Selasa, 10 Juli 2012

Makanlah timun setelah memakan sate

Judul di atas bukan semata-mata untuk kepentingan mulut. Namun, demi kesehatan tubuh. Mengapa?

Mengonsumsi makanan khas Indonesia, dengan penggemar dari anak-anak hingga orang dewasa ini, tiap hari dapat mengakibatkan kanker. Pasalnya, daging ayam atau kambing yang gosong mengandung senyawa nitrosamin yang diklaim sebagai salah satu penyebab kanker (karsinogenik).

Sebaliknya, berbagai macam sayur dikatakan bersifat preventif sebagai antikanker. Orang yang banyak mengonsumsi sayur dan buah biasanya lebih sehat, dengan faktor risiko penyakit degeneratif atau kanker lebih kecil dibandingkan dengan orang yang kurang mengonsumsi sayur dan buah. Teliti punya teliti, ternyata kandungan antioksidan dalam sayur dan buah itulah yang dapat mencegah terjadinya kanker.

Licopene dalam tomat misalnya, merupakan senyawa antioksidan kuat yang dapat melawan radikal bebas penyebab penyakit degeneratif atau kanker. Mekanisme proteksi licopene belum jelas, tetapi secara umum dengan menjaga kerusakan oksidatif.
Suatu penelitian pada hewan dilakukan dengan memberikan lycopene 0,2 mg dalam 0,2 ml minyak zaitun tiga kali sehari selama periode pertumbuhan tumor pada paru-paru. Hasilnya, pada mencit yang diberi lycopene terjadi penurunan jumlah tumor dibandingkan dengan mencit kontrol.

Bagaimana dengan timun ?

Buah tanaman bernama latin Cucumis sativus L ini mengandung saponin, enzim proteolitik, glutation. Timun dikatakan juga mengandung 35.100 - 486.700 ppm asam linoleat. Sebagai suku Cucurbitaceae, yang biasanya mengandung kukurbitasin, timun kemungkinan juga mengandung senyawa tersebut. Kukurbitasin merupakan senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai antitumor.

Saponin adalah senyawa surfaktan. Dan berbagai hasil penelitian disimpulkan, saponin bersifat hipokolesterolemik, imunostimulator, dan antikarsinogenik. Mekanisme antikoarsinigenik saponin meliputi efek antioksidan dan sitotoksik langsung pada sel kanker. Saponin dari kedelai merupakan sumber makanan yang sudah diteliti dapat menurunkan risiko kanker.

Glutation merupakan antioksidan endogen dalam tubuh yang digunakan sebagai penangkal oksidatif yang di antaranya akibat senyawa radikal bebas, atau karsinogen. Sifat oksidatif dari glutation adalah glutation mampu melakukan peroksidasi terhadap radikal bebas dalam tubuh. Tumbuhan yang mengandung sulfur seperti bawang putih, mampu meningkatkan aktivitas glutation dan glutation transferase.

Asam linoleat termasuk asam lemak esensial yang terdapat dalam lemak nabati maupun hewani. Bentuk asam lemak linoleat terkonyugasi (conjugated linoleic acid=CLA) dikatakan bersifat antikanker. Dari sumber elektronik diketahui bahwa biji ketimun mengandung CLA. CLA bersifat antioksidan, yang dapat melawan kerusakan akibat radikal bebas.

Hasil penelitian yang dilakukan di Food Research Institut, Departement of Food Microbiology, University of Winconsin-Madison menyatakan, CLA dapat menghambat terjadinya karsinogenesis dan aterosklerosis, mengurangi lemak tubuh, dan menstimulasi pertumbuhan tikus muda. Dari tanaman, kandungan CLA banyak terdapat dalam biji bunga matahari dan biji kedelai.

Pada prinsipnya suatu antioksidan dapat bekerja sebagai antikarsinogenik dengan cara menurunkan tingkat stres oksidatif. Stres oksidatif adalah keadaan dimana radikal bebas oksigen dibentuk dalam jumlah sangat banyak sehingga tubuh tidak mampu lagi meniadakan efeknya dan timbul kerusakan jaringan.

