
Khasiat cacing tanah
Protein | 68% |
Asam glutamat | 8.98 % |
Treonin | 3.28% |
Lisin | 5.16% |
Glycine | 3.54% |

Protein | 68% |
Asam glutamat | 8.98 % |
Treonin | 3.28% |
Lisin | 5.16% |
Glycine | 3.54% |
Memang macam-macam orang memberikan sebutan pada tanaman yang pertama ditemukannya. Tidak terkecuali anggrek Grammatophyllum scriptum, banyak orang menyebutnya sebagai anggrek macan. Entah kenapa demikian. Apa karena corak warnanya yang loreng coklat dan ada yang totol coklat. Atau ketahanan dan kekuatan hidupnya yang seperti macan. Lepas dari itu, keindahan anggrek ini bila berbunga, wow….indah sekali…Tangkai bunga panjang dengan kuntum bunga yang banyak, membuat semakin takjub yang melihatnya.
Anggrek ini termasuk berumbi semu pendek, umbinya tidak tertutup oleh upih daun. Dan beberapa helai daun tumbuh dipuncak umbisemu. Perawakan (habitus) tanaman dari tipe ini mirip cymbidium. Anggrek macan ini paling baik ditanam dalam krat dan digantung. Juga dapat ditempelkan pada dahan pohon dengan sinar matahari langsung. Karena karangan bunga anggrek macan menggelantung kebawah. Jenis media tanam yang bisa digunakan untuk menanam anggrek ini pakis atau arang kayu. Anggrek macan kurang suka diganggu terlalu banyak dengan pengepotan ulang.
Grammatophillum scriptum atau yang disebut anggrek macan di Indonesia mempunyai daerah penyebaran di Papua, Makasar dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Bunga-bunga anggrek ini tidak terlalu besar. Ukuran sepalnya dengan panjang hanya 3 cm. Berwarna kehijauan pucat. Hampir seluruh permukaan sepal dan petalnya tertutup warna coklat. Pada varietas tigrinum, sepal dan petalnya mempunyai gambaran bercak-bercak besar dan rapat serta tidak teratur berwarna coklat.
Yang pertama gangguan fisiologis atau kesalahan dalam perawatan telah diulas. Hama sebagai penyebab gangguan tanaman. Gangguan sekecil apapun pada tanaman hias tidak boleh diremehkan. Karena tanaman hias yang dijual atau dipamerkan adalah keindahannya. Dengan sedikit gangguan oleh hama, keindahannyapun akan berubah, tentunya harga akan jatuh. Untuk itu perlunya pengawasan dan pengamatan yang teliti agar cepat bila ada gangguan hama dapat segera diselesaikan.
Di Indonesia yang tropis ini, hama tanaman tumbuh dengan subur. Termasuk pada tanaman hias, hama susah dihindari. Khusus hama pada anggrek telah diulas didepan. Yang terpenting adalah, bagaimana sedini mungkin mengetahui gejala serangan. Sehingga dapat dengan cepat dikendalikan. Serangan hama sangat merugikan. Banyak dana akan terkuras untuk mengendalikannya. Namun belum tentu hasil maksimal. Apalagi pada tanaman hias, butuh waktu untuk memulihkannya bila sudah rusak.
Pengenalan gejala serangan hama tidaklah mudah, butuh pengalaman dan ketelitian.
Serangan Hama Tanaman hias
1. Pada daun terdapat garis-garis putih.
Diagnosis Penyebab : Ulat penggerek daun yang membuat terowongan dan memakan daging daun Cara mengatasi : Jika sedikit pangkas daun yang terserang dan bakar atau ditanam. Jika sudah banyak semprot insektisida sevidol 4/4 G dengan dosis yang dianjurkan.
