Jumat, 19 Februari 2010

SEMAI SPORA TANAMAN PAKU: Satu Daun Jadi Ribuan

Spora paku berfungsi sebagai alat persebaran (dispersi), mirip dengan biji. Perlu media semai yang cocok agar spora tumbuh menjadi tanaman baru.

SALAH SATU CIRI KHAS TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHTA) ADALAH TERDAPAT SPORA yang terletak di dalam kotak spora (sporogonium). Spora inilah yang menjadi organ untuk perbanyakan tanaman paku. Berikut cara yang ditempuh Arief, petani tanaman bias di daerah Ciapus, Bogor, Jawa Barat, untuk menyemai spora menjadi tanaman paku. *

MENYIAPKAN MEDIA
Untuk menyemai spora paku digunakan media tanam berupa cacahan akar pakis. Arief menyarankan sebaiknya menggunakan akar pakis tua. Akar pakis itu direbus atau dikukus kira-kira 10-12 jam. Tujuannya, untuk mematikan bakteri maupun jamur. Selanjutnya, media yang sudah matang itu diletakkan ke dalam wadah plastik yang dilubangi. "Biasanya pakai besek," ujar Arief. Sebelum diisi media, besek itu dilapisi plastik terlebih dahulu.

TABURKAN SPORA
Setelah akar pakis dimasukkan dalam besek, lalu disiram air dan ditiriskan. Bila air sudah this, spora ditaburkan ke media. Caranya, bagian berwarna cokelat yang ada di permukaan bawah daun digosok dengan pinset atau ranting berujung runcing. Spora akan berjatuhan di media semai.

Usahakan spora jatuh merata di permukaan akar pakis. Biasanya, perlu 4-5 besek untuk menaburkan spora dari satu daun. Kemudian besek dibungkus plastik putih agar cahaya matahari dapat menembus masuk. Selama proses perkecambahan, cahaya perlu, tapi tidak langsung. "Sinarnya perlu disaring beberapa kali," ujar Arief. la lantas menggantung plastik-plastik berisi besek spora itu di bawah rak-rak tanaman. Sehingga cahaya matahari pun tersaring oleh paranet, rak berisi pot tanaman, dan plastik pembungkus besek semaian.

PISAHKAN BIBIT MUDA
Pemisahan bibit butuh beberapa kali. Sebulan sesudah spora ditaburkan, biasanya akan tumbuh bibit berukuran sangat kecil. Ambit bibit satu per satu dengan pinset, lalu ditata di media yang baru.

Selanjutnya sekitar tiga bulan, bibit dipisahkan lagi. Pertumbuhan antara bibit yang satu dengan yang lain bisa tidak sama. Bibit yang tumbuh cepat akan menutupi yang lain sehingga menghambat pertumbuhannya. Karenanya, perlu dilakukan pemisahan lanjutan. Bibit yang masih kecil diambil, ditanam di media baru. Usai pemisahan, besek digantung di bawah rak tanaman diambil dari wadah persemaian. Tinggi tanaman sekitar 5-10 cm. Arief menggunakan gelas beka5 air mineral sebagai wadah pembesaran bibit. Caranya, ambit bibit satu persatu lalu ditanam di gelas berisi cacahan pakis. Kali ini akar pakis untuk media tanam tidak perlu direbus. Lalu gelas digantungkan di rak bambu. Bila sudah cukup besar, bibit ini bisa ditanam di pot.

Satu besek semaian Spora bisa menghasilkan kira-kira sepuluh besek berisi bibit paku muda. Lalu bibit paku muda itu masih bisa dipisahkan lagi beberapa kali. Begitu seterusnya, hingga hasilnya bisa mencapai ribuan tanaman. Agar penyemaian berhasil, kelembapan perlu dijaga.

Anda pun bisa mencobanya.

Senin, 08 Februari 2010

Keindahan Varian Berstang Pendek

Sosok yang minimalis, semakin kecil – semakin dicari. Istilah itu mungkin cocok untuk menjelaskan fenomena pecinta tanaman hias saat ini. Bagaimana tidak, segala daya upaya sering dilakukan untuk membuat tanaman kerdil, seperti yang telah dilakukan pada bonsai. Dan sepertinya, hal ini juga terjadi pada anthurium, tanaman fenomenal.