Nah, karena timun beserta bijinya kaya akan senyawa antioksidan, maka ia bisa berperan dalam menangkal terjadinya penyakit kanker atau penyakit degeneratif. (Dra.Lucie Widowati,M.Si. adalah Peneliti pada Puslitbang Farmasi dan Obat Tradisional, Depkes RI)
Sumber:depkes.go.id

Sisa pemotongan kayu pinus biasa dimanfaatkan oleh warga sebagai bahan bakar untuk memasak. Karena limbah harganyapun cukup murah, satu mobil bak limbah kayu pinus bisa didapatkan dengan uang 250 ribu saja dari tempat pemotongan kayu. Namun ternyatalimbah kayu tersebut bisa memiliki nilai tambah yang cukup tinggi setelah diolah menjadi sumpit kayu. Usaha sumpit kayu dari limbah pinus ini ditekuni oleh beberapa warga Kampung Cikawung, Desa Sukamanah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Bara. Pasar sumpit kayu inipun tidak hanya di dalam negeri saja tetapi juga sampai negara-negara lain di akwasan Asia.


Salah satu pengusaha sumpit kayu dari limbah pinus ini adalah pasangan Unang (32) dan Ika Nurhayati (25). Mereka telah menjalankan usaha pembuatan sumpit kayu ini semenjak dua tahun yang lalu. Usaha mereka dijalankan setelah mendapatkan bantuan mesin pemotong manual dari seorang pengusaha, kemudian mereka menyerahkan hasil produksinya kepada pengusaha tersebut. Dengan memanfaatkan sebagian rumahnya sebagai tempat produksi mereka bisa menghasilkan uang dari barang limbah tersebut.

Produksi sumpit dari limbah kayu pinus mereka terbilang cukup lumayan besar, satu bak mobil bahan baku limbah pinus setiap hari diolah menjadi sumpit kayu. Proses pembuatan sumpit melalui beberapa tahapan, pertama kali limbah kayu pinus disortir dan dipotong kembali sampai bisa dimasukkan ke dalam mesin penyerut sumpit otomatis. Namun sebelum itu potongan kayu pinus dijemur agar kering terlebih dulu.

Untuk membentuk sumpit kayu yang bagus, perlu dilakukan penyerutan dengan mesin penyerut otomatis. Namun demikian hasil produk sumpit kayu memiliki kualitas yang berbeda-beda. Hal ini ditunjukkan dengan kemulusan hasil serutan dan cacat yang ada. Sumpit yang mulus dan tanpa cacat masuk kelas A, B, dan C, yang dijual Rp 330.000 setiap boxnya. Sumpit kayu yang selain itu masuk kelas D dan E yang dijual Rp 100.000 dan Rp 90.000 setiap boxnya.

Kualitas sumpit kayu yang dihasilkan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil serutan saja tetapi juga oleh kualitas kayu pinus sebagagai bahan bakunya. Jika kebetulan mendapatkan bahan baku yang baik maka sumpit kelas A, B, dan C yang didapatkan semakin banyak. Dalam sebulan perusahaan Ika bisa memproduksi sekitar 50 boks sumpit kayu. Satu boks berisi 50 ribu sumpit. Selain usaha sumpit kayunya bisa menghidupi keluarga mereka, karyawan mereka yang berjumlah 15 orang juga turut merasakan segarnya usaha sumpit kayu ini. Jika mau kreatif ternyata barang limbah bisa menjadi peluang usaha yang menggiurkan.

Sumber:

http://www.tribunnews.com

Tanaman Penurun Kolesterol Tinggi

Tanaman Penurun Kolesterol Tinggi 



Tempuyung

Asam Jawa

Jati Belanda


Banyak sekali jenis tanaman di sekitar kita yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan. Seperti kita yang merasa mengalami peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Ternyata bisa sedikit demi sedikit diturunkan melalui berbagai tanaman yang ada di sekitar kita.

Misalnya pohon jati belanda, yang dikenal dengan nama latin Guazuma ulmifolia Lamk. Orang-orang Jawa Tengah memanggilnya dengan nama “jati londo”. Biasanya tumbuhan ini memiliki tinggi tubuh hingga 20 meter, dan tumbuh di daerah dataran rendah hingga ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. 


