Senin, 07 Mei 2012

Tips Cara Membuat Minyak Kelapa Murni

Menghasilkan minyak kelapa murni yang jernih, beraroma wangi, dan tahan lama hanya memerlukan sedikit pengalaman. Pada dasarnya pembuatan minyak kelapa murni dilakukan dengan tiga cara seperti berikut.

A. PEMANASAN
Proses pembuatan VCO dengan pemanasan hampir sama dengan cara membuat minyak kelapa secara tradisional. Pertama, kelapa dibuat santan dengan mencampurkan 1 kg parutan kelapa dengan 2 liter air. Santan tersebut kemudian didiamkan selama lebih kurang 12 jam. Setelah didiamkan, santan akan terbagi menjadi tiga lapisan. Lapisan pertama disebut krim (kanil—Jawa), lapisan kedua skim yang berupa protein, dan lapisan ketiga berupa air.

Lapisan paling atas yang berupa krim diambil dengan cara disendok supaya tidak bercampur dengan larutan lapis kedua. Pengambilan krim juga bisa dilakukan dengan menyedotnya menggunakan selang kecil. Selanjutnya krim tersebut dipanaskan supaya terbentuk minyak. Berikut ini proses pemanasan krim sampai menjadi minyak kelapa murni. Masukkan krim ke dalam wajan yang sudah mulai dipanaskan. Lebih baik menggunakan wajan antilengket agar mudah dalam membersihkannya.

Wajan yang digunakan untuk memasak krim sebaiknya tidak digunakan untuk memasak masakan lain supaya aroma minyak yang dibuat tidak terpengaruh. Gunakan api kecil dan aduk krim perlahan-lahan supaya tidak hangus dan blondo tidak menjadi berwarna kecoklatan. Hentikan pemanasan jika telah terjadi pemisahan blondo dengan minyak.
Selanjutnya angkat dan dingikan. Saring blondo dari minyak. Pres blondo agar semua minyak keluar. Semua minyak yang diperoleh ini masih merupakan minyak mentah. Panaskan kembali minyak hingga didapat minyak yang lebih jernih.

Jika di dalam minyak masih terdapat blondo, usahakan tetap berwarna cokelat muda dan tidak hangus. Saring minyak dengan kertas penyaring untuk mendapatkan minyak yang jernih. Selain dengan penyaringan, minyak kelapa juga bisa diendapkan beberapa lama sehingga diperoleh minyak bening di bagian atas. Dengan cara ini, untuk mendapatkan 1 liter minyak, membutuhkan 10-15 butir kelapa.

B. FERMENTASI
Dengan pembuatan minyak kelapa dengan fermentasi, krim yang didapat dicampurkan dengan enzim untuk memecahkan emulsi. Enzim yang bisa digunakan di antaranya enzim mikroba atau ragi dari Saccharomyces cerevisae. Bisa juga menggunakan enzim pemecah emulsi lainnya, seperti poligalaktruronase, amilase, atau pektinase. Berikut ini langkah-langkah membuat minyak kelapa dengan fermentasi.

- Krim yang diperoleh dari santan dicampur dengan
enzim pemecah emulsi yang berupa cuka nira dengan perbandingan 2 sendok makan cuka nira untuk 1 liter krim santan. Campuran diaduk sampai merata dan difermentasi selama 10-14 jam. Biarkan larutan krim terfermentasi 1-2 hari.

- Fermentasi dikatakan berhasil jika diperoleh tiga lapisan dalam krim yang difermentasi yakni,fninyak, blondo, dan air. Pisahkan lapisan minyak secara hati-hati menggunakan gayung atau selang kecil. Panaskan kembali minyak tersebut dengan suhu sekitar 60° C hingga minyak murni berwarna jernih dan beraroma khas.

C. MINYAK PANCINGAN
Dengan teknik pemancingan, molekul minyak dalam santan ditarik oleh minyak pancing sampai akhirnya menjadi minyak semuanya. Tarikan itu akan mengubah air dan protein yang sebelumnya terikat dengan molekul santan menjadi terputus. Teknik ini pada dasarnya mengubah bentuk emulsi minyak-air menjadi minyak-minyak.

Berikut ini langkah pembuatan minyak kelapa murni dengan cara pancingan.
Pilih 10-15 butir kelapa yang sudah tua untuk memperoleh 1 liter minyak perawan. Kelapa diparut, dicampur air sebanyak 6 liter, dan diperas hingga diperoleh santan. Santan tersebut didiamkan selama lebih kurang 1 jam sehingga krimnya terpisah dengan skim dan air.

