Tampilkan postingan dengan label Artikel Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Pertanian. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 September 2012

BUDIDAYA TANAMAN BUNCIS



Ciri - Ciri 
* Warna Polong Hijau Muda Terang
* Ukuran buah Panjang 15 - 17 cm
* Berbiji Hitam Mulus
* Buah lentur dan Tidak Mudah Patah

KEUNGGULAN PRODUK
* Genjah
* Buah lentur
*Tidak mudah patah, sehingga tahan transportasi
* Produktifitas tinggi


DESKRIPSI VARIETAS*
Warna polong hijau muda terang* Ukuran buah panjang 15 - 17 cm* Berbiji hitam mulus* Sangat Produktif* Buah lentur dan tidak mudah patah


A. Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah adalah semua pekerjaan yang ditujukan pada tanah untuk menciptakan media tanam yang ideal, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pembersihan rumput-rumputan, penggemburan tanah, dan pembuatan parit-parit drainase adalah termasuk pengolahan tanah.Setelah bersih dari gulma, pekerjaan selanjutnya adalah membajak tanah. Tanah dibajak dan dicangkul 1-2 kali sedalam 20-30 cm. Untuk tanah-tanah berat pencangkulan dilakukan dua kali dengan jangka waktu 2-3 minggu. Sedangkan untuk tanah-tanah ringan pencangkulan cukup dilakukan sekali saja.

B. Penanaman TIPS BUDIDAYA TANAMAN BUNCIS
Jarak tanam yang digunakan adalah20 x 50 cm, baik untuk tanah datar atau tanah miring. Dan bila kesuburan tanahnya tinggi, maka sebaiknya menggunakan jarak tanam yang lebih sempit lagi, yaitu 20 x 40 cm.Setelah menentukan jarak tanam, kemudian membuat lubang tanam dengan cara ditugal. Agar lubang tanam itu lurus, sebelumnya dapat diberi tanda dengan ajir, bambu, penggaris atau tali. Tempat yang diberi tanda tersebut yang ditugal. Kedalaman tugal 4-6 cm untuk tanah yang remah dan gembur, sedangkan kedalaman 2-4 cm untuk jenis tanah liat. Hal ini disebabkan pada tanah liat kandungan airnya cukup banyak, sehingga dikhawatirkan benih akan membusuk sebelum mampu berkecambah.

C. Pemeliharaan* 
PemupukanPemupukan ini dapt dilakukan pada umur 14-21 hari setelah tanam. Pupuk yang diberikan hanyalah Urea sebanyak 200 kg / ha, caranya cukup ditugal kurang lebih 10 cm dari tanaman. Setelah itu ditutupi kembali dengan tugal atau diinjak dengan khaki.* PengairanAir yang diberikan alam sangat terbatas dan seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman.* PengguludanPenginggian guludan atau bedengan dilakukan pada saat tanaman berumur kurang lebih 20 dan 40 hari. Lebih baik dilakukan pada saat musim hujan. Tujuan dari peninggian guludan adalah untuk memperbanyak akar, menguatkan tumbuhnya tanaman dan memelihara struktur tanah.* Pemasangan turus atau lanjaranPelaksanaan pemasangan turus dapat dilakukan bersamaan dengan peninggian guludan yang pertama, yaitu pada saat tanaman berumur 20 hari.* PemangkasanUntuk memperbanyak ranting-ranting sehingga diperoleh buah yang banyak, maka tanaman buncis perlu dipangkas. Pemangkasan sebatas pembentukan sulurnya. Pelaksanaan pemangkasan dilakukan bila tanaman telah berumur 2 dan 5 minggu.

HAMA DAN PENYAKIT
A. HAMA

1. Kumbang Daun

Gejalanya daun kelihatan berlubang-lubang bahkan kadang-kadang tinggal kerangka atau tulang-tulang daunnya saja. Tanaman menjadi kerdil dan polongnya kecil-kecil.Pengendaliannya : Bila sudah terlihat adanya telur, larva, maupun kumbangnya maka dapat langsung dibunuh dengan tangan. Atau dapat juga diberantas dengan insektisida Lannate 25 WP, dengan konsentrasi 1,5-3 cc/l air atau 300-6001 larutan setiap hektar.

