Tampilkan postingan dengan label Obat dan Herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat dan Herbal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 September 2012

KHASIAT TEMPUYUNG Sebagai Penghancur Batu Ginjal

KHASIAT TEMPUYUNG Sebagai Penghancur Batu Ginjal

Tempuyung lebih sering dilihat sebagai tanaman penghijau halaman. Memang, ada pula yang memanfaatnya sebagai lalapan, meski rasanya sedikit pahit. Tapi lebih dari itu, tempuyung juga dikenal dapat membantu menurunkan tekanan darah dan alternatif penghancur batu ginjal.

Tempuyung yang nama latinnya Sonchus arvenshis L. dan termasuk ke dalam famili tumbuhan compositae ini biasa tumbuh di tempat-tempat yang terlindung. Daunnya hijau licin dengan sedikit ungu, tepinya berombak, dan bergigi tidak beraturan. Di dekat pangkal batang, daun bergigi itu terpusar membentuk lekukan dan yang terletak di sebelah atas memeluk batang berselang seling.

Daun berombak memeluk batang inilah yang dipercaya memiliki efek farmakologis. Di antaranya: menghilangkan rasa panas dan racun, diuretik (peluruh kencing), penghancurkan batu ginjal dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Secara fisik, tanaman ini memiliki rasa pahit dan bersifat mendinginkan. Pada prinsipnya, semua bagian tanaman ini bisa dimanfaatkan. Tapi yang paling sering adalah bagian daunnya. Tumbuhan ini dikenal sebagai herba semusim dengan tinggi bisa mencapai 2 meter, tumbuh liar di tempat terbuka atau sedikit terlindung, seperti di tebing, tepi saluran air, di sela-sela batu, dan tumbuh pada daerah dengan ketinggian 50 - 1.650 meter dari permukaan laut.

Penelitian Sarjito
Daun tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat dengan kandungan kimia saponin, flavonoida, politenol, alfa-lactucerol, beta-lactucerol, manitol, inositol, silika, kalium, taraksasterol. Hasil penelitian yang dilakukan oleh almarhum Prof. Dr. Sarjito dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta menunjukkan, kandungan kalium dalam tempuyung dapat membantu menghancurkan batu ginjal.

Penelitian itu dilakukan Prof. Sarjito dengan merendam batu ginjal seseorang dalam rebusan daun tempuyung pada suhu kamar dan pada suhu 30-35 derajat celsius. Bahan percobaan tadi ada yang digoyang seperti gerakan tubuh manusia, ada pula yang tidak. Setelah itu batu ditimbang dan kalsium dalam larutan diukur secara kimia. Hasilnya, semua batu ginjal berkurang bobotnya.

Sarjito juga meneliti daya penghancuran batu ginjal manusia dengan melakukan pemeriksaan kristal dalam air seni dan dengan menggunakan sinar rontgen. Hasilnya diketahui, tempuyung dapat menghancurkan batu ginjal. Sayangnya, sampai sekarang belum diketahui senyawa yang melarutkan atau menghancurkan batu ginjal. Tapi hasil penelitian lain membuktikan, kandungan kalium inilah yang berperan dalam penghancuran batu ginjal.

Di dalam daun tempuyung itu terkandung kalium berkadar cukup tinggi. Kehadiran kalium ini membuat batu ginjal, berupa kalsium karbonat, tercerai berai, karena kalium akan menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentuk batu ginjal. Hingga akhirnya endapan batu ginjal itu larut dan hanyut keluar bersama urine.

Tempuyung juga punya nama beragam di tiap-tiap daerah. Di Jawa sering disebut galing, jombang, jombang lalakina, lempung, lampenas, rayana (Sunda), tempuyung (Jawa Tengah). Cara perbanyakan tanaman ini menggunakan biji. Pemeliharaannya juga mudah, seperti halnya tanaman lain, Cuma butuh cukup air untuk menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk kandang. Tertarik untuk menanam dan memanfaatkannya sebagai tanaman obat?

Aneka Ragam Kegunaan Tempuyung 
Dalam pengunaan, tempuyung dapat diramu sebagai bahan tunggal maupun dicampur dengan berbagai tanaman obat lain. Prinsipnya, menurut Ir. Winarto, ahli tanaman obat dari klinik Karyasari, penggunaan tempuyung sebagai ramuan harus dilandasi pengertian bahwa sifatnya hanya membantu mengurangi derita suatu penyakit tertentu. Meski tidak menutup kemungkinan penggunaan dalam jangka waktu lama khasiatnya bisa maksimal.