Kumpulkan krimnya dan buang airnya. Dari 10-15 butir kelapa biasanya akan diperoleh 3 liter krim. Krim yang terbentuk dicampur dengan minyak pancingan berupa minyak kelapa murni yang sudah jadi. Perbandingan minyak pancing dan krimnya adalah 1 : 3. Aduk-aduk hingga butiran minyak menjadi kecil-kecil dan merata. Selanjutnya diamkan selama lebih kurang 8 jam hingga terbentuk 3 lapisan, yaitu minyak perawan, blondo, dan paling bawah air.

Pisahkan minyak perawan dengan sendok sayur ke wadah lain untuk difilterisasi atau proses penyaringan. Jika setelah disaring aromanya masih tetap berbau kurang sedap, berarti proses penyaringan tersebut belum bersih benar.

10 Jenis Makanan Paling Beracun untuk Burung Anda

Karena burung adalah sama dengan makhluk sosial, sebagian besar pemilik burung memberikan makanan kepada momongan mereka. Memberikan makanan kepada burung Anda adalah aktivitas yang sangat menyenangkan – terlebih apabila melihat kondisi burung Anda sehat. Namun, terdapat banyak makanan bagi manusia yang dapat membahayakan atau bahkan berakibat fatal jika diberikan kepada burung Anda. Para pemilik burung perlu mengetahui mana makanan yang baik untuk diberikan, dan mana yang dapat menimbulkan risiko serius. 

Berikut ini adalah sepuluh (10) makanan yang paling berbahaya bagi kesehatan burung Anda.

1. Cokelat
Cokelat sangat baik untuk dikonsumsi manusia, tetapi berbahaya atau fatal jika diberikan kepada burung peliharaan Anda. Cokelat yang beracun (bagi burung) akan lebih dahulu merusak sistem pencernaan burung, yang menyebabkan muntah dan diare. Pada kondisi (keracunan) berikutnya, sistem saraf pusat burung akan rusak, yang menyebabkan kejang dan akhirnya mati.

2. Biji Apel
Percaya atau tidak, apel – dan juga anggota rose family lainnya, termasuk ceri, persik, aprikot, dan pir – mengandung sejumlah Sianida dalam bijinya. Walaupun buah apel baik untuk burung Anda, namun Anda perlu berhati-hati kandungan racun pada biji dan bahan pestisida pada kulit buahnya. Jadi, pastikan untuk benar-benar membersihkan dan membuang bagian selain buah apel yang akan Anda berikan kepada burung momongan Anda guna menghindari toksin (racun) tersebut.

3. Apukat (alpukat/apokat)
Kulit dan biji dari buah terkenal ini diketahui bisa menyebabkan gangguan jantung dan, akhirnya, gagal jantung pada spesies burung peliharaan. Meskipun ada beberapa perdebatan tentang tingkat toksisitas (racun) pada apukat, namun apa yang umumnya disarankan adalah mengambil sikap "lebih baik aman daripada menyesal kemudian", sehingga sebaiknya jauhkan produk-produk yang mengandung apukat lainnya dari burung peliharaan Anda.

4. Bawang
Karena penggunaan bubuk bawang (merah/bombay) atau bawang putih dalam jumlah terbatas sebagai bumbu perasa umumnya dianggap tidak bermasalah (bagi manusia), namun konsumsi bawang yang berlebihan dapat menyebabkan muntah, diare, dan masalah-masalah pencernaan lainnya (bagi burung). Penggunaan yang terlalu lama (terlalu sering) dapat menyebabkan anemia hemolitik (penurunan sel darah merah), yang diikuti dengan gangguan pernafasan dan, akhirnya, kematian.

5. Alkohol 
Meskipun pemilik burung yang bertanggung jawab tidak menginginkan hewan peliharaannya diberi minuman beralkohol, namun ada beberapa kasus di mana burung yang dibiarkan lepas dari sangkar/kandangnya mengalami keracunan alkohol ketika meneguk koktail (minuman keras sejenis wiski) yang ditemukannya. Alkohol dapat membuat sistem organ burung tertekan dan dapat berakibat fatal. Jadi, pastikan burung Anda tetap aman dengan meletakkannya di kandang/sangkarnya ketika ada minuman beralkohol di rumah Anda. 

6. Jamur
Jamur dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada burung. Pucuk jamur (berbentuk topi/payung) dan tangkai dari beberapa varietas jamur dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

7. Daun Tomat
Tomat, dan juga kentang, adalah buah lezat yang baik jika digunakan sebagai pakan burung Anda. Namun tangkai, akar, dan daunnya sangat beracun untuk hewan peliharaan (burung) Anda. Jadi, bersihkan dan iris/potong buah tomat yang akan Anda berikan sebagai makanan kepada burung Anda dan jangan lupa untuk membuang bagian-bagian yang berwarna hijau (tangkai dan daun) agar burung-burung Anda terhindar dari jenis racun apapun. 