Daun jati belanda sendiri dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol seseorang, karena ternyata di dalamnya terdapat kandungan zat kimia bernama alkalois, flavonoid, saponin, tanin, lendiri dan damar.

Biasanya orang akan meramu daun jati belanda sebanyak 20 gram dan dimasak dengan air sebanyak 1 gelas. Lalu setelah dingin, hasil masakan daun disaring. Hasil saringan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

Tumbuhan lain yang dipercaya bisa menurunkan kolesterol adalah Asem Jawa. Cara meramunya adalah dengan menumbuk 150-200 daun asam jawa, lalu dicampur dengan segelas air matang panas (200 ml). Setelah itu diperas, disaring dan diminum untuk satu kali minum. Dianjurkan untuk membuatnya 3 kali sehari.

Jenis tempuyung juga ditermasuk di dalam tumbuhan yang mampu menurunkan kolesterol. Di Jawa, tumbuhan ini dikenal dengan nama galing, jombang, jombang lalakina, lempung, lampenas, rayana (Sunda), tempuyung (Jawa Tengah).

Daun tumbuhan ini dipercaya memiliki kandungan kimia seperti saponin, flavonoida, politenol, alfa-lactucerol, beta-lactucerol, manitol, inositol, kalium, silika, taraksasterol.

Cara meramunya adalah dengan memakan layaknya lalapan tiga lembar daun tempuyung yang dilayukan, dianjurkan lakukan hal ini tiga kali sehari.
Belimbing manis atau averhoa carambola kemudian juga dianggap memiliki fungsi sama. Daun dan batang dari tanaman ini mengandung asam oksalat sehingga rasanya asam dan air perasannya dapat digunakan sebagai penghilang karatan pada logam.(sulung prasetyo)

Sumber :
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0603/24/ipt04.html


Ayam kampung merupakan komoditas perdagangan yang banyak dicari orang, namun sebagian besar usaha peternakan ayam kampung dilakukan dengan cara tradisional. Meski demikian permintaan bibit ayam kampung terus saja ada dan itu dipenuhi dari sistem penetasan telur ayam secara alami atau dierami oleh induknya. Untuk produksi massal penetasan telur semacam ini tidak ekonomis. Di lain sisi permintaan terus meningkat. Sebagai bisnis, penetasan telur ayam dengan menggunakan mesin tetas telur menjadi pilihan.


Dari segi ekonomis menetaskan telur ayam menggunakan mesin penetas telur lebih memungkinkan dikembangkan sebagai sebuah usaha. Penetasan telur ayam sebenarnya lebih mudah dibandingkan dengan penetasan telur itik. Ada beberapa hal yang membuatpenetasan telur ayam lebih mudah daripada penetasan telur itik antara lain pada penetasan telur itik diperlukan kelembaban udara yang lebih tinggi sedangkan pada penetasan telur ayam lebih rendah, sehingga dalam menetaskan telur ayam tidak perlu disemprot dengan air.



Dari segi waktu , telur ayam akan menetas setelah dierami selama 21 hari sedangkan telur itik 28 hari. Dengan demikian dari segi biaya operasional akan lebih murah usaha penetasan telur ayam ini. Sama dengan usaha penetasan telur itik, usaha penetasan telur ayam dapat dilakukan sebagai usaha sampingan rumah tangga, sebagai usaha profit oriented skala Usaha Kecil dan Menengah maupun usaha besar. Akan tetapi kesemuanya itu harus dilakukan dengan baik dengan pendekatan Majanemen Penetasan telur berbasis kualitas dan mutu yang baik.

Sebelum memulai usaha penetasan telur ayam ini perlu dipertimbangkan terlebih dahulu jenis telur ayam apa yang akan ditetaskan. Ada beberapa kebutuhan pasar ayam antara lain ayam petelur, ayam pedaging,ayam kampung, ayam hias (cemani, ayam mutiara, ayam kate dan lain-lain).

Masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan, tetapi dari segi manajemen penetasan dan operasionalnya hampir sama. Misalnya saja ayam pedaging dan ayam petelur, biasanya kelompok ayam ini dipelihara dalam jumlah yang besar oleh satu peternak, jumlahnya mencapai ribuan sehingga kebutuhan akan DOC (Day Old Chicken) juga besar. Daging dan telur kelompok ayam ini cukup banyak diminta oleh pasar. Akan tetapi biasanya peternak sudah mendapat suplai bibit dari industri DOC besar, sehingga bagi Usaha Kecil di bidang ini harus mampu bersaing dengan industri penetasan telur yang besar.

