Senin, 07 Februari 2011

Tanaman Zucchini

Zucchini

(Summer Squash (Ingg.), C. pepo (Latin)) Famili: Cucurbitaceae

Zucchini di Eropa dikenal sebagai courgettes. Tanaman semak annual. Buah bulat lonjong dengan warna hijau atau kuning.

Budidaya :

  • Membutuhkan cahaya matahari penuh dan bahan organik yang tinggi

  • Perbanyakan melalui biji

  • Jaga pengairan untuk menghindari gugur buah

Panen :

  • Dipanen ketika masih sangat muda (2-7 hari setelah anthesis).

  • Telat panen akan menghambat pembentukan bunga betina.

Sabtu, 05 Februari 2011

Mengenal Tanaman Kehutanan Eukaliptus (Eucalyptus sp.)


Marga (genus) eukaliptus terdiri dari sekitar 500 jenis pohon danperdu. Namun jenis-jenis yang sudah umum dikenal antara lain E. alba(ampupu), E. deglupta (leda), E. grandis (hooded gum), E. platyphylla (hue), E. saligna (sidney blue) dan E. umbellata (forest red gum).

Ketinggian tempat yang sesuai untuk eukaliptus berbeda-beda. Umumnya Eucalyptus sp. tumbuh baik pada tanah jenis aluvial kecuali E. saligna yang memerlukan jenis tanah podsol, kelembaban tinggi dan tergenang air. Jenis E. Deplupta (leda) tumbuh baik pada tanah alluvial subur, bertopografi datar dan rendah serta waktu hujantanahnya tergenang kemudian mengering.

Tanaman ini bertajuk tidak rapat, tingginya bervariasi menurut jenisnya. Jenis ampupu tingginya dapat mencapai 35 m dengan diameter 120 cm. Jenis hue tingginya dapat mencapai 25 m dengan diameter 125 cm. Eukaliptus mempunyai musim berbunga yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Biji eukaliptus tergolong sangat halus, kecil dan lembut. Berikut ini dapat dilihat musim berbunga untuk masing-masing jenis eukaliptus.

Tabel 1. Musim Berbunga Jenis-jenis Eukaliptus

Jenis/spesies

Nama Daerah/umum

Bulan berbunga

E. deglupta

E. platyphylla

E. alba

E. saligna

E. grandis

E. umbellata

Leda

Hue

Ampupu

Sidney blue

Hooded gum

Forest red gum

April-Juli

Juli-November

Oktober

September-Desember

Januari-Agustus

Agustus-Oktober

Jumat, 04 Februari 2011

Tanaman Sayuran Jamur Tiram

Jamur Tiram
(Oyster mushroom(Ingg.), Pleurotus osteratus (Latin))
Famili: Agaricaceae

Deskripsi:

  • Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur kayu karena banyak tumbuh pada kayu yang sudah lapuk baik pada serbuk kayu maupun pada kayu gelondongan. Disebut jamur tiram atau karena bentuk tudungnya agak membulat, lonjong dan melengkung seperti cangkang tiram, dengan batang atau tangkai tanaman ini tidak tepat pada tengah tudung tetapi agak ke pinggir.

Suhu:

  • Suhu terbaik untuk pertumbuhan miselium jamur ini adalah 22 – 28 °C dengan kelembaban 60 – 80 %. Sedangkan suhu terbaik untuk pembentukan badan buah jamur adalah 16 – 22 °C dengan kelembaban 80 – 90 %.

Budidaya:

  • Jamur ini tumbuh pada media yang mengandung kadar air 50 – 90 % dengan pH 6 – 7.

  • Persiapan Media:

    • Pengayakan
      Ukuran ayakan yang digunakan lebih kurang sama dengan ukuran ayakan pasir.

    • Perendaman
      Serbuk kayu kering yang telah diayak direndam dalam air selama 6 – 12 jam disesuaikan dengan jenis kayu. Setelah selesai serbuk kayu ditiriskan.

    • Pengukusan
      Pengukusan serbuk kayu dilakukan pada suhu 80 – 90 °C selama 4 – 6 jam.

    • Pencampuran
      Seluruh bahan tambahan yang telah ditimbang sesuai dengan formulasi yang dipilih, dicampur dengan serbuk kayu yang telah dikukus. Air ditambahkan secukupnya hingga kadar air 50 – 65 %.