8. Garam
Semua makhluk hidup membutuhkan sodium (natrium) dengan jumlah tertentu dalam sistem mereka. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan oleh burung, garam dapat mengganggu kesehatannya, di antaranya rasa haus yang berlebihan, dehidrasi, disfungsi ginjal, dan kematian. Jadi, pastikan untuk tetap mengawasi jumlah makanan yang mengandung garam untuk dikonsumsi burung Anda.

9. Kafein
Minuman ber-kafein seperti soda, kopi, dan teh adalah sangat populer untuk konsumsi manusia – tetapi minuman berkafein tersebut sangat berbahaya bagi burung Anda. Kafein dapat menyebabkan kerusakan jantung pada burung, dan mengakibatkan naiknya detak jantung, aritmia (gangguan denyut/irama jantung yang ditandai dengan detak jantung yang terlalu cepat, terlalu lambat atau dengan pola tidak teratur), hiperaktif, dan serangan jantung. Berikan minuman yang sehat dari buah-buahan segar (murni) atau jus sayuran untuk burung kesayangan Anda – ini akan memuaskan indera perasa (lidah) burung Anda dan memenuhi kebutuhan gizinya.

10. Kacang-kacangan yang Kering (buncis, kacang panjang dan lain-lain)
Kacang-kacangan yang matang (dimasak) adalah makanan favorit bagi banyak burung, tapi kacang-kacangan kering yang mentah adalah sangat berbahaya bagi burung momongan Anda. Kacang-kacangan yang mentah (tidak dimasak) mengandung racun yang disebut hemaglutin yang sangat beracun bagi burung. Untuk menghindari racun tersebut, pastikan untuk benar-benar memasak jenis kacang-kacangan apapun yang Anda pilih untuk diberikan ke burung momongan Anda.

Translated from: birds.about.com
Maaf om & tante kalau artikel ini repost ...
Kalau ada rekan2 KMer yg kurang berkenan dari artikel ini, mohon dimaafkan ... karena sy jg manusia, yg bisa keliru dan salah bahkan khilaf kapan saja ...

This article was originally published in forum thread:

Tanaman Belimbing dan Manfaatnya Untuk Pengobatan

BELIMBING ASAM
Nama botani:
— Averhoa bilimbi, Linn. (Latin)
Nama lain:
— Belimbing Asam (Indonesia)
— Belimbing Wuluh (Jawa)
— Calincing (Sunda)
— Bhalimbing bulu (Madura)
— Blimbing buluh (Bali)
— Limbi (Bima)
— Bainang (Ujungpandang)
— Takurela (Ambon)
— Celane (Bugis)

Familia atau suku tumbuhan:
— arilidaceae.
Daerah asal tumbuhan:
— Amerika Tropik.

Spesifikasi tumbuhan:
Belimbing asam (Averhoa Bilimbi) dapat tumbuh baik di tempat-tempat terbuka yang mempunyai ketinggian kurang dari 500 meter di atas permukaan air laut. Di negara asalnya, tanaman ini tumbuh baik di daerah tropis dan di Indonesia banyak dipelihara di pekarangan atau kadang-kadang tumbuh secara liar di ladang atau tepi hutan.

Tumbuhan ini tingginya dapat mencapai lebih dari 10 meter dan mempunyai batang yang keras. Ada dua varitas
dari tumbuhan belimbing asam yaitu yang menghasilkan buah berwarna hijau dan kuning muda atau sering pula dianggap berwarna putih.

Batangnya tidak hanyak rnemiliki cabang, sedang datinnya hersirip genap. Bunganya yang kecil-kecil menggantung berwarna merah atau keunguan dengan buah memanjang dan dalamnya berongga berisi biji. Daging buahnya banyak mengandung air yang berasa asam.

Komposisi kandungan kimia:
Buah belimbing asam mempunyai kandungan unsur kimia yang disebut asam oksalat dan kalium.
Khasiat dan manfaat untuk pengobatan:
1. Batuk
a. Bahan : 1 genggam bunga belimbing asam dan 1 potong gula bau:
Cara membuat : direbus bersama-sama dengan 1 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1/2 gelas:
Cara menggunakan: diminum pagi dan sore secara rutin.
b. Bahan : daun, bunga dan buah belimbing asam ditambah gula merah dan alas pulawaras;
Cara membuat : direbus bersama-sarna dengan 1 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1/2 gelas;
Cara menggunakan: diminum pagi dan sore secara rutin.