Proses Penetasan Telur Ayam

Ayam kampung nampaknya lebih memiliki peluang usaha bagi kelompok usaha kecil, permintaan daging ayam kampung dan telurnya juga cukup besar, tetapi pemain besar belum begitu banyak terjun dalam bidang ini. Ayam hias sebenarnya juga memiliki potensi cukup lumayan untuk ditekuni, meski pasar ayam hias tidak seluas untuk kebutuhan konsumsi. Harga anakan maupun ayam hias yang sudah dewasa relatif lebih mahal dibandingkan dengan ayam konsumsi. Dengan Biaya Operasional penetasan yang hampir sama tetapi harganya lebih mahal, hal ini merupakan peluang untuk ditekuni.
Persiapan Penetasan Telur Ayam

Sebelum anda memulai bisnis penetasan telur ayam kampung, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Persiapan dalam usaha penatasan telur ayam meliputi beberapa hal antara lain :
1. Persiapan Tempat Untuk Penetasan Telur, Tempat untuk penetasan telur ayam diupayakan cukup luas dengan tidak terkena panas matahari secara langsung dan tidak terkena angin yang dapat menyebabkan perubahan suhu secara mencolok. Selain itu diupayakan lingkungan tempat penetasan memiliki sanitasi yang bagus dan tidak mengandung bibit-bibit penyakit. Sanitasi yang buruk akan mempengaruhi prosentase penetasan telur.

2. Persiapan Mesin Penetas, Pilihlah mesin penetas telur yang baik dan sesuai dengan kebutuhan. Mesin tetas yang baik adalah yang memiliki prosentase penetasan yang tinggi, walaupun prosentase penetasan yang tinggi tidak hanya dipengaruhi oleh mesin penetas saja, tetapi juga dipengaruhi oleh bibit yang baik, pemeliharaan selama pengeraman dan lain-lain. Banyak produk mesin penetas telur dijual di pasaran.

Mesin penetas telur juga harus disesuaikan dengan kebutuhan, jika kebutuhan penetasan telur hanya 100 butir per periode, tidak efektif kalau kita gunakan mesin penetas berkapasitas 500 butir. Karena akan boros biaya untuk listrik dan operasional lainnya.

Jika anda membeli mesin penetas telur, periksa dengan seksama kelengkapan mesin tetas dan pastikan dapat beroperasi dengan baik dengan suhu dan kelembaban yang tepat sebelum telur dimasukkan. Suhu ideal ruang mesin tetas pada kisaran 37-38 derajat Celcius, meski telur dapat menetas pada suhu antara 36 sampai dengan 40 derajat celsius.

3. Persiapan Telur dan indukan, Jika anda menyediakan indukan ayam sendiri untuk ditetaskan telurnya, carilah indukan yang memiliki umur yang cukup, tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, selain itu diupayakan telur tidak disimpan terlalu lama. Semakin lama telur disimpan sebelum dieramkan akan menurun daya tetasnya. Diupayakan telur tidak disimpan lebih dari satu minggu sebelum ditetaskan. Jika anda membeli telur ayam untuk ditetaskan, belilah dari peternak langsung yang sudah diketahui asal-usul dan jenis indukannya. Membeli telur ayam di pasar untuk ditetaskan sangat beresiko, karena kita tidak pernah tahu asal-usulnya dan berapa lama telah disimpan.
Proses Penetasan Telur Ayam

Setelah segala persiapan dalam menetaskan telur selesai, langkah selanjutnya adalah proses Menetaskan telur dengan mesin penetas. Proses penetasan telur ayam tidak jauh berdeda dengan penetasan telur itik, atau telur ungas yang lain. Pada penetasan telur ayam tidak perlu melakukan penyemprotan dengan air hangat untuk menambah kelembaban ruang mesin tetas seperti penetasan telur itik.