2. Penggerek polong

Gejalanya : polong yang masih muda mengalami kerusakan, bijinya banyak yang keropos. Akan tetapi, kerusakan ini tidak sampai mematikan tanaman buncis.Pengendalian : Dilakukan dengan tanam serentak, usahakan pula tidak ada tanaman inang disekitar tanaman buncis, misalnya tanman orok-orok perlu juga dilakukan penyemprotan dengan insektisida.


3. Lalat kacang

Gejalanya : Daun berlubang-lubang dengan arah tertentu, yaitu dari tepi daun menuju tangkai atau tulang daun, gejala lebih lanjut berupa pangkal batang yang membengkok/pecah kemudian tanaman menjadi layu,berubah kuning, dan akhirnya mati yang masih muda. Apabila tidak mati maka tumbuhnya kerdil sehingga produksinya sedikit.Pengendalian : Setelah biji buncis ditanam sebaiknya segera diberi penutup jerami daun pisang, penanaman dilakukan secara serentak. Bila tanaman sudah terserang secara berat maka segeralah dicabut dan dibakar atau dipendam dalam tanah, apabila erangan belum terlalu berat maka segeralah diberi insektisida.

4. Kutu daun

Gejala akan lebih jelas terlihat pada tanaman-tanaman yang masih muda. Bila serangannya hebat, maka pertumbuhannya

Menjadi kerdil dan batang memutar (mimilin). Daunnya menjadi keriting dan kadang berwarna kuning.Pengendaliannya dengan cara memasukkan musuh alaminya yaitu lembing, lalat dan jenis dari Coccoinellidae, atau dengan menggunakan insektisida Orthene 75 Sp.5. Ulat jengkal

semua Gejalanya dibawah daun terdapat telur yang bergerombol. Setelah menetas ulatnya akan memakan daun-daun baik yang muda maupun yang tua. Daun menjadi berlubang bahkan dapat habis sama sekali. Akibatnya, tanaman menjadi kerdil karena tidak sempurna melakukan fotosintetis.Pengendaliannya : dapat dibunuh satu persatu atau dengan sanitasi, yaitu membersihkan gulma-gulma yang dapat dijadikan sebagai tempat persembunyian hama tersebut. Bisa juga dengan menggunakan insektisida Hotathion 40Ec.6. Ulat penggulung daunGejalanya daun kelihatan seperti menggulung dan terdapat ulat yang dilindungi oleh benang sutera dan kotoran. Polongnya sering pula ikut direkatkan bersama-sama dengan daunnya. Daun juga nampak berlubang-lubang bekas gigitan dari tepi sampai ketulang utama, hingga habis hanya tinggal urat-uratnya saja.Pengendaliannya : sebaiknya daun yang terkena segera dibuang atau dibakar, apabila masih ada serangan maka dilakukan penyemperotan dengan insektisida. Insektisidanya yaitu Azodrin 15 WSC.

B. PENYAKIT

1 Penyakit Antraknosa.Gejala :
- Polong Buncis muda terdapat bercak-bercak kecil dengan bagian tepi warna coklat karat dengan warna kenerah-merahan. Bentuknya tidak beraturan antara yang satu dengan yang lain, bila udara lembab akan terdapat spora yang berwarna kemerah-merahan.
- Pengendaliannya :Sebaiknya dipilih bibit yang benar-benar bebas dari penyakit atau dapat juga dengan merendam benih dalam fungisida Agrosid 50SD sebelum ditanam. Dengan penyemperotan fungisida Delsene Mx200, konsentrasi 1-2 gr/lt air. Juga bisa dengan fingisida Velimek 80WP dengan konsentrasi 2-2,5gr/lt air.

2. Penyakit Embun Tepung
Gejala :Daun, batang, bunga dan buah berwarna putih keabuan (kelihatan seperti kain beludru).Pengendaliannya :Bagian yang sudah terserang sebaiknya dipotong atau dibakar. Dapat juga disemprot dengan fungisida Morestan 25WP, konsentrasinya 0,5 - 1 gr/lt air dan volume larutan 1.000 lt/ha.