2. Beguk
Bahan : 10 lembar daun belimbing asam dan 4 siung bawang merah;
Cara membuat : ditumbuk bersama-sama sampai halus;
Cara menggunakan : untuk bobok atau obat luar.

3. Encok
Bahan : 1 genggam daun belimbing asam ditambah kapur sirih;
Cara membuat dipipis bersama-sama;
Cara menggunakan : digosokkan sebagai param.

4. Sariawan
Bahan : 11 kuntum bunga belimbing asam, asam jawa dan gula merah;
Cara membuat : direbus bersama-sama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas;
Cara menggunakan : diminum pagi dan sore.

Referensi
Tanaman obat tradisional, Volume 2, Oleh Thomas A. N. S

CARA BETERNAK AYAM RAS PEDAGING - AYAM BROILER

1. SEJARAH SINGKAT

Ayam ras pedaging disebut juga broiler, yang merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Sebenarnya ayam broiler ini baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an dimana pemegang kekuasaan mencanangkan panggalakan konsumsi daging ruminansia yang pada saat itu semakin sulit keberadaannya. Hingga kini ayam broiler telah dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihannya. Hanya 5-6 minggu sudah bisa dipanen. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah Indonesia.

2. SENTRA PERIKANAN
Ayam telah dikembangkan sangat pesat disetiap negara. Di Indonesia usaha ternak ayam pedaging juga sudah dijumpai hampir disetiap propinsi

3. JENIS
Dengan berbagai macam strain ayam ras pedaging yang telah beredar dipasaran, peternak tidak perlu risau dalam menentukan pilihannya. Sebab semua jenis strain yang telah beredar memiliki daya produktifitas relatif sama.Artinya seandainya terdapat perbedaan, perbedaannya tidak menyolok atau sangat kecil sekali. Dalam menentukan pilihan strain apa yang akan dipelihara, peternak dapat meminta daftar produktifitas atau prestasi bibit yang dijual di Poultry Shoup. Adapun jenis strain ayam ras pedaging yang banyak beredar di pasaran adalah: Super 77, Tegel 70, ISA, Kim cross, Lohman 202, Hyline, Vdett, Missouri, Hubbard, Shaver Starbro, Pilch, Yabro, Goto, Arbor arcres, Tatum, Indian river, Hybro, Cornish, Brahma, Langshans, Hypeco-Broiler, Ross, Marshall”m”, Euribrid, A.A 70, H&N, Sussex, Bromo, CP 707.

4. MANFAAT
Manfaat beternak ayam ras pedaging antara lain, meliputi:

1. penyediaan kebutuhan protein hewani
2. pengisi waktu luang dimasa pensiun
3. pendidikan dan latihan (diklat) keterampilan dikalangan remaja
4. tabungan di hari tua
5. mencukupi kebutuhan keluarga (profit motif)


5. PERSYARATAN LOKASI
1. Lokasi yang cukup jauh dari keramaian/perumahan penduduk.
2. Lokasi mudah terjangkau dari pusat-pusat pemasaran.
3. Lokasi terpilih bersifat menetap, artinya tidak mudah terganggu oleh keperluan-keperluan lain selain untuk usaha peternakan.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga) unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan)

1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1. Perkandangan
Sistem perkandangan yang ideal untuk usaha ternak ayam ras meliputi:
* persyaratan temperatur berkisar antara 32,2-35 derajat C,
* kelembaban berkisar antara 60-70%, penerangan/pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada,
* tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang, model kandang disesuaikan dengan umur ayam,
* untuk anakan sampai umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box, untuk ayam remaja ± 1 bulan sampai 2 atau 3 bulan memakai kandang box yang dibesarkan dan untuk ayam dewasa bisa dengan kandang postal atapun kandang bateray.
* Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting kuat, bersih dan tahan lama.
2. Peralatan
1. Litter (alas lantai)
Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.
2. Indukan atau brooder
Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dengan areal jangkauan 1-3 m dengan alat pemanas di tengah. Fungsinya seperti induk ayam yang menghangatkan anak ayamnya ketika baru menetas.
3. Tempat bertengger (bila perlu)
Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.
4. Tempat makan, minum dan tempat grit
Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus
5. Alat-alat rutin
Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti: suntikan, gunting operasi, pisau potong operasi kecil, dan lain-lain.
2. Pembibitan
Ternak yang dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. ternak sehat dan tidak cacat pada fisiknya
2. pertumbuhan dan perkembangannya normal
3. ternak berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya.
4. tidak ada lekatan tinja di duburnya
1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk
Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day OldChicken)/ayam umur sehari:
1. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.
2. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .
3. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
4. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
5. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
6. Tidak ada letakan tinja diduburnya.
2. Perawatan Bibit dan Calon Induk
Dilakukan setiap saat, bila ada gejala kelainan pada ternak supaya segera diberi perhatian secara khusus dan diberikan pengobatan sesuai petunjuk Dinas Peternakan setempat atau dokter hewan yang bertugas di daerah yang bersangkutan.
3. Pemeliharaan
1. Pemberian Pakan dan Minuman
1. Untuk pemberian pakan ayam ras broiler ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).
1. Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:
* kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
* kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.
2. Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:
* kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.
* kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu:
o minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor,
o minggu ke-6 (umur 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor,
o minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan
o minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor.
Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.
2. Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:
1. Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.
2. Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
2. Pemeliharaan Kandang
Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup. Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.