2. Pada pucuk tanaman atau bawah daun terdapat kutu berwarna putih.
Diagnosis Penyebab : Serangan kutu putih, kutu putih permukaanya mempunyai lapisan lilin dan tepung berwarna putih. Serangan yang parah dapat menyebabkan kematian tanaman. Cara mengatasi : Bila masih sedikit dapat disikat dengan sikat gigi bekas. Dan bila serangan parah, semprot insektisida sevin 85 C sesuai dosis yang dianjurkan.
3. Tanaman layu karena batang dan daun lemah. Pada daun terlihat bekas bintik-bintik.
Diognosis penyebab : Serangan kutu hijau atau apids, kadang juga berwarna kuning kecoklatan. Kutu ini menghisap cairan batang dan daun tanaman. Cara mengatasi : Penyemprotan dengan insektisida yang mengandung malathion pada seluruh bagian tanaman
4. Permukaan daun berwarna coklat kemerahan.
Diagnosis penyebab : Serangan laba-laba kecil atau tungau disebut juga mite yang menghisap daun dan biasanya membuat sarang dibawah daun berupa anyaman berwarna putih. Serangan parah dimusim kemarau. Cara mengatasi : Pangkas daun tanaman yang terserang, bila sudah menyebar semprot dengan akarisida sesuai anjuran
5. Pada bunga terdapat bintik-bintik hitam, jika parah bunganya bisa rusak.
Diagnosis penyebab : Terserang thrip, yang menghisap cairan bunga dan meninggalkan bekas bintik hitam. Cara mengatasi : Semprot dengan insektisida yang mengandung diazinon 60 EC
6. Daun layu dan pada tulang daun bagian bawah menempel hama seperti sisik yang berwarna coklat kekuningan.
Diagnosis penyebab : Terserang kutu perisai yang menghisap cairan daun. Banyak terjadi serangan pada musim kemarau. Cara mengatasi : Bila masih sedikit sikat dengan sikat gigi bekas. Jika serangan sudah menyebar semprot dengan insektisida yang mengandung malathion. Memberikan efek yang baik bila sebelum disemprot daun dilap dengan kain basah, karena hama ini dilapisi oleh lilin.
Hama memang selalu membuat repot para hobiis. Yang akan menurunkan kualitas tanaman hias. Penanganan yang baik selama pemeliharaan akan dapat menyelamatkan dari hama tersebut. Setidaknya dapat mengurangi serangan. Pencegahan adalah syarat mutlak. Budidaya yang benar, pemupukan yang terprogram, penyemprotan insektisida yang rutin, penyiraman dan perawatan lainnya dengan tepat, akan menciptakan tanaman yang sehat. Sehingga akan dijauhi oleh hama tanaman.
Anggrek Cattleya sering disebut dengan Queen of Orchid. Memang pantas, anggrek cattleya sebagai ratunya anggrek. Dimana ukuran diameter bunganya bisa mencapai 15 cm. Keindahan bunganya sangat mempesona, dengan kombinasi warna-warna yang mencolok. Anggrek cattleya ada yang tahan hidup didaerah panas dan ada yang tahan hidup didaerah dingin. Yang hidup didaerah dingin mempunyai ukuran bunga lebih besar dari cattleya yang hidup didaerah panas.
Anggrek cattleya seperti dendrobium. Masuk golongan berbatang simpodial. Dimana pertumbuhan ujung-ujung batangnya terbatas. Membentuk rumpun dari tunas-tunas anakan. Cattleya mempunyai pola tumbuh horisontal, seperti tumbuhan merambat. Batang tumbuhnya disebut rhizome. Anggrek cattleya merupakan anggrek simpodialyang pseudobulbnya berbentuk batang, dengan tangkai bunga muncul pada ujung batangnya.