3. Penyakit Layu

Gejala :Tanaman akan terlihat layu, kuning dan kerdil. Bila batang tanaman yang diserang dipotong melintang, maka akan terlihat warna coklat atau dipijat akan keluarlah lendir yang berwarna putih.Pengendaliannya :Dilakukan dengan cara menyiram tanaman dengan air yang bebas dari penyakit, bila hendak membuat persemaian lebih baik tanah disterilisasi dulu dengan air panas 100o C. Dilakukan dengan penyemprotan fungisida Agrept 20 WP dengan konsentrasi 0,5 - 1/lt air.

4. Penyakit Bercak daun

Gejala :Daun bercak kecil berwarna coklat kekuningan lama kelamaan bercak akan melebar dan bagian tepinya terdapat pita berwarna kuning.

Akibat lebih parah, dau akan menjadi layu dan berguguran. Bila sampai menyerang polong, maka polong akan bercak kelabu dan biji yang terbentuk kurang padat dan ringan.Pengendaliannya :Benih buncis direndam dulu dalam air panas dengan suhu 48 C selama 30 menit. Bilas dengan air dingin dan keringkan. Dengan penyemprotan menggunakan Baycor 300EC, konsentrasi 0,5 - 1 lt/ha. Bisa juga menggunakan Bayleton 250EC, konsentrasi 0,25-0,5 lt/ha.

5. Penyakit Hawar Daun

Gejala :Pertama-tama terlihat bercak kuning dibagian tepi daun, kemudian meluas menuju tulang bagian tengah. Daunnya terlihat layu, kering dan coklat kekuningan. Bila serangannya hebat, daun terlihat berwarna kuning, seluruhnya dan akhirnya rontok, gejala tersebut dapat meluas kebatang, sehingga lama kelamaan tanaman akan mati.Pengendaliannya :Dengan cara memilih benih yang berkwalitas baik. Perendaman benih dalam Sublimat dengan dosis 1gr /Lt air selama 30 menit.

6. Penyakit Busuk Lunak

Gejala :Daun bebercak, berair warnanya menjadi kecoklatan. Gejala ini cepat menjalar ke seluruh bagian tanaman. Sehingga tanaman menjadi lunak, berlendir dan berbau busuk.

Pengendaliannya :Tanaman yang sudah terserang berat sebaiknya dibuang dan di bakar, dapat dilakukan dengan menyemprotkan Cupravit OB-21, dengan konsentrasi 4gr/lt air, Delsene Mx200, konsentrasi 2-4 gr/lt air.

7. Penyakit Karat

Gejala :Pada jaringan daun terdapat bintik-bintik kecil berwarna coklat, baik dibagian daun sebelah atas maupun sebelah bawah. Biasanya dikelilingi dengan jaringan khlorosis.Pengendaliannya :Dapat ditanam varitas buncis yang tahan dengan penyakit karat yaitu ; Manoa Wonder. Tanaman yang terserang berat sebaiknya dicabut dan dibakar.

8. Penyakit Damping Of

Gejala :Bagian batang bawah yang terletak dibagian keping biji terlihat berwarna putih pucat karena mengalami kerusakan khlorofil.Pengendaliannya :Siram tanaman dengan air yang bebas penyakit, media semai yang dipakai juga yang telah disterilkan terlebih dahulu. Bisa juga menggunakan Antracol 70WP, konsentrasi 2gr/lt air, volume larutan 600-800 lt/ha.

9. Penyakit Ujung Kriting

Gejala :Daun-daun muda menjadi kuning dan keriting, sedangkan daun yang sudah tua menggulung / melilin.Penegndaliannya :Dengan menanm tanaman yang resisten (tahan penyakit). Apabila tanaman yang sudah terserang penyakit, sebaiknya segera dicabut atau dibakar.