7. HAMA DAN PENYAKIT
1. Penyakit
1. Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
1. menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering;
2. dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox.
2. Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: ayam sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian:
1. menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang;
2. pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.
2. Hama
1. Tungau (kutuan)
Gejala: ayam gelisah, sering mematuk-matuk dan mengibas-ngibaskan bulu karena gatal, nafsu makan turun, pucat dan kurus.
Pengendalian:
1. sanitasi lingkungan kandang ayam yang baik; pisahkan ayam yang sakit dengan yang sehat;
2. dengan menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan air kemudian semprotkan dengan menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan air kemudian semprotkan ketubuh pasien. Dengan fumigasi atau pengasepan menggunakan insektisida yang mudah menguap seperti Nocotine sulfat atau Black leaf 40.

8. PANEN
1. Hasil Utama
Untuk usaha ternak ayam pedaging, hasil utamanya adalah berupa daging ayam
2. Hasil Tambahan
Usaha ternak ayam broiler (pedaging) adalah berupa tinja atau kotoran kandang dan bulu ayam.

9. PASCAPANEN

1. Stoving
Penampungan ayam sebelum dilakukan pemotongan, biasanya ditempatkan di kandang penampungan (Houlding Ground)
2. Pemotongan
Pemotongan ayam dilakukan dilehernya, prinsipnya agar darah keluar keseluruhan atau sekitar 2/3 leher terpotong dan ditunggu 1-2 menit. Hal ini agar kualitas daging bagus, tidak mudah tercemar dan mudah busuk.
3. Pengulitan atau Pencabutan Bulu
Caranya ayam yang telah dipotong itu dicelupkan ke dalam air panas (51,7- 54,4°C). Lama pencelupan ayam broiler adalah 30 detik. Bulu-bulu yang
halus dicabut dengan membubuhkan lilin cair atau dibakar dengan nyala api biru.
4. Pengeluaran Jeroan
Bagian bawah dubut dipotong sedikit, seluruh isi perut (hati, usus dan ampela) dikeluarkan. Isi perut ini dapat dijual atau diikut sertakan pada daging siap
dimasak dalam kemasan terpisah.
5. Pemotongan Karkas
Kaki dan leher ayam dipotong. Tunggir juga dipotong bila tidak disukai. Setelah semua jeroan sudah dikeluarkan dan karkas telah dicuci bersih, kaki ayam/paha ditekukan dibawah dubur. Kemudian ayam didinginkan dan dikemas.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

