain adalah bertani. Hanya saja, untuk saat sekarang, profesi sebagai petani sudah tidak diminati generasi muda.

Pengertian pembangunan pertanian sudah tidak akrab lagi dengan telinga anak muda. Mereka lebih peka terhadap musik dan embel-embelnya serta melupakan segala hal yang berbau kegiatan pertanian. Bahkan, jika mereka ditawari untuk hidup sebagai petani, mereka langsung menggelengkan kepala.

Hilangnya Atensi Generasi Muda

Perkembangan pola kehidupan memang membawa dampak yang sangat besar terhadap pola pikir setiap orang. Ini merupakan dampak logis dari setiap perubahan. Globalisasi memang membawa dampak hilangnya jati diri seseorang, bahkan sebuah bangsa.

Anda sebagai bangsa yang mempunyai latar belakang kehidupan sebagai petani, sungguh merasa sangat prihatin saat menyadari bahwa kehidupan petani sudah tidak menarik bagi generasi muda. Generasi muda lebih suka hidup dengan kegiatan kantoran dan industry. Mereka lebih suka menjadi seorang kuli daripada petani.

Kegiatan pertanian sudah mengalami pergeseran persepsi di hati generasi muda. Walaupun Anda telah memberi pengertian pembangunan pertanian, tetap saja tidak tertarik untuk ikut berperan di dalamnya. Mereka lebih suka menggeluti bidang lainnya. Anda tidak dapat menolaknya sebab itu memang salah satu bukti perkembanganjaman.

Pertanian Tetap yang Paling Utama

Anda harus menekankan pengertian kepada generasi muda bahwa pertanian dan bertani tetap menjadi unggulan dalam kehidupan ini. Pertanian terkait erat dengan kehidupan Anda. Tanpa pertanian, industripun tidak akan berkutik. Mereka tidak akan dapat berproduksi sebab bahan dasar mereka adalah hasil pertanian yang digarap oleh para petani.

Penanaman pengertian ini dilakukan seiring dengan upaya memberikan pengertian pembangunan pertanian kepada generasi muda. Tentunya dalam hal ini semua pihak harus aktif berperan aktif dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda. Siapa lagi yang akan menggarap tanah pertanian jika generasi muda enggan ke sawah?

Anda perlu memberikan berbagai argumentasi kepada generasi muda atas pentingnya pertanian dalam kehidupan ini. Walaupun Anda sudah mengarah pada kehidupan berbasis industri, tetapi keberadaan aspek pertanian tetap tidak dapat diabaikan. Bagaimana-pun bidang pertanian merupakan basis utama kehidupan ini.

Generasi Muda Sebagai Subyek Kegiatan

Selama ini yang terjadi dalam kehidupan Anda adalah generasi muda telah dijauhkan dari dunia orangtua. Mereka Anda kirim untuk menempuh pendidikan di mana-mana untuk setiap satuan tingkat pendidikannya. Mereka sama sekali tidak bersentuhan dengan bidang pertanian.

Dengan memperhatikan kondisi seperti itu, maka tidak aneh jika generasi muda Anda semakin jauh dari dunia pertanian. Mereka sibuk dengan urusan pendidikan, yang rata-rata tidak ada kaitan dengan duniapertanian. Pertanian menjadi semakin jauh.

Untuk mengkondisikan agar generasi muda Anda mempunyai atensi terhadap dunia pertanian, salah satu cara efektif yang dapat dilakukan adalah melibatkan mereka secara langsung dalam kegiatan pertanian. Anda beri mereka kewajiban dan tanggungjawab terhadap dunia pertanian.

Untuk dapat mendekatkan, maka kegiatan pertanian yang mungkin dapat Anda aktifkan lagi, misalnya Taruna Tania atau Pramuka Tani. Jika perlu di sekolah ada kegiatan terkait dengan kegiatan pertanian dengan anak didik sebagai pelaku utamanya.

Bidang pertanian memang sangat penting bagi kehidupan ini. Asumsi ini didasarkan pada kenyataan bahwa hasil pertanian merupakan konsumsiutama bagi kehidupan. Maka, Anda harus melibat

Sabtu, 22 Januari 2011

Usaha Sayuran: Tips Menjaga Kesegaran Sayur dan Buah

Bagi Anda pecinta sayuran dan buah-buahan, tingkat kesegaran merupakan faktor terpenting ketika Anda membeli. Anda tentunya tidak ingin membeli sayuran atau buah-buahan yang “loyo”, bukan? Tingkat kesegaran tersebut bisa mencerminkan kandungan nutrisiyang masih dimiliki oleh sayuran atau buah-buahan.

Jika Anda memiliki usaha sayurandan buah-buahan segar, berikut tips dan trik yang bisa Anda gunakan untuk menyajikan sayuran agar selalu segar dan menarik minat pembeli.

Tips Agar Sayuran Segar

Seperti telah disinggung di awal, kesegaran memberikan nilai tambah tersendiri bagi sayuran yang Anda jual. Caranya:

  • Bersihkan kandungan pestisida yang mungkin masih melekat.