Kamis, 23 Agustus 2012

HINDARI TANAMAN WORTEL DARI SERANGAN PENYAKIT

HINDARI TANAMAN WORTEL DARI SERANGAN PENYAKIT



WORTEL (Daucus coratae L) termasuk jenis tanaman yang banyak manfaatnya.Karena selain untuk sayuran,wortel juga cocok untuk lalap,isi pastel dan sebagainya.Sedangkan air perasannya sebagai sumber vitamin A yang terbaik untuk mata.

Wortel termasuk akar umbi bergizi tinggi,karena dalam 100 gram wortel terkandung 42 cal kalori,39 mg kalsium,37 mg fosfor,12.000 IU vitamin A,6 mg vitamin C,88,2 gram air,1,2 gram protein,0,3 gram lemak,9,3 gram hidrat arang,0,06 mg vitamin B1 dan 0,8 gram zat besi.
Para ahli kesehatan dan gizi mengatakan,bahwa sari wortel bisa mencegah terjadinya infeksi pada mata,kerongkongan,tonsil,rongga hidung dan organ pernafasan.Karena itu,sayuran wortel bisa dikatakan multi-manfaat dan banyak digemari konsumen,sehingga budidaya wortel berprospek cerah.

WASPADAI PENYAKIT 
Untuk memperoleh produksi wortel yang maksimal,pemeliharaan tanaman dalam berbudidaya wortel memang harus selalu diperhatikan, terutama yang berkaitan dengan serangan penyakit.Karena tanaman wortel dikenal paling banyak memiliki musuh.
Dan salah satu penyakit yang umumnya menyerang tanaman wortel adalah serangan penyakit bercak daun,yang disebabkan oleh jamur atau cendawan Cercospora.Adaoun tanda-tandanya tanaman wortel terserang jamur ini pada daun muncul bercak-bercak berwarna coklat muda. Akibatnya, lama-kelamaan daun tanaman wortel akan mengeriting.

Serangan spora jamur Cercospora,pada musim kemarau memang mengakibatkan munculnya bercak-bercak pada daun berwarna coklat muda, sedangkan pada musim hujan bercak-bercak itu berubah warna menjadi keabu-abuan.Bentuknya bisa bulat dan memanjang.Namun yang pasti,daun tanaman wortel yang terserang jamur Cercospora akan mengeriting dan mongering,yang akhirnya akan mematikan tanaman.

PENCEGAHAN 
Adapun penginfeksian tanaman wortel oleh spora jamur Cercospora umumnya terjadi melalui mulut kulit.Karena itu,untuk mengendalikan agar tanaman wortel tidak terserang jamur ini,maka harus dilakukan sejak awal budidaya.Upaya pencegahan ini dapat dilakukan di antaranya dengan menanam biji yang sehat atau biji yang sudah diberi fungisida dan sudah direndam dalam zat pengatur tumbuh (ZA) Hobsonal 5-EC. 

Selain itu,para petani wortel harus selalu rajin melakukan pembersihan terhadap ‘gulma’ sisa-sisa tanaman yang tertinggal di lahan yang akan ditanami tanaman wortel.Juga melakukan pergiliran tanaman dan selalu memberi perlindungan terhadap tanaman dari serangan jamur,selain disemprot dengan fungisida,serta disemprot ZPT Hobsonal 5-EC.

Pemberian Hobsonal 5-EC ini dimaksudkan untuk merangsang tanaman wortel agar mampu menyerap lebih banyak unsure hara tanah,sehingga kondisi tanaman dalam keadaan sehat.Karena tanaman wortel yang sehat akan lebih kebal dan tahan terhadap serangan penyakit.

Dengan melakukan berbagai upaya pencegahan atau menghindari serangan jamur Cercospora dan pemeliharaan secara intensif,maka produksi wortel akan semakin baik atau meningkat dan ini akan menguntungkan para petani wortel.Apalagi melihat prospek pemasaran wortel saat ini dinilai cukup cerah. Hal ini merupakan peluang emas bagi para petani untuk membudidayakan wortel secara intensif.

TIPS MEMPEROLEH CABAI MERAH SEGAR BERMUTU SNI

CABAI merah merupakan salah satu komoditas hortikultura dengan harga jual berani bersaing di pasaram domestik maupun internasional.Selama ini dikenal 2 jenis cabai merah yakni cabai merah besar dan cabai merah keriting.