Sebelum mensin penetas telur digunakan, pastikan beroperasi dengan baik, yang meliputi pemeriksaan suhu ruangan yang stabil, kelembaban,dan lain sebagainya. Setelah mesin tetas siap beroperasi baru telur-telur dimasukkan.

1. Pemasukan Telur Pada Mesin Tetas
Pemasukan Telur ke dalam mesin tetas setelah dipastikan mesin tetas benar-benar siap untuk dipergunakan, parameter kesiapan mesin tetas adalah suhu sudah sesuai dengan standard, kelembapan udara cukup ideal, tidak ada lubang yang akan mengurangi performa mesin tetas Sebelumnya mesin tetas telah disemprot dengan disinfectant terlebih dahulu. Bersihkan telur-telur ayam dari berbagai macam kotoran dan bakteri.

Telur yang bersih menghindarkan embrio mati karena bakteri dan mudah untuk diamati perkembangannya. Pengamatan embrio dapat dilakukan dengan teropong lampu pijar, pada usia 4 hari embrio yang berkembang akan nampak seperti akar-akar pohon berwarna merah, sedang embrio yang tidak berkembang atau telur tidak mengandung bibit ayam akan tampak bening. Selama 3 hari pertama telur didiamkan dalam mesin tetas dan tidak usah dibuka-buka dan tidak dilakukan pembalikan telur. Cukup diamati suhu di dalam ruangan, jika suhu sudah konstan di nilai ideal biarkan saja, jika tidak perlu disesuaikan. Masa 3 hari ini merupakan masa yang cukup kritikal dalam penetasan telur, karena embrio masih sangat lemah jangan sampai terguncang terlalu keras agar tidak mematikan.

2. Pengeraman Telur
Setelah melewati masa 3 hari penetasan telur, sudah bisa dilihat telur-telur yang memiliki benih atau tidak. Telur yang tidak memiliki benih ayam perlu disortir karena tidak akan menetas, telur ini masih bisa untuk dikonsumsi dan masih bisa dijual atau dijadikan makanan. Telur ayam yang tidak ada embrio ini kemungkinan karena tidak dibuahi oleh ayam pejantan.

Pada masa penetasan telur hari keempat sampai hari ke 18 , telur ayam sudah harus kita bolak-balik sehari 2 sampai 4 kali, bahkan 6 kali, frekuensi pemutaran telur akan berpengaruh pada daya tetas telur. Semakin sering akan semakin baik. Pada hari keempat tersebut telur perlu diangin-anginkan dengan cara membuka tutup mesin penetas selama kurang lebih 10 sampai dengan 15 menit.

Dalam menetaskan telur ayam ,proses mengangin-anginkan telur ini perlu dilakukan seriap 3 sampai 4 hari sekali sampai hari ke 18. Dalam masa pengeraman ini yang perlu diperhatikan selain suhu dijaga supaya tetap konstan adalah kelembaban udara. Jika kelembapan dirasa kurang bisa ditambahkan dengan menyemprotkan air hangat ke telur-telur. Pada Penetasan telur ayam hal ini jarang perlu dilakukan.

Perkembangan Embrio Ayam Pada Penetasan Telur

3. Masa Menetas
Pada usaha penetasan telur ini, masa menetas merupakan saat yang ditunggu-tunggu. Pada hari ke 18 telur sudah tidak perlu lagi dibolak-balik karena embrio sudah berkembang cukup sempurna dan menungu saat menetas. Diamkan saja dalam mesin tetas, mesin tetas ditutup dan cukup dikontrol parameter suhu ruangan dan kelembabannya. Setelah hari ke 21 telur ayam sudah menetas, bahkan di hari ke 20 kemungkinan sudah ada yang menetas. Segera pindahkan anakan ayam yang menetas ke ruangan lain agar tidak mengganggu telur yang belum menetas.

Dalam masa menetas ini yang perlu diperhatikan adalah pemidahan anak ayam, pindahkan pada ruangan yang memiliki suhu hampir sama dengan suhu di dalam ruang penetas, seiring dengan bertabahnya usia, suhu perlahan-lahan diturunkan. Anak ayam yang baru menetas masih menggunakan energi dari makanan cadangan dari telur, sedikit demi sedikit dilatih makan dengan menaburkan makanan di bulu-bulunya. Setelah cukup kuat anakan ayam siap dijual atau dipelihara. Selamat mencoba usaha penetasan telur ayam.