Pada dasarnya, tidak semua jenis anthurium yang pertumbuhannya ‘irit’ disukai oleh pengagumnya. Jenis jenmanii misalnya, varian ini umumnya memiliki tingkat pertumbuhan yang relatif lamban. Itu jika dibandingkan dengan jenis hookeri dan gelombang cinta (gelcin). Untuk itulah, memiliki jenis ini dengan ukuran raksasa dan urat daun yang sempurna adalah gengsi tersendiri bagi sang pemiliknya.

Namun bagaimana dengan gelcin dan hookeri? Kedua jenis ini menempati peringkat pertama dan kedua jika dibandingkan saudara bungsunya jenmanii dalam hal perbanyakan dan pertumbuhan. Seringnya kedua jenis tumbuh dengan cepat dan besar, membuat banyak pencintanya kini lebih melirik jenis dengan sifat menyimpang yang umumnya selain warna, juga dilihat dari kecepatan tumbuh yang lambat atau jika boleh memakai istilah bonsai pada anthurium.

Panjang batang dengan daun yang lebar adalah ciri paling sering didapati dari jenis hookeri hijau, terutama jika jenis ini sudah menginjak usia satu tahun lebih. Biasanya jika mendapat nutrisi yang benar, maka jenis ini akan tumbuh dengan liar dan dengan tidak didukung lingkungan yang benar, maka batang pun tumbuh kian panjang dan jauh dari kesan rouset.

Demikian sekilas gambaran hookeri hijau yang banyak kita jumpai di setiap pameran bunga. Secara umum, jenis ini sering dihargai rata-rata Rp 1 juta untuk ukuran dewasa dan belum bertongkol. Namun berbeda dengan kondisi jenis yang satu ini. Bentuknya semi oval – sedikit memanjang.

Sepintas, bentuknya mengingatkan kita pada jenis garuda. Hanya lipatan khas yang biasa ada di pangkal daun garuda, tidak dimiliki jenis hookeri yang satu ini. Ia berbatang pendek, dengan pola tumbuh daun yang rouset. Mungkin Anda akan heran, jika jenis yang satu ini adalah anthurium jenis hookeri hijau.

Ahmad yang merupakan karyawan sebuah nurseri besar di Surabaya ini, mengaku kalau hookeri rawatannya ini sering menyita banyak mata orang yang melihat, baik itu saat dipajang di nurseri maupun saat diboyong ke setiap pameran. Bahkan tak hanya mereka yang suka anthurium, beberapa kali koleksinya ini sempat menarik minat juri untuk memberikan gelar dalam kesempatan beradu cantik anthurium. [adi]

Rahasia di Balik Batang Mini
Pada bonsai, ada istilah pruning batang dan akar. Tujuannya, untuk menjaga ukuran tanaman, sehingga tetap mini. Pada sansevieria, ada proses pembatasan akar dengan membuat media tanam dengan bahan tertentu, sehingga akar sulit berkembang. Dan di dunia adenium, kita mengenal magic dragon yang siap membuat daun dan ukuran tanaman jadi kerdil.

Lalu, bagaimana dengan anthurium? Pada dasarnya, menurut Ahmad, membuat kerdil itu susah-susah gampang. Sebab, terkadang tanaman ini tak membutuhkan perawatan tertentu untuk menjaga ukuran agar tetap tamping, terutama pada jenis hookeri yang umumnya memiliki stang panjang.

Ahmad mengatakan, jika kita sudah mengenal sifat dan kebutuhan anthurium, maka cara ini paling mudah dilakukan oleh siapa saja. Biasanya, permainan cahaya, lingkungan, dan suhu adalah kunci yang bisa membuat hookeri bisa tampil menawan dengan ukuran mini. Permainan cahaya yang dimaksud Ahmad adalah pemenuhan kebutuhan sinar ultraviolet (UV). Itu untuk proses fotosintesis hookeri agar cukup, tidak berlebih atau tidak sampai kekurangan.

“Jika kekurangan, batang akan tumbuh memanjang, sampai daun mendapat paparan sinar matahari yang cukup. Sedangkan jika kebanyakan, akan berakibat buruk pada daun yang akan mengalami gosong,” ungkap Ahmad.

Ukuran paparan sinar UV yang sesuai pada hookeri yang akan dibuat mini pada dasarnya sama dengan kebutuhan sinar jenis anthurium yang lain, yaitu sekitar 20% – 40% dari sinar matahari secara keseluruhan. Kedua adalah faktor lingkungan. Dalam membuat lingkungan yang ideal, usahakan untuk tidak menumpuk angin pada satu sisi.