Sementara itu,Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang cabai merah segar atau SNI 01-4480-1998 merupakan ketentuan-ketentuan yang memuat antara lain persyaratan mutu buah dari buah cabai merah.Untuk memperoleh cabai merah bermutu tinggi sebaiknya memperhatikan klasifikasi dan persyaratan mutu di samping perbaikan penanganan pasca panen,serta pengemasannya.

• Cabai Merah Besar dicirikan dengan pangkalnya berpundak,ujung buah tumpul atau runcing,kulit buah tebal,rasa kurang pedas,buah muda berwarna hijau dan setelah tua berubah menjadi merah serta permukaan buah licin. Garis tengah pangkal buah kurang lebih 1,7 cm dan panjang buah mencapai 9-14 cm.Varietas yang dianjurkan antara lain Cipanas,Barito,Manggala dan Taiwan.


• Cabai Merah Keriting dicirikan dengan sub pangkal buah tidak berpundak,ujung buah runcing,kulit tipis,rasa pedas,buah muda berwarna hijau muda sampai tua dan buah tua berwarna merah dan permukaan buahnya bergelombang.Varietas cabai merah keriting yang dianjurkan antara lain Bengkulu,Cumeti dan varietas lain sesuai yang dianjurkan SNI.

PENANGANAN PANEN & PASCAPANEN
Panen perdana cabai merah di dataran rendah/menengah rata-rata pada umur 75-85 Hari Setelah Tanam (HST),sedangkan di dataram tinggi 85-95 HST.Jika panen cabai merah terlalu muda akan menyebabkan buah menjadi udah layu,sudut bobot maksimal belum tercapai,tidak tahan lama dalam penyimpanan dan kurang tahan guncangan ketika dilakukan pengangkutan/ transportasi.

Kriteria panen cabai merah sangat tergantung pada tujuan pemasaran. Untuk pasar lokal cabai dipanen ketika bobot mencapai maksimal,bentuknya padat dan warnanya merah.Untuk pasar ekspor atau keperluan antarpulau, buah dipetik ketika buahnya telah berwarna 90 persen merah.Adapun waktu dan cara panen yang harus dilakukan antara lain;
1. Lakukan pemanenan pada pagi hari karena bobot buah dalam keadaan optimal sebagai hasil penimbunan zat-zat makanan pada malam hari dan belum banyak mengalami penguapan.
2. Petiklah buah beserta tangkainya agar daya simpai cabai merah lebih lama dan penyusutan bobot hasil panennya berkurang.Pemanenan dan penanganan cabai merah perlu dilakukan dengan hati-hati untuk mempertahankan mutu.Karena penanganan panen yang kasar akan mempengaruhi mutu produk secara langsung.Pemanenan cabai merah biasanya dilakukan dengan cara menggunting tangkai buah dengan mengurangi luka sekecil mungkin.
3. Pisahkan cabai merah sehat dan cabai merah yang terserang penyakit di wadah terpisah untuk mencegah terjadinya penularan mikroba ke buah cabai merah yang sehat.Hindari penutupan karung plastik dan sinar matahari yang panas kemudian segera ditempatkan di lokasi yang teduh.Gunakan wadah penampungan dan pengangkutan dari kebun ke tempat pengepakan dengan wadah berbahan kuat seperti keranjang plastik.
4. Kegiatan sortasi/pengkelasan buah cabai merah bertujuan untuk memisahkan penentuan harga sesuai dengan mutunya.Proses sortasi tersebut antara lain; 1) hamparkan hasil panen cabai merah di satu hamparan yang bersih,dan 2) pilihlah cabai merah yang utuh dan sehat,cabai utuh tetapi abnormal,cabai yang rusak saat panen dan pengangkutan, serta cabai merah yang terserang hama penyakit.