    • Pengomposan
      Pengomposan dilakukan dengan membumbun campuran serbuk kayu kemudian menutupnya secara rapat dengan menggunakan plastik selama 1 – 2 hari. Proses pengompossan yang baik ditandai dengan kenaikan suhu menjadi sekitar 50 °C. Kadar air campuran atau kompos harus diatur pada kondisi 50 - 65 % dengan pH 6 – 7.
      (Proses perendaman, pengukusan dan pengomposan dapat tidak dilakukan bila serbuk gergaji yang dipakai berasal dari kayu lunak dan seragam).

    • Pembungkusan
      Kompos dibungkus plastik polipropilen yang berukuran 20 x 30 cm. Media diisikan secara manual sambil dilakukan pemadatan di dalam kantong plastik. Selanjutnya ujung kantong plastik dipasang cicin bambu atau potongan paralon sedemikian sehingga menyerupai botol dan ditutup dengan sisa-sisa kapas.

    • Sterilisasi
      Sterilisasi dilakukan pada suhu 80 – 90 °C selama 6 – 8 jam dengan cara pengukusan dididalam drum strerilisasi. Setelah dikukus media didinginkan hingga mencapai suhu 35 – 40 derajat celsius.

    • Formulasi

    • FormulasiSerbuk kayu (kg) Tapioka (kg) Bekatul (kg) Kapur (kg)Gips (kg)TSP (Kg)
      I100-1551-
      II100-52.50.50.5
      III100-102.50.50.5
      IV100510510.5
  • Untuk pertumbuhan misellium:

    • Inokulasi (menanamkan bibit jamur)
      Inokulasi dilakukan dengan memasukan bibit sebanyak lebih kurang 1 sdt kedalam media steril melalui lubang ring yang telah dibuka penutup kapasnya. Setelah selesai inokulasi, penutup kapas dipasang kembali.

    • Inkubasi
      Inkubasi dilakukan dengan cara menyimpan media yang telah terisi bibit pada suhu 22 – 28 °C Inkubasi dilakukan hingga seluruh media penuh ditumbuhi miselium jamur tiram yang berwarna putih. Gejala ini berlangsung sekitar 1 bulan setelah inokulasi.

  • Untuk pembentukan tubuh buah:
    Media jamur yang dipenuhi miselium siap untuk ditumbuhkan membentuk tubuh buah. Pembentukan tubuh buah ini dilakukan dengan membuka plastik pembungkus media sehingga miselium cukup untuk mendapatkan oksigen. Satu sampai dua minggu setelah plastik dibuka biasanya akan terbentuk tubuh buah. Tubuh buah yang telah berumur 2 – 3 hari siap untuk dipanen. Kondisi lingkungan yang diperlukan untuk pembentukan tubuh buah jamur tiram adalah suhu 16 – 22 oC dengan kelembaban 80 – 90 %.

Panen:

  • Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut seluruh rumpun jamur (1 kg media tumbuh dapat menghasilkan kurang lebih 7 ons jamur tiram). Pada pertumbuhan yang baik, ukuran diameter jamur yang besar pada saat dipanen adalah 5 – 10 cm. Pemanenan dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasarannya.

Budidaya Ikan Lele Yang Murah Meriah

Pekarangan rumah luas dan Anda suka budidaya ikan? Ada baiknya Anda melirik budidaya lele ini.

Pekarangan rumah luas dan Anda suka budidaya ikan? Ada baiknya Anda melirik budidaya lele ini. Budidaya lele ini ternyata tak melulu jorok karena sudah bisa dikembangkan sistem budidaya yang lebih murah, bersih dan menjanjikan dengan suplemen organik sehingga bisa maksimal hasilnya.

Bisnis budidaya ikan lele ini pun tampaknya akan selalu menguntungkan. Hal ini karena semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan ikan sebagai sumber protein yang tinggi dengan harga yang terjangkau. Ikan menjadi alternatif mengingat harga daging yang makin hari makin mahal.

Ikan lele sendiri memiliki nilai gizi yang mumpuni disamping dagingnya yang gurih. Lele mengandung protein yang tinggi dan zat penguat tulang (kalsium) yang baik untuk makanan anak balita. Selain itu lele juga mengandung mineral lain yang penting pula untuk kesehatan tubuh.