BerBisnis Franchise Makanan Tradisional

BerBisnis Franchise Makanan Tradisional

Bisnis kuliner makanan tradisional memang cukup menggiurkan untuk dilakukan. Peluang usaha kuliner memang sangat luas dan banyak peminatnya. Makanan tradisional tidak luput dari incaran para pelaku bisnis. Dengan kemasan yang menarik bisnis makanan tradisional menjadi produk yang sangat laris. Karena potensi bisnis makanan tradisional ini, banyak yang menjalankan usaha ini dengan model waralaba(franchise). Tengok saja berbagai nama bisnis kuliner yang berdiri di berbagai kota. Bisa jadi usaha itu merupakan cabang atau bisa jadi franchise dari nama yang sudah beken.

Saking larisnya bisnis kuliner makanan, berderet nama franchise makanan dapat kita temukan. Lalu jika kita ingin menjajal peluang bisnis kuliner makanan yang di-franchisekan apa yang perlu dipertimbangkan. Masing-masing pelaku franchise menawarkan keuntungan dan keunggulan masing-masing.

Yang terpenting sebelum memilih bisnis franchise makanan, pelajari terlebih dahulu dengan seksama masing-masing franchise yang ada. Lakukan riset ke berbagai lokasi yang telah menjalankan franchise tersebut.

Ada beberapa kriteria bisnis franchise yang baik, yang perlu anda cermati sebelum menentukan pilihan bisnis franchise:
1. Memiliki sistem kuat dan bermodal besar.
2. Punya laporan keuangan yang rapi, mudah dibaca, dan tak dibuat berdasarkan karangan. Akan lebih baik bila dibuat oleh akuntan publik.
3. Tak sekadar menjual bisnisnya. Tak pelit membagi pengalaman selama menggeluti usahanya, memberikan saran pada pewaralaba soal lokasi yang bagus, ada standar pelayanan dan kontrol kualitas.
4. Menyediakan pelatihan sampai tenaga kerja yang bersangkutan mahir melakukan tugasnya.
5. Menyediakan alat-alat yang dibutuhkan, sehingga pewaralaba tidak perlu membeli alat yang mahal.
6. Menyuplai makanan atau bahannya, sehingga kualitas di semua pewaralaba tetap terjaga.
7. Jujur pada pewaralaba mengenai manajemen dan kondisi keuangan waralaba miliknya.

Setelah anda mantap pada satu produk franchise, masih ada hal yang penting yang perlu dicermati, yaitu masalah perjanjian kerjasama. Perjanjian kerjasama ini mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak, yang bisa membatalkan kerjasama. Jangan sampai perjanjian ini merugikan salah satu pihak, tetapi hendaknya menguntungkan semua pihak.Semoga sukses.(/tabloidnova)

Usaha Ternak Itik Mojosari

Hal yang cukup terkenal dari Daerah Mojokerto Jawa Timur adalah ras itik unggulan yaitu itik Mojosari. Itik jenis ini dikenal memiliki produksi telur yang lebih tinggi dibandingkan itik Tegal. Karena itulah peluang usaha ternak Itik Mojosari berpotensi untuk dikembangkan sebagai usaha ternak itik komersial, baik pada lingkungan tradisional maupun intensif. Satu hal yang menjadi masalah usaha ternak itik adalah rendahnya produktivitas karena kurangnya ketersediaan bibit itik yang baik kualitas genetiknya. Itik yang ada saat ini beragam kualitas maupun asalnya.

Untuk mendukung usaha ternak itik yang sukses diperlukan dukungan penyediaan itik unggul yang memiliki produktivitas tinggi, menghasilkan telur yang rasanya enak dan digemari konsumen. Salah satunya adalah masalah bibit unggul itik Mojosari ini. Dengan berbagai kelebihanya itik Mojosari menjadi pilihan dalam menjalankan usaha ternak itik.
Karakter Itik Mojosari

Dalam mendukung sukses usaha ternak itik Mojosari ini diperlukan pemahaman tentang karakteristik itik Mojosari. Itik Mojosari akan mulai bertelur pertama kali pada umur 25 minggu, dengan masa produksi lebih lama, bisa sampai 3 periode masa produktif. Setelah umur 7 bulan produksinya mulai stabil dan banyak. Dengan perawatan yang baik produksi perhari dapat mencapai rata-rata 70-80% dari seluruh populasi.