1. Analisis Usaha Budidaya
Dasar perhitungan biaya

yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh dalam analisis ini, antara lain adalah:
1. jenis ayam yang dipelihara adalah jenis ayam ras pedaging (broiler) dari strain CP.707.
2. sistem pemeliharaan yang diterapkan dengan cara intensif pada kandang model postal
3. luas tanah yang digunakan yaitu 200 m 2 dengan nilai harga sewa tanah dalam 1 ha/tahun adalah Rp 1.000.000,-.
4. kandang terbuat dari kerangka bambu, lantai tanah, dinding terbuat dari bilah-bilah bambu denga alas dinding setinggi 30 cm, terbuat dari batu bata yang plester dan atap menggunakan genting.
5. ukuran kandang, yaitu tinggi bagian tepinya 2,5 m, lebar kandang 5 m dan lebar bagian tepi kandang 1,5 m.
6. lokasi peternakan dekat dengan sumber air dan listrik.
7. menggunakan alat pemanas (brooder) gasolec dengan bahan bakar gas.
8. penerangan dengan lampu listrik.
9. umur ayam yaitu dimulai dari bibit yang berumur 1 hari
10. litter/alas kandang menggunakan sekam padi.
11. jenis pakan yang diberikan adalah BR-1 untuk anak ayam umur 0-4 minggu dan BR-2 untuk umur 4-6 minggu.
12. tingkat kematian ayam diasumsikan 6%.
13. lama masa pemeliharaan yaitu 6 minggu (42 hari).
14. berat rata-rata per ekor ayam diasumsikan 1,75 kg berat hidup pada saat panen.
15. harga ayam per kg berat hidup, yaitu diasumsikan Rp 2500,-, walau kisaran harga sampai mencapai Rp 3000,- ditingkat peternak/petani.
16. ayam dijual pada umur 6 mingu atau 42 hari.
17. nilai pupuk kandang yaitu Rp 60.000,-.
18. bunga Bank yaitu 1,5%/bulan
19. nilai penyusutan kandang diperhitungkan dengan kekuatan masa pakai 6 tahun dan nilai penyusutan peralatan diperhitungkan dengan masa pakai 5
tahun.
20. perhitungan analisis biaya ini hanya diperhitungkan sebagai Pedoman dasar, karena nilai/harga sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan.
Adapun rincian biaya produksi dan modal usaha tani adalah sebagai berikut :
1. Biaya prasarana produksi
1. Sewa tanah 200 m 2 selama 2 bulan---------------Rp. 20.000,-
2. Kandang ukuran 20 x 5 m
* Bambu 180 batang @ Rp 1250,--------------Rp. 225.000,-
* Semen 4 zak @ Rp 7000,--------------------Rp. 28.000,-
* Kapur 30 zak @ Rp 6000,-------------------Rp. 18.000,-
* Genting 2600 bh @ Rp 90,-------------------Rp. 234.000,-
* Paku reng 5 kg @ Rp 2000,------------------Rp. 10.000,-
* Paku usuk 7000 kg @ Rp 1800, -------------Rp. 12.600,-
* Batu bata 1000 buah @ Rp 55,---------------Rp. 55.000,-
* Pasir 1 truk -----------------------------------Rp. 230.000,-
* Tali 28 meter @ Rp 5000, --------------------Rp. 14.000,-
* Tenaga kerja ----------------------------------Rp. 400.000,-
3. Peralatan
* Tempat pakan 28 bh @ Rp 5000, ------------ Rp. 140.000,-
* Tempat minum 32 bh @ Rp 3880, ------------ Rp. 124.000,-
* Sekop 1 bh ----------------------------------- Rp. 7.000,-
* Ember 2 bh @ Rp 2000, ---------------------- Rp. 4.000,-
* Tong bak air 1 bh ----------------------------- Rp. 15.000,-
* Ciduk 2 bh @ Rp 500, ------------------------ Rp. 1.000,-
* Tabung gas besar 1 bh ------------------------- Rp. 250.000,-
* Thermometer 1 bh ----------------------------- Rp. 2.000,-
* Regulator 1 bh --------------------------------- Rp. 52.500,-
* Brooder (gasolec) 1 bh ------------------------ Rp. 15.000,-
* Tali gantung tmp pakan 120 m @Rp 500,- ----- Rp. 60.000,-
Jumlah biaya prasarana produksi --------------- Rp. 2.052.000,-
2. Biaya sarana produksi
1. Bibit DOC 1000 bh @ Rp 900,- -------------------- Rp. 900.000,-
2. Pakan dan obat-obatan
* BR-1 31 zak (0-4 minggu) @Rp 36.000, ------- Rp. 1.116.000,-
* BR-2 34 zak (4-6 mingu) @ Rp 34.000, -------- Rp. 1.156.000,-
* obat-obatan @ Rp 150,-/ekor ------------------ Rp. 150.000,-
3. tenaga kerja pelihara 1,5 bln @ Rp 105.000,- -------- Rp. 157.500,-
4. Lain-lain ---------------------------------------------- Rp. 10.000,-
* sekam padi alas kandang 1 truk @Rp 60.000,- -- Rp. 60.000,-
* karung goni bekas 32 kantong @ Rp 300,- ------ Rp. 2.400,-
* pemakaian listrik selama 0-6 minggu ------------- Rp. 7.000,-
* pemakaian gas ----------------------------------- Rp. 35.000,-
Jumlah biaya produksi --------------------------- Rp. 3.583.900,-
3. Biaya produksi
1. Sewa tanah 200 m 2 selama 2 bulan ------------------ Rp. 20.000,-
2. Nilai susut prasarana produksi/2 bln
* kandang ----------------------------------------- Rp. 51.109,-
* Peralatan Rp 805.660,- : 30 --------------------- Rp. 26.856,-
3. Bibit DOC 1000 ekor --------------------------------- Rp. 900.000,-
4. Pakan dan obat-obatan -------------------------------- Rp. 2.422.000,-
5. Tenaga kerja ------------------------------------------- Rp. 157.500,-
6. lain-lain ------------------------------------------------ Rp. 104.400,-
7. Bunga modal 1,5% per bulan --------------------------- Rp. 84.543,-
8. Bulan modal 1,5 bulan --------------------------------- Rp. 126.815,-
Jumlah biaya produksi ---------------------------------- Rp. 3.808.680,-
4. Pendapatan
1. Total produksi 1000X94%X1,75 kg X Rp 2500,- ----- Rp. 4.112.500,-
2. Nilai Pupuk kandang ----------------------------------- Rp. 60.000,-
3. Jumlah pendapatan ------------------------------------- Rp. 4.172.500,-
4. Keuntungan -------------------------------------------- Rp. 363.820,-
5. Parameter kelayakan usaha
1. BEP Volume Produksi = 870 ekor
2. BEP Harga Produksi Rp. 3.316.000,-
3. B/C Ratio = 1,09
4. ROI = 6,45 %
5. Rasio keuntungan terhadap pendapatan = 8,71 %
6. Tingkat pengembalian modal = 2,6 th.
2. Gambaran Peluang Agribisnis
Prospek agribisnis peternakan untuk ternak ayam broiler cukup baik dimana permintaan pasar selalu meningkat, sejalan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi hewani. Produksi ternak ayam broiler saat ini berkembang dengan pesat dan peluang pasar yang bisa dihandalkan.