Dasar pemakaian Tempuyung Sebagai Obat:
Secara umum pemakaian tempuyung dimanfaatkan untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh dengan memakannya langsung sebagai lalap, minuman dengan memanfaatkan rebusan air daunnya dan menggunakan sebagai ramuan dengan ditambahankan bahan tertentu.

- Sebagai lalapan:
Anda bisa mengambil sekitar lima lembar atau lebih daun tempuyung segar. Setelah dicuci, daun diasapkan sebentar, kemudian dimakan sekali habis sebagai lalap bersama nasi. Dalam sehari kita bisa memakan lalap itu sebanyak tiga kali.

- Sebagai jamu rebusan:
Ambilah dua lembar daun tempuyung kering disedu dengan air satu gelas minum seperti membuat teh. Air seduhan inilah yang diminum sebagai obat. Dalam sehari kita bisa meminumnya sebanyak tiga kali, sampai batu ginjal hilang.

Ramuan-ramuan lain
Mastitis
Bahan: 15 gram tempuyung 2 gelas air Tambahkan madu secukupnya untuk mengurangi rasa pahit. Cara pembuatan: Rebus daun tempuyung hingga airnya menjadi satu gelas.
Cara pemakaian Tambahkan madu dan diminum selagi hangat
Bisul
Bahan: Batang dan daun tempuyung 5 hingga 10 lembar Air bersih secukupnya
Cara pembuatan: Daun dan batang dicuci bersih, kemudian ditumbuk atau digiling halus dan diperas untuk diambil air perasannya. Cara pemakaian: Air perasannya dioleskan ke tempat yang sakit
Kandung kencing dan batu empedu 
Bahan: 5 lembar daun tempuyung parutan kelapa secukupnya
Cara pembuatan: Setelah dicuci lalu diasapkan sebentar dan kemudian dicampur dengan parutan kepala seperti halnya membuat urap
Cara pemakaian: Dimakan bersama nasi sebagai lalapan dan dapat dikonsumsi 3 kali sehari
Darah tinggi
Bahan: 5-8 lembar daun tempuyung parutan kelapa secukupnya Belimbing wuluh secukupnya sebagai campuran
Cara pembuatan: Daun tempuyung dicuci lalu diasapkan dan kemudian dicampur dengan parutan kepala. Belimbingnya dapat dipotong kecil-kecil untuk campuran lalapan
Cara pemakaian: Dimakan sebagai campuran nasi untuk lalapan dan bisa dikonsumsi 3 kali sehari
Kegemukan (obesitas).
Bahan: Daun Tempuyung 4 lembar Air 100 ml Cara Pembuatan: direbus hingga mendidih. Cara pemakaian: Diminum untuk sekali. Dianjurkan selama 21 hari
Batu ginjal
- 250 gram daun tempuyung kering ditambah air 250 cc air digodok untuk diminum
- 5 lembar daun tempuyung segar, 5 lembar daun alpukat, 5 lembar daun sawi, 2 jari gula aren.
Bahan dicuci bersih sebelum digodok dengan 3 gelar air sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum tiga kali, masing-masing 3/4 gelas.
- 5 lembar daun tempuyung, 6 buah jagung muda, 3 jari gula aren, dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya.Kemudian digodok dengan air tiga gelas hingga tersisa 2 1/4 gelas untuk diminum tiga kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

Toba Samosir Potensial Kembangkan Ratusan Jenis Tanaman Obat

Toba Samosir Potensial Kembangkan Ratusan Jenis Tanaman Obat



Budidaya berbagai jenis tanaman obat sangat berpotensi dikembangkan di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatra Utara, sebab agroklimat di daerah itu cukup mendukung bagi syarat tumbuh komoditas tersebut.

“Ratusan jenis tanaman obat (herbal) untuk dijadikan sebagai bahan baku industri obat yang berguna bagi masyarakat akan kami kembangkan dalam areal seluas satu hektare di objek wisata Taman Eden Desa Sionggang, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Tobasa,” ujar Dr. Palmina Sihombing di Lumbanjulu, Minggu.

Untuk itu, kata dia, kerjasama akan dijalin dengan berbagai instansi, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian setempat dan pihak farmasi serta menggandeng sejumlah perusahaan industri bahan baku tanaman obat, mengingat banyaknya produk suplemen makanan yang berasal dari tanaman itu.

Menurut dia, beragam jenis tanaman dan akar-akaran serta bahan herbal alamiah lainnya tumbuh subur di taman edukasi seluas 40 hektare yang terletak sekitar 40 kilometer dari Balige, ibu kota Kabupaten Tobasa itu akan dimaksimalkan, hingga di sisi lain dapat meningkatkan penghasilan petani kooperator yang menanam komoditas dimaksud.