Caranya, membuat ventilator bekerja dalam mengatur angin, sehingga muncul jalur satu arah. Umumnya, gerak angin yang sesuai adalah dari samping menuju atas. Namun pemanfaatan kecepatan angin sebaiknya juga diatur, jangan terlalu cepat dan kuat, juga jangan terlalu lemah. Sebab, jika terlalu cepat daun tidak akan rouset.

Dan sebaliknya – jika angin lemah – maka hookeri akan mudah menderita dehidrasi dan rawan sakit. Dan cara terakhir untuk membuat hookeri tetap kerdil dan terlihat sehat adalah dengan menstimulasi suhu ruangan mendekati daerah dataran tinggi. Umumnya, anthurium suka dengan lingkungan dengan suhu antara 22-25 0C.

Selain bisa menggunakan lantai bata atau lebih mudahnya dengan air conditioner (AC), cara lain juga dapat diadopsi dari perawatan anggrek, yaitu dengan menggunakan penyemprot spray otomatis. Selain penerapan luar – dalam hal kebutuhan nutrisi – sebaiknya juga dijaga. Seperti pada anthurium yang lain – hookeri – terutama hookeri hijau (yang sering tumbuh dengan batang dan daun bongsor), memerlukan phospor dan kalium tinggi.

Jika perawatan benar dan pemberian nutrisi tepat, jangan heran jika jenis hookeri yang sering tumbuh liar dan jauh dari indah ini, bisa tampil ideal dengan daun minimalis yang rouset. Selamat mencoba.

Sabtu, 06 Februari 2010

BAGAIMANA PASCA PANEN VANILI

Untuk menghasilkan mutu vanili yang baik dan mempunyai harga jual yang tinggi maka perlu penanganan pasca panen yang baik. Penanganan pasca panen terdiri atas beberapa tahapan yang saling berkaitan dimana satu tahap kegiatan akan mempengaruhi hasil kegiatan ditahap berikutnya. Berikut diuraikan tahapan kegiatan pasca panen.

Sortasi buah basah bertujuan untuk memperoleh buah yang seragam ukuran, bentuk, dan tingkat kemasakan. Setelah disortasi buah dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan debu, getah dan kotoran lain yang menempel pada buah vanili lalu ditiriskan untuk mempercepat proses pengeringan karena buah sudah tidak mengandung air.

Penyortiran buah berdasarkan keseragaman ukuran, bentuk, tingkat kemasakan dan kedudukan buah pada tandan akan memberikan beberapa keuntungan, antara lain akan mempermudah pengawasan dan pelaksanaan dalam pengelompokan mutu (grading) pada akhir proses pengolahan nantinya, menghemat waktu dalam proses akhir dan akan menghasilkan buah vanili kering yang bermutu seragam.

Pelayuan bertujuan untuk mendorong proses bekerjanya enzim untuk pembentukan vanillin dan aroma serta mempermudah proses pengeringan.

Proses pelayuan dilakukan dengan mencelupkan buah vanili kedalam air panas selama 95 detik pada suhu 65 0 C. Proses pelayuan ini dilakukan untuk memberi jalan bekerjanya enzim pembentuk aroma(Enzims β-glukosidase dan peroksidase.

Kondisi ini akan memberikan kemungkinan lebih besar untuk mendorong pembentukan kadar vanillin cukup tinggi (2,4%), rendemen cukup tinggi (21-23%) warna lebih hitam dan aroma cukup baik.

Proses fermentasi bertujuan untuk memberikan kesempatan terjadinya proses enzimatis pada buah vanili untuk mendapatkan flavor dan aroma yang diinginkan.

Lama fermentasi sangat berpengaruh terhadap kadar vanilli olahan. Lama fermentasi 60 jam menunjukkan hasil vanillin terendah, sedangkan untuk memperoleh kadar vanillin yang lebih tinggi dapat dilakukan fermentasi selama 48 jam (dikombinasikan dengan lama pelayuan 95 detik pada suhu 65°C).

Pengeringan (drying) bertujuan untuk mengurangi kadar air sehingga buah vanilli tidak mudah terkena jamur terutama pada waktu penyimpanan dan pengangkutan. Tahap pengeringan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air sampai batas tertentu (25-30%).