PENGEMASAN
Adapun tujuan dari pengemasan/pengepakan itu,adalah untuk mengurangi resiko kerusakan agar cabai merah sampai di tangan konsumen dalam dalam keadaan segar,dan untuk mempermudah proses pengangkutan dalam transportasinya.Beberapa jenis kemasan dan volumenya yang sering digunakan dari berbagai daerah sentra produksi. Beberapa cara pengemasan yang dapat dilakukan untuk pemenuhan permintaan pasar lokal maupun ekspor dapat pula menggunakan karton berventilasi dan bergelombang

• Pasar Lokal: Cara pengemasan cabai merah untuk pasar lokal cukup dengan menggunakan karton berventilasi dengan daya muat kemasan sekitar 20-25 kg.

• Pasar Ekspor: Cabai merah dikemas dengan karton gelo,bang teleskopik.Ukuran bagian dalam kemasan dapat dipilih dengan ukuran 40x35x30 cm dengan daya muat 20-25 kg.Cabai merah tersebut disusun rapi menurut ukuran panjang buahnya.Penyusunan yang acak-acakan akan menyebabkan kerusakan mekanik sehingga akan menurunkan mutu cabai merah.
• Penyimpanan Setelah Pengemasan: Cabai merah yang sudah dikemas dan tidak langsung dipasarkan sebaiknya disimpan di ruangan yang berudara sejuk kering.Cabai merah untuk pasar swalayan dan restoran sebaiknya disimpan di lemari pendingin. Sedangkan cabai merah untuk ekspor paling lambat 2 kali 24 jam harus segera dikirimkan dan pada hari berikutnya telah sampai di negara tujuan. Kemasan yang baik dipilih yang dapat menahan benturan,biasanya memberikan kelonggaran terhadap pertularan udara dan bisa mengurangi penguapan.

Kemasan cabai merah apabila dalam ruang pendingin dengan suhu7-10 derajat celcius,maka kesegaran cabai merah dapat dipertahankan hingga 40 hari dengan tingkat kerusakan 4% dengan kelembaban udara (Rh) sebesar 95-98 persen,maka tingkat kesegarannya dapat dipertahankan sampai 40 hari.

BUDIDAYA “EMAS HIJAU” PANILI YANG INTENSIF



TANAMAN panili yang dikenal dengan sebutan si Emas Hijau ini merupakan komoditi yang menjanjikan.Karena paangsa pasar untuk panili terbuka lebar dan harganya cukup menggiurkan. Namun demikian,tidak semua panili berharga “emas” mahal,kecuali hanya kualitas terbaiklah yang diberikan harga istimewa. Tanaman panili ini dapat hidup di iklim tropis, curah hujan 1000-3000 mm/tahun, cahaya matahari + 30%-50%, suhu udara optimal 200C-250C, kelembaban udara sekitar 60%-80%, ketinggian tempat 300-800 m dpl. Tanah gembur, ringan yaitu tipe tanah lempung berpasir (sandy loam) dan lempung berpasir kerikil (gravelly sandy loam), mudah menyerap air, pH tanah + 5,7 - 7 

Sebelum melakukan penanaman,maka tanaman panili yang akan ditanam harus dilakukan pembibitan terlebih dahulu.Dalam pembibitan tersebut harus dilakukan beberapa langkah yang harus dilakukan diantaranya sbb: 

Seleksi bibit: Jenis panili bernilai ekonomi yaitu Vanilla planifolia Andrews, Vanilla tahitensis JW.Moore,dan Vanilla pompana Syarat bibit generatif : tulen, punya sifat yang hampir sama dengan induknya; murni, biji tidak tercampur dengan yang berkualitas jelek; biji dalam kondisi segar dan sehat; bibit vegetatif : tanaman induk sehat dan cukup umur, sudah mengeluarkan sulur dahan yang kuat, tanaman induk belum atau jangan sampai berbuah. 