Isu adanya kandungan pestisida dan racun yang mungkin melekat, membuat pecinta dan konsumen setia sayuran menjadi semakin selektif dalam memilih sayuran yang akan mereka beli. Oleh karena itu, sebagai penjual, Anda dianjurkan untuk membersihkan sisa-sisa pestisida tersebut terlebih dahulu.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah jangan terlalu keras membersihkannya karena bisa melarutkan kandungan nutrisi yang ada di dalam sayuran itu. Pembersihan bisa dilakukan dengan bantuan pembersih yang biasa dijumpai di pasaran.

  • Pisahkan sayuran berdasarkan jenisnya.

Pemisahan ini dimaksudkan untuk membedakan perlakuan masing-masing jenis sayuran. Misalnya untuk sayuran yang berjenis bunga, yang perlu Anda perhatikan adalah usahakan teksturnya terlihat cantik dan tidak terlalu lembek. Sementara itu, untuk sayuran yang berjenis umbi-umbian, usahakan sayuran Anda bertekstur keras, namun tetap memiliki bentuk yang menarik.

  • Simpan sayuran Anda dalam lemari pendingin.

Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menjagakesegaran sayuran adalah suhu ruangan di mana sayuran tersebut berada. Penjagaan temperatur tersebut dimaksudkan untuk menjaga agar nutrisi yang ada dalam sayuran tidak terbuang percuma akibat pencahayaan atau peningkatan suhu yang berlebihan.

Tips Agar Buah-Buahan Segar

Seperti halnya sayuran, buah-buahan pun memerlukan perlakuan khusus agar tampak lebih segar. Berikut ini tips dan trik yang bisa dilakukan.

  • Bersihkan kandungan pestisida yang mungkin masih melekat.

Sama halnya seperti sayuran, pada kulit buah-buahan pun terkadang masih melekat pestisida. Oleh Karena itu, upaya pembersihan perlu dilakukan. Selain itu, cara yang mungkin masih bisa dilakukan adalah dengan membeli dan memilih buah-buahan organik. Seperti telah diketahui, buah-buahan yang dihasilkan dengan pertanian organik tidak menggunakan pupuk kimia atau sintetis dalam pengolahannya.

  • Pisahkan buah-buahan berdasarkan jenis.

Pemisahan ini juga dimaksudkan untuk memudahkan calon pembeli dalam memilih. Banyak sekali cara yang dilakukan oleh pembeli dalam memilih buah yang baik. Salah satu caranya adalah mengetuk-ngetuk atau menekan pelan pada buah-buahan, seperti yang dilakukan ketika memilih buah apel.

  • Simpan sayuran dalam lemari pendingin.

Cara ini tidak jauh berbeda seperti halnya dengan penanganan sayuran.

Pembibitan Budidaya Bawang Daun

Bagi masyarakat Indonesia, kebutuhan terhadap bawang daun tampaknya tidak akan ada habisnya. Pasalnya, tumbuhan ini kerap digunakan dalam masakan khas Indonesia. Terlebih, pada peristiwa-peristiwa besar semacam lebaran. Sebagian masyarakat Indonesia akan merasa kurang jika tidak menggunakan bawang daun dalam masakannya. Oleh sebab itu, budidaya bawang daun terus dikembangkan.

Biasanya, bawang daun akan terasa lebih nikmat jika ditambahkan pada sayur kupat bersama kentang dan opor ayam. Mengingat pentingnya keberadaan bawang daun, alangkah lebih baiknya kita mengenal bagaimana pembibitan bawang daun, dalam bahasa Latin dikenal dengan sebutanAllium fistulosum L, ini dibudidayakan.

Pembibitan Benih

Ada dua cara melakukan pembibitan bawang daun. Pertama, menggunakan pembibitan benih dan kedua menggunakan pembibitan anakan. Yang akan dibahas lebih dulu adalah pembibitan melalui pembenihan. Tahap pertama penanaman bawang daun adalah pembibitan. Berikut ini merupakan tahap pembibitan bawang daun.

  1. Benih disemai di sebuah bedengan selebar 100-120cm dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.
  2. Tanah digemburkan dan diolah dengan ukuran kedalaman sekitar 30cm. Kemudian, pupuk kandang sebanyak 2 kilogram dicampurkan ke dalamnya.
  3. Bedengan diberi semacam atap berbahan plastik transparan dengan ketinggian 100-150cm di sebelah timur, sementara tinggi di sisi barat cukup 60-80cm.
  4. Benih pun ditaburkan pada sebuah garis atau larik-larik melintang dengan kedalaman sekitar 1cm dan jarak tiap-tiap larikan tidak lebih dari 10cm.
  5. Sambil menunggu kecambah muncul, tutuplah benih tersebut dengan karung goni yang basah atau bisa juga menggunakan daun pisang.
  6. Untuk merawatnya, disarankan agar penyiraman dilakukan setiap hari.
  7. Pada usia 1 bulan, saatnya bibit diberikan pupuk daun dengandosis anjuran 1/3 hingga ½ dengan cara disemprot.
  8. Nah, jika sudah berusia 2 bulan dan ketinggian bibit sudah mencapai 10cm hingga 15cm, bibit bawang daun sudah siap dipindahkan.