Dengan fakta-fakta itu, maka pada akhirnya ikan lele dapat dijadikan peluang usaha yang menarik. Mengingat selama ini budidaya ikan lele selalu terkesan jorok, kini budidaya ikan air tawar tersebut sudah berkembang menjadi lebih murah, bersih, dan menjanjikan.

"Sekarang untuk budidaya ikan lele, kita sudah ada suplemen organik yang dapat membantu budidaya lele lebih maksimal. Karena suplemen organik ini memiliki fungsi sebagai penjaga kualitas air, menignkatkan percepatan pembesaran bibit lele jika dicampur dengan pakannya, dan mengurangi tingkat mortalitas dari bibit lele," jelas Deden A.S, sebagai salah seorang pembudidaya lele.

Deden, yang memulai budidaya lele ini sejak tahun 2006, diawali hanya iseng-iseng di pekarangan rumahnya dengan membuat kolam dari terpal sebesar 3x3x1 meter yang diisi air setinggi 7O cm. Dengan pola budidaya intensif, kolam tersebut dapat menampung jumlah tanam bibit ikan lele sebanyak kurang lebih 1800-2000 yang masing-masing bibit tersebut berukuran 10-12 cm.

"Setelah membuat kolam dan menaruh bibit lele tadi, kemudian memberi pakan dan suplemen organik dengan waktu teratur, selama 45 hari saya bisa memanen lele tersebut dengan jumlah berat sebesar 200 Kg - 250 Kg untuk jumlah maksimalnya," ujar Deden.

Bagi anda yang tertarik mencoba membudidayakan ikan lele ini, Deden memberi asumsi perhitungan yang sederhana. Dimulai dengan membuat kolam dari terpal dengan ukuran 3x3x1 meter yang tentunya memerlukan biaya yang tidak begitu mahal ketimbang membuat kolam dari semen atau kolam gali.

"Masalah perhitungan harga pembuatan kolam dari terpal, tentu semua orang akan tahu berapa biaya yang dibutuhkan. Karena terpal sendiri permeternya murah," jelas Deden.

Kemudian, Deden memberikan asumsi biaya pembelian bibit lele dengan harga Rp 300 per ekor. Jika untuk kolam 3x3x1 meter dapat menampung bibit kurang lebih 2000 ekor, maka kita hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar Rp 600.000 (Rp 300 x 2000 ekor).

Mengingat lama pembesaran membutuhkan waktu selama 45 hari, maka kebutuhan pakan yang dibutuhkan adalah sejumlah 90 Kg (2 Kg perhari). Nantinya, Biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 660.000, dengan harga pakannya perkarung adalah Rp 220.000 seberat 30 Kg.

Adapun, pembelian kebutuhan suplemen organik adalah Rp 180.000 untuk 4 botol selama 45 hari pembesaran bibit. Empat botol tersebut akan difungsikan untuk pemaksimalan kualitas air dan bibit lele.

Pada akhirnya, total biaya yang dibutuhkan adalah kurang lebih Rp 1440000.

Berikut adalah ringkasan dari modal yang dibutuhkan perkolamnya adalah:



Harga Bibit Lele : Rp 300 x 2000 ekor = Rp 600.000
Harga Pakan : Rp 220.000 x 3 karung = Rp 660.000
Harga Suplemen Organik: Rp 45000 x 4 botol = Rp 180.000
Total Biaya Produksi: Rp 1.440.000

Melalui asumsi modal tersebut dari Deden, maka keuntungan yang bisa didapat dari satu buah kolam dengan target panen 2.000 bibit adalah 200 Kg - 250 Kg.

Deden menjelaskan, bahwa harga eceran yang bisa diraih adalah senilai Rp 15.000 perkilonya. Sedangkan untuk harga yang dijual ke pasar, dapat diraih sebesar Rp 12000 perkilonya.

Sehingga, lanjut deden, jika diambil dari asumsi harga terendahnya, maka keuntungan yang bisa diambil adalah Rp 960.000 untuk satu kolam. Jumlah tersebut diambil dari penjualan lele sebanyak 200 Kg x Rp 12.000 yang berjumlah Rp 2400.000 dikurangi biaya produksi yang berjumlah Rp 1.440.000.

"Jika panen yang kita hasilkan maksimal, kita dapat mencapai berat sejumlah 250 Kg. Keuntungan yang bisa diambil dari selisih total penjualan dan biaya produksi adalah sebesar Rp 1.560.000 perkolamnya," tegas Deden.