Pengeringan buah vanili dapat dilakukan dengan cara menggunakan oven, sinar matahari, atau dengan cara diangin-anginkan

Pengeringan dengan menggunakan oven merupakan cara pengeringan yang sangat baik untuk dilakukan. Keuntungan cara ini adalah dapat mempersingkat waktu pengeringan menjadi 1 minggu. Pengeringan dengan oven dilakukan dengan cara buah vanili dimasukan kedalam oven yang suhunya sudah diatur sekitar 45o C. Di dalam oven diletakan cawan-cawan yang berisi air untuk mempertahankan kelembaban ruang oven agar buah tidak terlalu cepat kering. Pengeringan dianggap selesai bila buah vanili sudah menunjukkan tanda tidak putus atau retak saat dililitkan pada jari, tetapi kembali utuh setelah dilepaskan..

Demikian tahapan kegiatan pasca panen vanili sebagai upaya untuk meningkatkan mutu vanili dan sekaligus dapat meningkatkan harga jual vanili di tingkat petani.

Jumat, 05 Februari 2010

BERTANAM ANGGREK UNTUK PENGHASILAN TAMBAHAN


1. SEJARAH SINGKAT
Anggrek merupakan tanaman bunga hias berupa benalu yang bunganya indah. Anggrek sudah dikenal sejak 200 tahun lalu dan sejak 50 tahun terakhir mulai dibudidayakan secara luas di Indonesia.


2. JENIS TANAMAN
Jenis anggrek yang terdapat di Indonesia termasuk jenis yang indah antara lain:


  1. Vanda tricolor terdapat di Jawa Barat dan di Kaliurang, Vanda hookeriana, berwarna
    ungu berbintik-bintik berasal dari Sumatera,
  2. anggrek larat/Dendrobium phalaenopis,
    anggrek bulan/Phalaenopsis amabilis,
  3. anggrek Apple Blossom,
  4. anggrek Paphiopedilun praestans yang berasal dari Irian Jaya
  5. anggrek Paphiopedilun glaucophyllum yang berasal dari Jawa Tengah.

Tanaman anggrek dapat dibedakan berdasarkan sifat hidupnya, yaitu:
1) Anggrek Ephytis adalah jenis anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya, sedangkan

selengkapnya di versi ebook download disini

Rabu, 03 Februari 2010

BUDIDAYA NILAM PRODUKSI 1 TON NILAM KERING


PRIA yang berdomisili di Desa Tanjung Lapang (Malinau Barat) ini bertekad mengembangkan nilam di Malinau karena berbagai faktor. 

Diantaranya lahan di Malinau dinilai sangat subur untuk ditumbuhi nilam walaupun tanpa pupuk, di samping masih banyaknya lahan yang kosong. 

Selain itu budidaya nilam ini juga sangat mudah untuk dilakukan setiap orang lantaran hanya batangnya saja yang ditanam. 

"Budidaya nilam ini sebenarnya sangat cocok untuk usaha rumah tangga karena tidak banyak menyita waktu. Dalam penggarapannya, bisa dilakukan dengan sistem tumpang sari seperti ditanami jagung dan lainnya," kata Zainal Arifin yang lebih akrab disapa Bapak Dalbo ini. 

Selama lebih kurang setahun ini menekuni budidaya nilam, pria paruh banyak yang tinggal di seberang Jalan Lapangan Sepak Bola Borneo Tanjung Lapang ini mengaku terinsipirasi mengembangkan tanaman nilam setelah membaca buku dan melihat tayangan TVRI. 

Kemudian pertengahan tahun 2006 lalu H Dalbo mulai menanam nilam dari benih yang diambilnya dari PT inhutani. Sedikit demi sedikit bibit yang dijadikan sebagai bahan baku utama kosmetik dan parfum ini dikumpulkan dan ditanam di sekitar rumahnya sehingga kini sudah menjadi sekitar 25 ribuan bibit. 

"Saya juga sudah menanam sekitar 8 ribu bibit di lahan seluas satu hektare. Sekarang sudah ada 1 ton nilam kering", tutur mantan karyawan PT Inhutani II di Malinau ini. 

Dari satu ton nilam kering ini, ia merencanakan akan mengirimnya ke Surabaya. 

Dalam usaha perkebunan budidaya nilam ia mengaku mengeluarkan modal perdana dan usaha sendiri dari hasil menjual ikan lele senilai Rp 2,5 juta. Saat ini ia mengaku menghabiskan sekitar Rp 25 juta untuk biaya perawatan, pembelian polibek dan yang lainnya. 