Bermacam cattleya mempunyai kemampuan berbunga yang berbeda. Hal ini dapat dilihat dari bentuk daunnya. Bila daunnya lebar dan pendek menandakan anggrek cattleya tersebut rajin berbunga. Dan sebaliknya bila daunnya sempit dan panjang menandakan anggrek cattleya tersebut malas berbunga. Disamping itu untuk membuat anggrek cattleya tampil menarik dan rajin berbunga, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
Kegagalan hobiis dalam pemeliharaan anggrek cattleya biasanya pada pembatasan intensitas matahari. Sehingga tanamannya kering, walaupun tumbuh, hidup tapi tidak mau berbunga. Para hobiis anggrek cattleya, yang mempunyai masalah dengan tanamannya, coba cek ulang dan sesuaikan dengan 6 point diatas. Semoga sukses dan selamat mencoba…!!!!
http://wawaorchid.wordpress.com
Asal nepenthes banyak terdapat dihutan-hutan Indonesia, malaysia dan Brunei. Yang merukapakan negara pusat penyebaran nepenthes terbesar didunia. Diantaranya terdapat jenis : nepenthes diata, nepenthes bicalcarata, nepenthes aristolochiodes, nepenthes reinwardtiana dan masih banyak lagi.
Indonesia sebagai negara yang kaya akan jenis nepenthes. Penyebarannya ada yang hidup pada daerah dataran tinggi dan ada yang di daerah dataran rendah. Keberadaan daerah inilah yang banyak menyebabkan kegagalan yang dialami para pemelihara nepenthes. Nepenthes dari dataran tinggi tidak akan bisa tumbuh pada daerah dataran rendah demikian sebaliknya.
Sekarang ini sudah ditemukan kantong semar atau nepenthes ini yang bisa tumbuh baik pada dataran tinggi maupun rendah. Seperti nepenthes veitchii, nepenthes tobaica, nepenthes stenophylla, nepenthes gracilis, nepenthes mirabilis.
Perawatan Nepenthes
Penanaman nepenthes yang cocok adalah dengan media yang porous dan lembab. Artinya air tidak sampai menggenang, selalu basah tidak becek. Hal ini disesuaikan dengan daerah asal, dimana nepenthes dihutan tumbuh pada tanah humus dari hancuran daun-daun tanaman. Jenis media tanaman yang bisa dipakai adalah campuran tanah dengan cacahan pakis dengan perbandingan 1 : 1. Atau bisa juga dengan campuran sekam bakar dan cacahan pakis dengan perbandingan 1 : 1.
Nepenthes tidak membutuhkan pemupukan. Pemberian pupuk justru akan menyebabkan nepenthes mati, yang diawali dari terbakarnya daun. Dan perlu diketahui bahwa nepenthes tidak mencari makanan melalui akar. Akar hanya sebagai penyangga batang. Nepenthes makan melalui daun yaitu dari daun yang berkantong tersebut. Unik…bukan…!!!
Pemangsa Serangga
Nepenthes tidak seperti tanaman lainnya, yang mengambil makanan dan mengolahnya dari hara secara langsung. Baik yang tersedia dialam maupun dari pemupukan. Namun nepenthes mengambil makanan dengan mengolahnya terlebih dahulu dari serangga yang ditangkapnya. Prosesnya, nepenthes sengaja mengundang serangga dengan mengeluarkan aroma dari kelenjar dikantongnya. Orama ini yang akan mengundang semut, nyamuk, kumbang, lalat, kecoak, tawon, dan serangga kecil lainnya untuk datang. Setelah menempel dibibir kantong, serangga tersebut akan tergelincir dan terjebak didalamnya. Kemudian kantong akan mengeluarkan cairan asam untuk melumatkan serangga menjadi protein. Dengan bantuan enzim proteolase protein tersebut diuraikan menjadi nitrogen, fosfor, kalium dan garam-garam mineral. Dan zat inilah yang diserap dan diolah menjadi makanan di daun.
Nepenthes disamping digunakan sebagai tanaman hias yang unik, sebagai pemakan serangga bisa juga dimanfaatkan untuk memberantas serangga. Dengan dibudidayakan dan ditanam disekitar rumah nepenthes sebagai obat anti serangga alam yang tidak membahayakan. Dan akan pengurangi polusi pestisida obat serangga. Mau mencoba…..????
http://wawaorchid.wordpress.com