Dari penjualan lele tadi saja, jelas Deden, itu sudah merupakan peluang usaha yang menarik di samping aktivitas kesibukan sehari-hari. Karena biaya yang dibutuhkan tidak membutuhkan nilai investasi yang tinggi.

"Dari sisi waktu tidak begitu lama, malah simple dan sederhana. Yang penting disiplin saja dalam jadwal pemberian pakan dan suplemen organiknya,"kata Deden.

Berbicara mengenai peluang yang lebih luas lagi. Hasil dari lele tersebut, dapat dijadikan berbagai macam peluang usaha lainnya yang lebih menarik tentunya.

Selain yang sudah kita ketahui, lele dapat dijadikan menu makanan pecel lele. Namun di sisi lain, hasil dari olahan daging ikan lele dapat dijadikan berbagai macam hasil. Misalnya, daging lele dapat dijadikan nugget lele, abon lele, lele asap, bakso lele, dan bahkan dapat dijadikan filet lele. Mengingat kebutuhan filet lele untuk ekspor sangat tinggi.

"Atau mungkin kita dapat mengembangkan dari hasil ikan lele tersebut menjadi olahan-olahan penganan menurut ide dan kreativitas kita yang memiliki nilai jual tinggi," ucap Deden.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai budidaya intensif ikan lele, anda dapat menghubungi Departemen Perikanan, atau para pelaku usaha ikan lele seperti Deden A.S ini.

Sumber: (qom/qom/dtk)

Rabu, 02 Februari 2011

Tanaman Kehutanan Jenis Gmelina (Gmelina arborea)


Tanaman yang termasuk famili Verbenaceae ini disebut juga yemane, gmelina, gamari, dan jati putih. Disebut juga jati putih karena keawetannya hampir menyerupai kayu jati. Gmelina merupakan tanaman asli India, penyebarannya meliputi negara Pakistan, Kamboja, Thailand, Srilangka dan Cina bagian Selatan.

Pohon Gmelina dapat tumbuh baik pada ketinggian 90-900 m dpl. Dalam keadaan khusus seperti di daerah lembah Srilangka dapat tumbuh pada ketinggian 1 500 m dpl. Curah hujan tahunan yang dikehendaki berkisar antara 760 - 4 500 mm.

Bentuk pohon bulat, lurus dan tidak berbanir. Ketinggian pohon mencapai 30 m dengan diameter 100 cm dan berbatang bebas cabang 15 m. Tajuk menyerupai kerucut atau tidak teratur dengan percabangan banyak. Daur tanaman untuk bahan baku pulp 8 tahun dan non-pulp 15 tahun.

Gmelina dapat berbuah setelah berumur 4 tahun, yaitu setahun sekali antara bulan April-Juli. Untuk pembuatan benih sebaiknya dipetik dari induk yang sehat dan telah berumur 7 tahun atau lebih.

Selasa, 01 Februari 2011

Tanaman Sayuran Lobak


Lobak/Daikon
(Turnip (Ingg.), B. campestris var. rapifera/B. rapa (Latin)) Famili: Brassicae



Asal:

Asal yang jelas tidak diketahui namun ditemukan tumbuh liar di Rusia dan Siberia. Dibudidayakan sejak jaman kuno dan dibawa ke Amerika pada periode awal.

Bagian yang dikonsumsi:

Umbi (produk utama) dan daun

Budidaya:

Dibandingkan sayuran penghasil umbi lainnya lobak lebih memerlukan P dan N daripada K.

Jarak tanam 30-40 cm

Tanaman Kehutanan Jenis Balsa (Ochroma sp.)


Tanaman ini termasuk famili Bombacaeae yang terdiri dari beberapa spesies antara lain O. lagopus, O. limonesis, O. tomentosa, O. velentuna, O. boliviana, O. obusta, dan O. concolor. Adapun yang paling populer adalah O. lagopus karena kayunya paling ringan dibandingkan jenis yang lainnya.

Balsa tumbuh baik pada ketinggian 0-1 000 m dpl, tetapi pertumbuhan optimalnya 0-800 m dpl. Curah hujan rata-rata yang dibutuhkan berkisar antara 1 500 – 3 000 mm/tahun. Jenis tanah yang dibutuhkan adalah tanah yang subur, daenase baik, tidak tergenang air, pH masam sampai netral dan bersolum dalam serta lembab.