Dokter yang bertugas di Puskesmas Sigumpar, Kabupaten Tobasa itu mencontohkan, tanaman “ampapaga” (pegagan) dalam bahasa latin disebut ’Centella asiatica’, manfaatnya bisa menggantikan fungsi obat ’cerebrovit’ untuk mengatasi penyakit lupa, tumbuh sangat subur di kawasan tersebut, namun selama ini hampir luput dari perhatian.

“Padahal, kesehatan merupakan investasi yang menjadi dambaan setiap insan, sehingga ’back to basic’ dan ’back to nature’ dengan memaksimalkan pemanfaatan fungsi tanaman obat sungguh merupakan terapi yang sangat tepat,” kata Palmina.

Selain itu, kata dia, sejak ratusan tahun lalu, nenek moyang ’kita’ terkenal pandai meracik jamu serta obat-obatan herbal dan menurut beberapa hasil penelitian penggunaannya tidak terlalu menyebabkan efek samping, sehingga budidayanya perlu dikembangkan.

Sementara itu, apoteker Irma Sinaga, dosen pada Akademi Farmasi Yayasan Perguruan Arjuna Tobasa menambahkan, pada prinsipnya segala buah dan sayuran mengandung vitamin C akan berguna sebagai antioksidant untuk menetralkan racun dan radikal bebas di dalam darah maupun sel cairan tubuh.

Memang, kata dia, hingga sekarang kandungan bahan kimia yang terdapat dalam berbagai tanaman obat belum dapat dipastikan secara jelas, akibat berbagai sifat kemiripan yang dimiliki sintesa ataupun turunannya masih memerlukan penelitian lebih mendalam.

“Pengenalan tanaman obat bisa dikaitkan dengan pola dan gaya hidup sehat bagi keluarga, sebagai upaya mencegah penyakit,” katanya.

Pengelola Taman Eden, Marandus Sirait menyambut baik upaya pengembangan tanaman khas yang akan dijadikan sebagai model taman sehat atau apotik hidup tersebut.
sehatnews.com

Senin, 03 September 2012

Ratusan Tanaman Obat Dikembangkan di Taman Eden 100

.Ratusan Tanaman Obat Dikembangkan di Taman Eden 100


Taman Eden 100 di Desa Sionggang Kecamatan Lumbanjulu Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, akan mengembangkan ratusan jenis tanaman obat untuk bahan baku industri obat yang berguna bagi masyarakat.

“Saat ini, banyak beredar produk suplemen makanan yang bahannya berasal dari tanaman obat dengan harga cukup mahal, sehingga masyarakat menengah ke bawah sulit memperolehnya karena tidak dijual secara bebas,” ujar Dr Palmina Sihombing di Lumbanjulu, Jumat.

Selain itu, kata dia, obat-obatan tradisional yang banyak digunakan tersebut, menurut beberapa hasil penelitian tidak terlalu menyebabkan efek samping, sehingga budidayanya perlu dikembangkan.

Dokter yang bertugas di Puskesmas Sigumpar, Kabupaten Toba Samosir itu menyebutkan, sejak ratusan tahun lalu, nenek moyang kita terkenal pandai meracik jamu dan obat-obatan herbal.

“Beragam jenis tumbuhan, akar-akaran dan bahan herbal alamiah lainnya diracik sebagai ramuan jamu untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang pengelolaannya diwariskan nenek moyang kita secara turun temurun,” katanya.

Ramuan herbal itu, lanjutnya, digunakan juga untuk menjaga kondisi badan agar tetap sehat dan mencegah penyakit serta sebagian lainnya dimanfaatkan bagi mempercantik diri.

Untuk pengenalan tanaman dimaksud lebih jauh, kata Palmina, dirinya akan menggelar seminar sehari bertajuk upaya bersama dalam menjalankan pola gaya hidup sehat serta manfaat pengembangan tanaman obat bagi masyarakat pada Sabtu (25/8) di Aula sopo Lestari Taman Eden Lumbanjulu.

Dikatakannya, seminar tersebut bertujuan untuk memberikan informasi pengenalan berbagai tanaman obat berikut manfaatnya bagi kesehatan dalam mencegah dan mengobati penyakit.

“Melalui pengembangan tanaman obat, pengenalan pola dan gaya hidup sehat bagi keluarga sebagai upaya mencegah penyakit akan dapat lebih dipahami,” ujarnya.