"Beberapa waktu lalu kandungan minyaknya sempat dikirim ke Surabaya untuk dijadikan sampel pemeriksaan di laboratorium. Hasilnya masih menduduki kualitas nomor dua dari semua minyak nilam yang ada," ujar pria yang memiliki pohon jari 1.200 pokok dan saat ini kemungkinan sudah berdiameter sekitar 20 hingga 30 CM. 

Kini pria yang sudah menetap di Kabupaten Malinau sejak 1969 silam tersebut berupaya mendatangkan mesin penyuling minyak nilam dari Surabaya. Jika tidak ada halangan dan kendala yang berarti, mesin penyuling dengan kisaran harga Rp 52 juta tersebut diperkirakan sampai di Malinau pada Agustus mendatang. 

Mesin ini diperkirakan mampu memproduksi antara 4 hingga 5 kuintal nilam kering sekali suling.

Dijelaskan, masa produktif tanaman nilam ini hanya bertahan selama 2 tahun. Setelah itu akan mati. Namun, selama dua tahun tersebut, pembudidaya sudah mampu panen beberapa kali. 

Panen pertama dapat dilakukan pada usia lima bulan pertama dan memproduksi 1 ton per hektare. Panen kedua sekitar 1,5 ton nilam kering, panen ketiga sebanyak 2 hingga 3 ton sampai panen kelima terus mengalami peningkatan. Pada masa panen keenam diperkirakan mengalami penurunan produksi seiring dengan usia induk tanaman nilam. 

DIKUTIP DARI KALTIM POST

Selasa, 02 Februari 2010

PENDAHULUAN
Melon (Cucumis melo L.) Tergolong tanaman semusim yang tumbuh merambat berbatang lunak, dari setiap pangkal tangkai daun pada batang utama tumbuh tunas lateral. Pada tunas lateral inilah muncul bunga betina (bakal buah) yang rata-rata mampu menghasilkan 1 – 2 calon buah. Namun tidak semuanya menjadi buah. Calon buah yang tidak sempat diserbuki akan gugur. Untuk itu, kegiatan perempelan tunas lateral harus dilakukan kecuali pada tunas lateral yang bakal buahnya akan dijadikan buah.

VARIETAS MELON
Berbagai varietas melon telah dikembangkan, namun yang paling banyak diminati oleh petani di Indonesia adalah jenis sky Rocket dan Action 434. Kedua jenis melon ini memiliki jaring (net) pada permukaan kulit buahnya. Daging buahnya sangat menarik yakni berwarna hijau kekuning-kuningan, rasanya manis, berair dan aromanya harum. Buah ini sangat digemari terutama dihidangkan dalam bentuk segar.
SYARAT TUMBUH
Melon dapat tumbuh baik pada ketinggian sekitar 300 – 1000 mdpl, dengan curah hujan ideal 2000 – 3000 mm/th. Melon menghendaki sinar matahari yang lama, yaitu berkisar antara 10 – 12 jam per hari. Sedangkan untuk tanah melon menghendaki tanah yang kaya bahan organik dengan pH 6,0 – 6,8. Kelembaban udara yang diperlukan untuk pertumbuhan adalah sekitar 70 – 80 %.
PERSEMAIAN
Tanah tempat persemaian yang hendak digunakan untuk menyusun polybag empat penyemaian benih hendaknya ditinggikan sekitar 30 – 40 cm dari tanah sekitarnya agar air tidak menggenangi terutama di musim penghujan. Bedengan dapat dibuat berbentuk empat persegi panjang dekat dengan ukuran panjang 4 – 6 m, lebar 100 – 110 cm dan pada bagian tepi diberi penyekat dari belahan bambu agar posisi bibit pada polybag dapat berdiri tegak. Benih yang telah berkecambah segera dipindahkan ke kantong polybag yang sudah siap sebelumnya.


PENGELOLAAN TANAH
Tanah atau lahan yang akan ditanami melon diolah kembali setiap pergantian tanaman agar menjadi gembur dan bersih dari gulma. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara dibalik agar aerasi tanah berjalan dengan baik dan jamur yang terdapat di dalam tanah mati. Pada saat tanah telah diolah langsung diberi pupuk dasar, yaitu pupuk organik maupun anorganik yang banyak mengandung unsur makro (NPK).