Penyiapan bibit yang dilakukan petani yakni: bibit generatif berasal dari biji yang unggul.Sedangkanbibit vegetatif dengan stek, mempercepat perakaran stek dapat direndam HORMONIK (1-2 cc/liter) kemudian dibiarkan agak layu baru ditanam.Dan pembibitan dengan kulture jaringan 

Penyemaian benih yang harus dilakukan yaknibibit disemai dalam tanah berpasir supaya akar mudah tumbuh,dan tempat penyemaian harus teduh.Selain itu,juga perlu pemeliharaan pembibitan/penyemaian dengan melakukan penyiraman setiap hari, tidak boleh terlalu basah. Bibit yang jelek disingkirkan.Proses selanjutnya adalah pemindahan bibit ke lapangan tergantung asal bibit, yaitu bibit stek sekitar umur 1-2 bulan, bibit biji waktunya lama. 
Pengolahan lahan dikerjakan pada pertengahan musim kemarau supaya pohon pelindung dapat ditanam, cek kondisi tanah.Bersihkan lahan dari gulma dan dibajak.Bikinlah jalur bedengan, lebar 80-120 cm dan lebar parit 30-50 cm dan lakukan pengapuran bila kondisi tanah terlalu asam. 

PENANAMAN 
Penanaman di tengah bedengan dengan pola tanam monokultur.Buatlah lubang tanam dekat tanaman penegak berukuran panjang, lebar dan dalam antara 20x15x10 cm, 25x20x12 cm dan 30x25x15 cm.Tanam stek dengan cara memasukkan 3 ruas seluruhnya ke dalam lubang secara mendatar agar akar tumbuh cepat dan sempurna.Kemudian tutup dengan tanah galian yang dicampur dengan pupuk kandang.Stek bibit bagian atas yang tidak terbenam dalam tanah diikat pada pohon panjatan dengan ikatan longgar.Waktu tanam stek bibit yang baik pada awal musim hujan. Sedangkan stek yang akan ditanam sebaiknya dibiarkan / dilayukan terlebih dahulu selama 4 - 7 hari

PEMELIHARAAN TANAMAN 
Penyulaman : Lakukan pengecekan setelah umur 2-3 minggu setelah tanam, apabila ada stek yang tumbuh kurang baik, segera disulam. 

Penyiangan dan Pembubunan : Penyiangan dilakukan sebulan sekali sesudah penanaman sampai pertumbuhan panili tidak kerdil dan terlambat. Pembubunan bersamaan dengan penyiangan untuk menjaga bedengan tetap rapi dan tanah tetap gembur agar air mudah terserap. 

Perempelan : Perempelan bentuk, memotong 15 cm dari tanaman yang dilengkungkan dan sisakan 3 cabang terbaik untuk dipelihara agar terbentuk kerangka tanaman kuat dan seimbang 

Perempelan produksi, memotong pucuk sepanjang 10-15 cm menjelang musim berbunga dan saat berbuah untuk merangsang pertumbuhan generatif terutama pertumbuhan bunga dan buah 

Perempelan peremajaan, memotong cabang-cabang yang sudah pernah berbuah dan cabang-cabang yang sakit. 
Pemupukan :Tebarkan pupuk makro di sekitar pohon dan timbun dengan tanah karena sistem perakaran panili cukup dangkal. Kebutuhan pupuk makro per ha per tahun adalah Urea 8 kg, TSP 4 kg, KCl 14 kg, CaCO3 5 - 10 kg, MgSO4 H2O 2,5 - 5 kg/ha/tahun dan pupuk kandang 10-20 kg/pohon/tahun. Pemupukan diberikan setahun sekali

Pengairan dan Penyiraman: Tanaman panili tidak tahan terhadap kekeringan sehingga pada musim kemarau perlu disiram secukupnya untuk merangsang pertumbuhan tanaman, perkembangan bunga serta buah. 
Pemberian Mulsa & Pendangiran: Pemberian mulsa dapat dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan pendangiran. Bahan mulsa dari hasil pemangkasan pohon pelindung, tetapi bisa juga serbuk gergaji yang diletakkan di atas permukaan tanah dekat pohon panili. 
Perambatan:Sistem pagar sulur-sulur, tanaman panili dibiarkan menjalar pada pagar yang telah dipasang secara horisontal. Pagar tempat menjalarnya panili dapat dibuat dari bambu yang diikatkan pada pohon yang satu dengan pohon yang lain. 
Sistem perambatan penunjang tunggal, tanaman panili dirambatkan lurus ke atas pada naungannya.