Sementara itu, pengelola Taman Eden 100, Marandus Sirait menyebutkan, areal berjarak sekitar 40 kilometer dari Balige, ibu kota Kabupaten Toba Samosir itu akan difungsikan juga sebagai objek wisata edukatif, melalui pengembangan sejumlah tanaman khas yang dijadikan sebagai model taman sehat atau apotik hidup.

Menurut dia, banyak obat berbasis herbal yang diolah secara tradisional berdasarkan pengetahuan resep nenek moyang dan tidak hanya berpotensi mampu mengatasi penyakit ringan, tapi juga mampu mengobati berbagai jenis penyakit cukup berat.

“Pengembangan tanaman obat akan dilakukan di Taman Eden, karena lahan seluas satu hektare untuk penerapan penggunaan tanaman herbal tersebut telah dipersiapkan,” kata Marandus.

Keladi Tikus Sebagai Obat Kanker

Keladi Tikus Sebagai Obat Kanker

Keladi Tikus mengandung ribosome inacting protein dan antioksidan. Dalam tubuh ribosome inacting protein berfungsi menghambat pertumbuhan sel kanker, menghancurkan sel kanker tanpa merusak sel-sel sehat di sekitarnya serta meredam munculnya sel kanker baru. Sedangkan antioksidan berfungsi mencegah terjadinya kerusakan gen.



Keladi Tikus juga melakukan detoxifikasi, yaitu pembuangan racun yang telah menumpuk bertahun-tahun dalam tubuh. Bersamaan dengan itu Keladi Tikus memperkuat sistem pertahanan tubuh. Dalam proses detoxifikasi inilah untuk sebagian pengguna mengalami reaksi tubuh (baca halaman reaksi tubuh).


Dalam buku berjudul “Cancer, Yet They Live” karangan Dr Chris K.H. Teo – Cancer Care Penang Malaysia, juga berdasar pada pengalaman kami yang sejak tahun 2000 melayani penderita kanker dengan Keladi Tikus (baik berupa Keladi Tikus segar -juice maupun kapsul - ijin pembuatan kapsul Keladi Tikus sejak tahun 2001 dengan Depkes RI No: SP 475/13.24/01), Keladi Tikus sangat membantu penyembuhan kanker leher rahim, payudara, usus besar, nasofaring, pankreas, paru-paru, rectum, lever termasuk hepatitis dan pengerasan hati, tenggorokan, tulang, otak, prostat, leukimia,ginjal, limpa, empedu dan lain-lain. Selain itu Keladi Tikus juga dapat menyembuhkan migren, kelenjar getah bening, wasir, sinusitis, semutan pada tangan dan kaki dan lainnya, serta dapat sebagai deteksi penyakit yang sebelumnya tidak diketahui/ disadari oleh yang bersangkutan.Ingat: Penyembuhan harus disertai dengan bagaimana sikap Anda melawan kanker termasuk pola hidup yang benar.


Saran Pemakaian  Sebagai Obat Kanker
Pemakaian Keladi Tikus disarankan berdampingan dengan pengobatan medis seperti kemoterapi dan radioterapi, terutama pada penderita berstadium lanjut. Mengapa demikian. Kanker merupakan penyakit pertumbuhan sel-sel secara tidak normal dan berkembang begitu cepat tak terkendali. Sel-sel ini terus membelah diri menjalar ke jaringan sekitar (invasive). Makin tinggi stadiumnya tentu semakin cepat penyebarannya. Sedangkan sistem pertahanan tubuh yang telah diperbaiki oleh Keladi Tikus termasuk daya gempur ribosome inacting protein (RIP) mempunyai limit dan dikhawatirkan tidak mampu lagi mengejar berkembangnya sel kanker yang sudah begitu cepat. Tidaklah mungkin untuk menaikkan daya gempur ini dengan terus menambah dosis pemakaian Keladi Tikus. Disinilah diperlukan tambahan penghancur sel-sel kanker seperti kemoterapi maupun radioterapi, walau kita sadari sepenuhnya bahwa kemoterapi dan radioterapi juga merusak sel yang sehat serta kemungkinan rangsangan tumbuhnya sel kanker baru akibat radiasi yang terjadi.

Bagaimana bila dokter sudah angkat tangan dan hanya memberikan obat penahan rasa sakit saja. Masih ada sejuta harapan. Karena dalam praktek pemakaian Keladi Tikus banyak kondisi demikian yang berhasil disembuhkan. Walau demikian adalah tugas kita untuk mencari jalan terbaik dan tidak hanya mengandalkan satu sarana saja.