Pembibitan Anakan

Berikut ini adalah bagaimana daun bawang dibudidayakan menggunakan pembibitan anakan.

  1. Memilih rumpun yang hendak dibuat menjadi bibit haruslah berumur 2,5 bulan dan dalam kondisi sehat tidak terseranghama.
  2. Pembongkarannya, rumpun piliahan tadi diangkat bersama dengan akar-akarnya.
  3. Selanjutnya, tanah yang menempel dan akar atau daun tua ikut dibuang.
  4. Pisahkanlah rumpun tersebut hingga kita mempunyai rumpun baru yang terdiri dari 1-3 anakan daun bawang.
  5. Cara penanamannya adalah membuang sebagian daun dan bibit pun disimpan pada lokasi lembap serta teduh dengan durasi sekitar 5 hingga 7 hari.
  6. Bibit pun siap ditanam.

Nah, begitulah pembibitan budidaya bawang daun

Hasil Melimpah dengan Penerapan Intensifikasi Pertanian

Intensifikasi pertanian adalah salah satu usaha untuk meningkatkan hasil pertanian dengan cara mengoptimalkan lahan perhatian yang sudah ada. Intensifikasi pertanian memang sangat dianjurkan untuk diterapkan agar produk atau hasil pertanian bisa lebih banyak dengan kualitas yang lebih baik pula.

Mengoptimalkan lahan pertanianyang sudah ada, bisa dilakukan dengan beberapa cara. Apakah Anda pernah mendengar istilah panca usaha tani? Ini adalah cara yang dipakai dalam intensifikasi pertanian.


Panca Usaha Tani

Apa saja panca atau lima usaha tani yang menjadi dasar dalam intensifikasi pertanian? Berikut ini penjelasannya:


1. Pemilihan dan Penggunaan Bibit Unggul

Sebelum mulai memanfaatkan lahan pertanian, Anda harus pintar-pintar memilih bibit unggul, karena bibit yang unggul tentu akan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.

Jenis bibit unggul yang baik adalah bibit yang yang hampir tidak memiliki kekurangan. Mulai dari ukuran dan kuantitas produk yang akan dihasilkan nanti, sampai pada ketahanan bibit tersebut terhadap serangan hama. Contoh bibit unggul adalah IR 64, PB 5, atau Rajalele (untuk bibit padi).


2. Pengolahan Lahan atau Tanah Pertanian Secara Tepat

Setelah berhasil mendapatkan bibit unggul yang baik, hal yang harus dilakukan kemudian adalah mengolah tanah agar siap pakai. Mengolah tanah bisa dengan dua macam cara, yaitu menggunakan alat tradisional (cangkul) atau alat modern (traktor).

Pengolahan ini bertujuan agar tanah tidak padat dan bisa menyerap air lebih baik. Tanah yang sudah diolah, tentu akan lebih mudah untuk ditanami. Tanaman pun akan lebih mudah tumbuh dan mengambil zat-zat hara dalam tanah apabila sudah tidak padat.


3. Pengaturan Irigasi atau Saluran Air

Hal lain yang juga penting dalam intensifikasi pertanian adalah pengaturan pasokan air ke lahan pertanian. Bagaimanapun tanaman adalah makhluk hidup yang sangat tergantung akan air. Pasokan air yang cukup tentu akan sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, dan tentu saja produk yang akan dihasilkan nanti.


4. Pemberian Pupuk Sesuai Aturan

Jika manusia butuh vitamin untuk menunjang kesehatan tubuh, maka tanaman akan membutuhkan pupuk sebagai penunjang pertumbuhan. Pupuk sangat diperlukan walau sebenarnya dalam tanah sendiri sudah terkandung banyak zat yang dibutuhkan oleh tanaman.

Pilihlah pupuk dengan tepat, apakah harus memakai pupuk alami (misal: kompos) atau pupuk buatan (misal: NPK). Tak hanya jenis pupuk, tapi cara, dosis dan waktu pemberian pupuk pun harus Anda perhatikan agar intensifikasi pertanian bisa sukses menghasilkan produk yang berkualitas.


5. Pemberantasan Hama dengan Baik

Pemeliharaan selanjutnya adalah memberantas hama pengganggu tanaman yang bisa menurunkan kualitas maupun kuantitas produk pertanian. Tak hanya hama yang identik dengan binatang pengganggu dan mikroorganisme penyebab tanaman sakit, Anda juga harus menghilangkan tanaman pengganggu yang disebut gulma.

Cara pemberantasan hama ini juga bermacam-macam. Misalkan dengan melepas predator hama (contoh: ular sebagai predator akan memangsa hama tikus). Jika diperlukan, Anda bisa menggunakan bahan kimia seperti pestisida.

Itulah poin-poin penting panca usaha tani yang menjadi tonggak intensifikasi pertanian. Dengan menerapkan kelima perlakuan diatas, tentu akan menghasilkan produk pertanian yang memiliki kualitas dan kuantitas yang sesuai dengan harapan Anda.


sumber : aneahira