Itik Mojosari mampu berproduksi sekitar 203 butir per tahun, lebih tinggi dari itik lokal yang berproduksi sekitar 188 butir per tahun.Hasil tersebut diperoleh dengan pemberian pakan sebanyak 150 gram/ekor/hari. Pakan yang diberikan memiliki kandungan protein 21% dan energi untuk bertelur sebesar 2.970 kilo kalori per kg.

Untuk menjaga kualitas produksi itik mojosari perlu dilakukan upaya seleksi yang ketat terhadap proses penyediaan bibit itik mojosari (DOD). Pelaku bisnis penetasan telur itik mojosari perlu memperhatikan beberapa standard kualitas yang baik agar produktifitas itik mojosari tetap bagus.

Standard bibit induk (parent stock) itik mojosari merupakan aspek yang cukup penting di dalam menunjang produksi itik Mojosari.Untuk menghasilkan itik niaga yang sesuai dengan standard yang telah ditetapkan maka dibutuhkan bibit induk itik mojosari yang telah memenuhi persyaratan teknis minimal. Standard teknis kualitas bibit induk itik mojosari telah ditentukan oleh Badan standardisasi Indonesia.

Memilih Bibit Itik Mojosari

Hal penting dalam usaha ternak itik Mojosari adalah pemilihan bibit yang baik dan berkualitas tinggi, sehingga produktifitas telur tinggi. Untuk mendapatkan bibit itik yang baik ada beberapa syarat bibit itik mojosari yang perlu diperhatikan. Berikut syarat-syarat bibit induk Itik Mojosari yang baik :

1.Bibit induk muda merupakan Itik jantan dan betina dewasa kelamin usia 4 sampau 5 bulan.
2.Bobot Minimal 1400 gram.
3.Bibit induk muda harus berasal dari induk yang mempunyai kriteria:
Rataan produksi telur 60% selama masa produksi.
Daya tetas minimal 60% dari telur fertil.
Bobot Telur tetas minimal 58 gram.
Kerabang berwarna hijau kebiruan

Setelah bibit itik mojosari dipilih berdasarkan syarat-syarat tersebut, yang penting dipertimbangkan adalah masalah pemeliharaan dan perkandangan itik. Selamat mencoba.

Sumber:
1.http://www.pustaka-deptan.go.id/
2. http://www.bsn.or.id/

Budidaya Sidat Peluang Usaha Menguntungkan


Ikan sidat atau disebut Sidat saja, sudah cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan berbagai istilah misalnya Moa, Sogili dan lain-lain, namun budidaya sidat masih cukup jarang ditekuni. Hal ini disebabkan beberapa hal seperti belum populernya masakan sidat di tanah air, dan sulitnya bahan baku sidat. Selain itu harga sidat masih cukup relatif mahal sehingga sidat cenderung dipasarkan untuk keperluan ekspor. Secara umum ikan sidat konsumsi di Indonesia maupun diberbagai negara masih mengandalkan tangkapan alam. Bukan mustahil lambat laun ketersediaan ikan sidat akan semakin menipis. Kondisi ini sebenarnya menjadi peluang bisnis untuk menjajal peruntungan dari budidaya sidat.


Kendala utama dari budidaya sidat adalah ketersediaan bibit yang cukup sulit, hal ini disebabkan bibit sidat diperoleh dari tangkapan alam. Benih ikan sidat hasil budidaya memang belum bisa diandalkan untuk ketersediaan bibit. Konon memang ada yang sudah bisa menghasilkan benih ikan sidat, namun angka kematiannya cukup tinggi, sehinga praktis belum bisa mensuplai kebutuhan budidaya tepatnya pembesaran sidat.