Pemakaian Kelapi Tikus dan pengobatan kemoterapi – radioterapi tidak boleh dijalankan dalam waktu yang bersamaan. Pemakaian Keladi Tikus harus dihentikan minimal 2 hari sebelum kemoterapi dan 2 hari setelahnya (Minimal 5 hari). Sifat Keladi Tikus yang melakukan detoxifikasi (pembuangan racun) akan menganggap zat zat kimia dari kemoterapi sebagai racun yang otomatis akan dikeluarkan dari tubuh. Ini akan membuat kemoterapi tidak efektif.

Keladi Tikus juga sangat baik untuk nengurangi efek negatif kemoterapi dan radioterapi seperti mual, rambut rontok dan sebagainya. Untuk itu Keladi Tikus sebaiknya dikonsumsi minimal 2 minggu sebelum pelaksanaan kemoterapi.
Pemakaian Keladi Tikus dalam bentik segar.

Apabila penderita kanker mendapat tanaman Keladi Tikus, maka bisa dikunsumsi dalam kondisi segar (juice). Dosis pemakaian adalah 3 x sehari @ 50 gram tanaman segar (umbi dan daun)

Cara Penyajian Sebagai Obat Kanker
Setelah dibersihkan, tanakam Keladi Tikus ditumbuk dibuat juice dan langsung diminum. Pembuatan juice jangan menggunakan alat-alat dari bahan metal yang mudah teroksidasi. Untuk itu hal-hal berikut perlu diperhatikan.
· Juice jangan disimpan lebih dari 3 jam karena juice akan rusak.
· Penyimpanan sementara harus dilakukan di tempat dingin (kulkas)
· Rasa gatai dimulut – tenggorokan bisa dihilangkan dengan gula atau madu.
· Untuk mengurangi rasa gatal pembuatan juice bisa dengan air mendidih (tanaman/juice jangan direbus)

Catatan:
· Selama menkonsumsi Keladi Tikus tidak dianjurkan mnkonsumsi jamu-jamu lain selain obat dari dokter.

Bunga Kana dan Khasiatnya

Bunga Kana dan Khasiatnya
Tanaman ini tergolong tanaman luar dengan nama latin Canna indica. Tanaman ini biasanya tumbuh di hutan dan pegunungan walau tak jarang dijadikan tanaman hias di pekarangan dan taman kota, karena memiliki bunga yang mempesona. Dan teryata dibalik pesona aneka warnanya bunga kana memiliki daya penyembuhan yang luarrr biasa.

Bunga kana atau bunga tasbeh berasal dari daerah tropis benua Amerika. Tumbuhan ini mampu hidup di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Tumbuhan ini tumbuh besar, tegak, dengan tinggi mencapai dua meter. Tanaman ini memiliki rimpang tebal menyerupai ubi. Daunnya besar dan lebar, menyirip jelas. Warnanya hijau atau merah tengguli. Bunganya besar dengan warna-warna cerah, seperti merah, merah muda, dan kuning yang tersusun dalam bentuk tandan.

Tanaman ini di Australia dikenal sebagai penghasil tepung. Rasa rimpang yang manis dan bersifat sejuk menjadikan umbinya sebagai penyejuk, pereda demam, peluruh kencing, penenang dan menurunkan tekanan darah. Sedangkan bunganya bersifat hemostatis. Sedangkan daunnya mengandung tannin dan sulfur. Dan menurut Yellia Mangan seorang herbalis di Jakarta rimpang bunga tasbeh ini lebih baik dari pada daun sirih untuk menghilangkan keputihan.

MAKANAN YANG DAPAT MENGATASI MASALAH RAMBUT RONTOK



Jika sampo dan kondisioner tidak mempan mengatasi masalah kerontokan pada rambut Anda, cobalah cara dari dalam, yakni dengan mengonsumsi mineral seng. Soalnya, salah satu penyebab rambut rontok adalah kurangnya mineral zinc alias seng.


Jika kekurangan seng ini terus Anda biarkan, bisa jadi tak hanya kerontokan saja yang bakal Anda alami. Kondisi ini juga bisa menurunkan imunitas sehingga Anda lebih mudah terserang penyakit.

Sejatinya, vitamin yang mengandung zinc mudah ditemukan di apotek secara bebas. Dosis konsumsi zinc maksimum adalah 100 miligram per hari. Namun, konsumsi zincsecara langsung dari makanan alami jauh lebih baik.

Tidak sulit menemukan makanan yang mengandung zinc. Mineral ini mudah ditemukan pada telur, jamur, makanan hasil laut (seafood), dan kedelai.

Ingat, cara pengolahannya harus benar. Cuci dulu sebelum dimasak. Lalu, jangan memasaknya terlalu lama. Soalnya jika terlalu lama dimasak, kandungan mineral yang ada di dalam makanan malah bisa hilang.