11. DAFTAR PUSTAKA

1. Muhammad Rasyaf, Dr.,Ir. Beternak Ayam Pedaging. Penerbit Penebar Swadaya (anggota IKAPI) Jakarta.
2. Cahyono, Bambang, Ir.1995. Cara Meningkatkan Budidaya Ayam Ras Pedaging (Broiler). Penerbit Pustaka Nusatama Yogyakarta.

12. KONTAK HUBUNGAN

1. Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829
2. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id Jakarta, Maret 2000

Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

Khasiat Gulma sebagai Obat

Pada awal peradaban manusia, semua flora yang ada di muka bumi ini tumbuh secara liar. Seiring dengan berjalannya waktu dan desakan kebutuhan, manusia mulai melakukan domestifikasi dan kegiatan budi daya terhadap berbagai spesies tumbuhan sehingga muncullah istilah tumbuhan, tanaman, dan gulma.

Tumbuhan bermakna flora secara umum, sedangkan tanaman adalah setiap tumbuhan yang ditanam atau dibudidayakan karena manfaaat dan kegunaannya yang besar bagi manusia. Meskipun demikian, bukan berarti tumbuhan lainnya yang tidak dibudidayakan tidak bermanfaat bagi manusia.

Pada dasarnya, semua tumbuhan yang berada di muka bumi ini pasti berguna dan mempunyai manfaat. Karena Allah SWT menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini tidak dengan sia-sia. Gulma secara sederhana dapat diartikan sebagai tumbuhan liar, tumbuhan pengganggu, atau tumbuhan yang tidak dikehendaki dan merugikan. Gulma dianggap merugikan karena bersaing dengan tanaman yang dibudidayakan dalam memperebutkan ruang tumbuh, unsur hara, air, dan udara.

Definisi lain gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada waktu, tempat, dan kondisi yang tidak diinginkan manusia. Dengan demikian, jagung yang tumbuh di pertanaman kedelai dapat diangggap sebagai gulma, karena jagung tidak ditanam secara sengaja sedangkan kedelai sebaliknya. Oleh karena itu, gulma dapat didefinisikan pula sebagai a plant out of place atau tumbuhan yang salah tempat.

Pengertian gulma bersifat relatif dan temporer. Manusialah yang karena kebutuhannya secara subjektif menjadikan tumbuhan menjadi gulma dan bukan gulma. Dengan kata lain, setiap orang bisa memiliki pandangan yang berbeda terhadap suatu tumbuhan dalam waktu yang sama. Contohnya, para ahli gulma menggolongkan teki, alang-alang, krokot, patikan kebo, daun sendok, dan sidaguri ke dalam gulma. Bahkan, mereka menggolongkan teki, alang-alang, dan krokot ke dalam gulma ganas. Padahal bagi para herbalis, tumbuhan-tumbuhan yang seolah-olah tak berguna tersebut begitu familiar sebagai penggempur aneka penyakit.