Siklus Hidup Sidat,Gambar fao.org
Sidat sendiri memiliki siklus kehidupan yang cukup unik, masa hidupnya dihabiskan pada air tawar dan melakukan proses perkawinan dan pemijahan pada kawasan laut dalam. Anak sidat (Glass eel) perlahan-lahan menuju perairan tawar dan menghabiskan masa hidupnya di air tawar. Sidat baru menuju laut pada saat akan melakukan pemijahan.
Memelihara Sidat Masa Anakan (Glass Eel)

Anakan sidat atau disebut dengan Glass Eel biasanya diperoleh dari tangkapan alam dengan bobot sekitar 0.33 gram per ekor. Harganya glass eel lumayan mahal, bisa mencapai 900 ribu per kilogram. Namun satu kilogram glass eel terdiri atas ribuan benih sidat yang siap dibesarkan. Memelihara sidat pada usia ini merupakan masa yang rentan karena kematian glass eel cukup tinggi. Maka pada masa ini harus hati-hati dalam pemeliharaannya.

Pada tahap ini glass eel hasil tangkapan dikarantina pada bak fiber/akuarium/bak semen untuk disterilkan dari berbagai macam penyakit. Ukuran bak sekitar 3-4 m² dengan kepadatan tebar sekitar 10-15 kg/m2. Makanan yang diberikan untuk glass eel ini adalah pelet starter atau pakan alami seperti kutu air,larva ikan, cacing sutra dan lain-lain.
Pada saat ukuran sidat mencapai sekitar 5 gram/ekor, mereka dipindahkan ke kolam pemeliharaan yang lebih besar (6-8 m²) dan kepadatan tebar (50-75 kg / m²). Pada ukuran ini sidat sudah dapat mencerna pakan pellet kering (1 mm).
Pembesaran Sidat

Sidat dapat dibudidayakan secara intensif maupun ekstensif, jika tersedia lahan yang luas budidaya sidat dapat dilakukan di kolam dengan luas 1000 sampai dengan 1500 m². Ini biasa dilakukan oleh petani di Eropa. Namun jika tidak tersedia lahan yang cukup luas sidat dapat dibudidayakan pada bak fiber, bak semen atau bahkan kolam terpal.
Sistem ini terdiri dari tangki persegi atau lingkaran 25-100 m², biasanya dibangun dari semen atau fiberglass. Benih sidat yang ditebar pada ukuran 50 g,kepadatan mencapai hingga 100-150 kg / m².

Kolam Sidat, Foto sidatmoa.wordpress.com

Kolam untuk budidaya sidat diusahakan berwarna hijau dan diberi tempat untuk berlindung.Karena di habitat alam sidat biasa bersembunyi pada lubang dan dibalik bebatuan. Pada kolam pemeliharaan bisa diberikan pralon, ban bekas atau rumpon-rumpon sebagai tempat persembunyian.

Pemberian Pakan kering Extruded (1,5-3 mm) diberikankan beberapa kali sehari secara otomatis. Karena sidat merupakan tangkapan alam, perlu dibiasakan dengan makanan buatan pabrik, dengan melatihnya sedikit demi sedikit. Karena sidat merupakan binatang malam maka pemberian makan sidat baik diberikan pada malam hari atau waktu subuh.

Sidat sendiri merupakan binatang carnivora sehingga memberikan makanan alami seperti ikan runcah, keong, bekicot dan makanan-makanan lain sangat bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan sidat. Selain itu sidat memiliki karakteristik menyukai makanan yang tenggelam, sehingga dalam memilih pelet pilih pelet yang teggelam.

Tingkat pertumbuhan individu sidat sangat berbeda,karena itu grading paling tidak setiap 6 minggu diperlukan dalam rangka untuk mencapai kinerja pertumbuhan yang tinggi secara keseluruhan. Grading dilakukan untuk memisahkan sidat yang pertumbuhannya cepat dan sidat yang lambat sehingga tidak kalah berebut makanan.
Pemanenan Sidat

Sidat biasa dikonsumsi pada ukuran sekitar 500 gram ke atas, namun ada pula yang mengkonsumsi ukuran di bawah itu. Sebelum dipanen sidat perlu dipuasakan terlebih dahulu. Satu atau dua hari sebelum pemanenan sidat tidak perlu diberi makan. Setelah panen dilakukan sidat hasil budidaya siap untuk dipasarkan. Selamat Mencoba.