PENANAMAN
Penanaman dilakukan jika bibit telah berumur 9 – 11 hari. Saat tanam yang tepat adalah pada saat musim kemarau. Jarak tanam yang baik adalah 70 X 50 cm atau 70 X 60 cm. Sebelum ditanam lebih dahulu dibuat lubang tanam sedalam + 7 – 9 cm, bersamaan dengan itu dipasang ajir berbentuk segitiga sama sisi.
PEMELIHARAAN
Penyulaman, penyiangan, dan pengairan dilakukan bila diperlukan.
Pemupukan pada umur 5 HST diberikan urea dalam bentuk larutan dengan kosentrasi 3 kg/300 liter air. Pupuk ZA + NPK 17 HST dan 50 HST yatiu 2 kg ZA dan 1 kg NPK konsentrasi 3 – 4 kg/200 liter air. Pupuk daun diberikan 7 HST dengan interval 7 – 15 hari sekali, konsentrasi larutan 1 – 2 cc/1 liter air.
Perlakuan khusus tanaman melon adalah pemangkasan tunas dan seleksi buah. Pemangkasan dilakukan pada tunas-tunas baru yaitu tunas 1 – 8. Sedangkan untuk buah dilakukan seleksi dan sisakan 2 – 3 buah.
HAMA dan PENYAKIT
Hama yang sering menyerang adalah lalat buah, ulat daun, Aphids, Tungau, Thrips, Oteng-oteng dan cacing tanah. Hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan insektisida, khusus untuk tungau menggunakan akarisida.
Penyakit yang menyerang yaitu Layu bakteri, Phytoptora molonis, Layu fusarium, Gummy stem Blight, busuk daun, embun tepung, virus dan cendawan tanah. Dapat dikendalikan dengan menggunakan fungisida.
PANEN
Melon dapat dipetik hasilnya umur 65 – 70 Hst. Cara pemetikan dilakukan dengan memotong tangaki buah + 3 cm dari pangkalnya dengan menggunakan gunting pangkas atau pisau yang tajam.

Senin, 01 Februari 2010

MANFAAT DARIS SAMBUNG SAMPING PADA TANAMAN KAKAO

PENDAHULUAN
Tanaman kakao yang sudah cukup tua terkadang susah untuk berproduksi,oleh sebab itulah perlu direhabilitasi. Salah satu cara yaitu melalui teknik sambung samping. Sambung samping adalah teknik perbaikan tanaman tua tanpa harus membongkar tanaman. Pada prinsipnya sambung samping menggabungkan atau menyambung batang bawah dengan klon yang dikehendaki.
Secara ekonomis teknik sambung samping cukup menguntungkan. Pelaksanaan sambung tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melakukan pemanenan pada tanaman baru.

PELAKSANAAN SAMBUNG SAMPING
Penyambungan dilakukan sebaiknya pada pagi hari dan awal musim hujan,agar tanaman yang akan disambung masih dalam keadaan segar, dan mudah terkelupas. Uraian pelaksanaan sambung samping adalah batang kakao dikerat pada ketinggian 40-60 cm dari permukaan tanah.
Setelah itu batang disayat dengan pisau bersih selebar 1 cm dengan panjang 2- 4 cm. Sayatan dibuka dengan hati-hati supaya tidak merusak cambium. Kemudian entres dimasukkan dengan hati-hati kedalam lubang sayatan, sampai kedasar sayatan.
Kulit batang tanaman pokok ditutup kembali sambil ditekan dengan ibu jari dan diikat. Setelah itu plastik penutup dipasang. Selanjutan dilakukkan pengamatan tanpa membuka plastik penutup entres 2-3 minggu setelah penyambungan, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah sambungan itu jadi atau tidak. Bila kondisi entres masih segar berarti sambungan berhasil. Dilakukkan pembukaan plastik penutup bila panjang tunas sudah mencapai 2 cm atau lebih kurang umur satu bulan sejak pelaksanan sambungan.

PEMELIHARAAN
Dalam pemeliharaan ini tidak hanya pada batang yang disambung samping tetapi meliputi segala aspek yaitu pendangiran, pengendalian hama dan Penyakit, pemupukan, pemangkasan, dan pengairan. Pemupukan dilakukan 2 kali, yaitu sebulan sebelum penyambungan dan sebulan setelah penyambungan. Setelah 3 bulan pelaksanaan sambung samping sebaiknya tajuk batang bawah dipangkas. Batang bawah dapat dipotong total bila batang atas telah tumbuh kuat dan berbuah.

PANEN
Tanaman hasil sambung samping lebih cepat dapat dipanen yaitu pada umur 14-18 bulan, dan produksi dapat mencapai 1500 kg – 2500 kg/ha/thn.