Selama ini teki dikenal sebagai herba yang cukup manjur mengatasi masalah kewanitaan, seperti haid dan keputihan. Akar alang-alang efektif mengatasi infeksi saluran kemih dan batu kandung kemih. Tumbuhan anggota famili Gramineae ini merupakan sumber diuretik alami yang cukup baik karena kandungan unsur K pada akarnya cukup tinggi. Hebatnya lagi, akar alang-alang cukup manjur mengatasi hepatitis akut yang menular.

Krokot (Portulaca oleracae) kandungan vitaminnya cukup lengkap yaitu vitamin A, B, dan C. Tanaman sukulen ini berkhasiat sebagai antidiabetes dan kardiotonik (menguatkan kerja jantung). Sementara itu, patikan kebo termasuk herba yang ampuh menaklukkan asma (asthma herb). Salah satu merek obat batuk terkenal menggunakan Euphorbia hirta yang tiada lain adalah nanangkaan alias si patikan kebo sebagai salah satu bahan penyusunnya.
Pustaka Artikel Gulma Dapat Berguna Sebagai Obat

Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat, Oleh Fauzi R. Kusuma B. Muhammad Zaky

Cara Mendapatkan Minyak Kelapa Yang Berkualitas

- Pilih kelapa segar yang sudah tua di pohon (berumur 11-12 bulan).
- Hati-hati dengan jenis air untuk pembuatan santanjarena akan berpengaruh terhadap kualitas minyak. Pilih air yang bersih, tidak kotor, dan tidak berbau.

- Daging kelapa yang sudah dicungkil tidak boleh direndam di dalam air. Hal ini untuk menghidari bau tak sedap pada minyak yang dihasilkan.
- Setelah di parut, kelapa harus segera diproses.
- Lapisan minyak yang sudah terbentuk harus segera diambil agar aromanya tetap terjaga.
- Selama proses pembuatan minyak, hindari cahaya matahari. Cahaya matahari dapat merusak asam lemak dan kandungan gizi pada minyak.

Dari berbagai cara pembuatan minyak kelapa murni tersebut, cara yang dianggap paling baik sampai saat ini adalah cara pancingan. Dengan cara pancingan, kemungkinan rusaknya asam lemak pada minyak relatif lebih kecil. Selain itu, prosesnya juga lebih cepat.

Proses pemanasan dikhawatirkan akan merusak asam lemak dalam minyak. Ciri minyak yang rusak adalah warnanya berubah kekuningan dan cepat berbau tengik. Sementara itu, pada cara fermentasi, hasilnya tidak optimal. Jika mengandalkan bakteri, proses fermentasi sangat bergantung pada kondisi air, tempat atau wadah, dan lingkungan.

Minyak kelapa hasil fermentasi masih perlu diteliti untuk mengetahui bakteri yang ada di dalamnya akan merusak asam lemak atau tidak. Selain itu, fermentasi membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menghasilkan minyak kelapa murni. Cara pembuatannya yang berbeda inilah yang menyebabkan kualitas minyak kelapa murni tidak terstandar. Harga minyak kelapa murni di pasar dunia pun menjadi bervariasi, 5-6 dolar AS/liter.
Pustaka Artikel Tips Mendapatkan Minyak Kelapa Yang Berkualitas

Gempur Penyakit dengan VCO, Oleh J. Kuncoro Sukartin, MM., MBA M. Sitanggang

Minggu, 06 Mei 2012

Obat Tradisional Untuk Mengobati Kencing Batu

Air minum yang banyak mengandung zat kapur seringkali menjadi penyebab timbulnya penyakit kencing batu. Selain itu, penyakit ini bisa juga diakibatkan oleh kebiasaan buruk yang seharusnya tidak kita lakukan, yaitu menahan rasa ingin kencing. Bila hal ini sering kita lakukan, maka kotoran-kotoran yang terdapat dalam kandung kemih akan mengendap dan akhirnya mengeras atau mengkristal menjadi batu yang bisa menyumbat jalannya air kencing.

Sedangkan cara untuk menyembuhkannya adalah dengan menggunakan resep berikut:
a. 1 genggam daun kreci beling.
b. Beberapa lembar daun remujang atau daun kumis kucing,
c. 1 genggam daun meniran

Cara membuat ramuannya :
1. Cucilah ketiga macam bahan di atas sampai bersih, lalu rebus de­ngan air sebanyak 3 gelas.
2. Bila sudah mendidih. biarkan saja sampai airnya menyusut kira-kira tinggai 1 geias.
3. Setelah itu dinginkan, dan minumlah ramuan ini secara rutin setiap hari 3 kali. Bila Anda tekun melakukannya, Insya Allah batu yang
menyumbat jaiannya air kencing tersebut akan hancur, sehingga air kencing Anda akan lancar.