Pemangkasan Pohon Pelindung :Pohon pelindung dapat digunakan Glyricidia maculate, lamtoro dan dadap. Pemangkasan cabang dilakukan untuk mempertahankan agar tetap teduh, mempermudah sistem sirkulasi dan mengatur intensitas sinar matahari. 
Pembungaan dan Penyerbukan Panili berbunga setelah berumur 1,5-3 tahun, bunga yang muncul berupa dompolan dan akan mekar satu bunga secara bergantian. Mekarnya bunga hanya berlangsung 12 jam, yaitu mulai pukul 24:00 sampai menjelang tengah hari, sesudah itu bunga mulai layu dan mati. Oleh karena itu penyerbukan bunga dilakukan sekitar pukul 08:00 sampai 10:00. Penyerbukan buatan pada prinsipnya adalah mengangkat/memotong bibir yang membatasi kepala sari dan kepala putik, kemudian benang sari ditekan ke kepala putik untuk dilakukan penyerbukan.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT 
Tanaman panili pun tak akan lepas dari serangan OPT baik itu hama maupun penyakit sehingga dapat mengganggu produktivitas tanaman panili pada saat panen.Bila hama dan penyakit ini dibiarkan tanpa ada upaya pengendalian,maka budidaya tanaman panili akan merugi.Berikut ini beberapa hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman panili: 
Hama bekicot biasanya menyerang dan merusak batang, bunga dan buah. Aktifitasnya dilakukan pada malam hari. Pengendalian: secara manual dengan mengambil dan mengumpulkan bekicot satu persatu kemudian dibakar sekaligus dalam satu lubang. 
Hama belalang pedang umumnya merusak/memakan daun muda dan batang panili. 
Hama penggerek batang dimana larva hama ini merusak/menggerek batang tanaman panili yang menyebabkan tanaman panili lambat laun layu dan mati. 
.Hama ulat bulu jambul dan ulat genibiasanya merusak bagian pucuk, daun, batang dan bunga. Pengendaliannya dapat menggunakan fungisida yang dianjurkan

Penyakit busuk akar menimbulkan gejala antara lain akar hitam, tanaman menjadi kecoklat-coklatan dan akhirnya mati; biasanya terjadi pada saat produksi tertinggi pertama kali tercapai. Pengendalian: menjaga kesuburan tanah dengan pemupukan, pemberian kapur secukupnya, dan mengatur kelembaban ,

Penyakit busuk batang disebabkan oleh jamurFusarium batatatis yang memperlihatkan gejala: pada batang terjadi bercak-bercak berwarna hitam yang akan meluas dan melingkar dengan cepat. Batang terserang akan keriput, berwarna coklat dan akhirnya kering. Pengendalian: mengurangi kelembaban dan drainase yang baik,

Penyakit busuk buah biasanya ditemukan pada buah panili muda dengan menimbulkan gejala: muncul bila menyerang pangkal buah muda sehingga banyak buah yang berguguran dan bila menyerang tengah buah akan hitam, kering selanjutnya mati

Penyakit busuk pangkal batang ini disebabkan oleh adanya jamur Sclerotium sp. Dengan gejala: pangkal batang tampak berwarna coklat dan kebasah-basahan, bagian tanaman yang diserang dan tanah sekitar terdapat misellium jamur berwarna putih seperti bulu dengan banyak sclerotium warna coklat. Pengendalian: gunakan bibit bebas busuk pangkal batang dan disebut insektisida yang dianjurkan. 
Penyakit bercak coklat pada buah disebabkanoleh cendawan Phytophthora sp. dan menyerang buah panili yang hampir masak. Adapun gejala yang timbul yakni: bercak-bercak coklat tua dan akhirnya busuk. Pengendalian: (1) segera petik buah terserang kemudian membakarnya; (2) penyemprotan dengan insektisida yang dianjurkan 
Penyakit bercak coklat pada batang umumnya timbul akibat serangan cendawan Nectriavanilla, zimm dengan gejala: batang tampak bercak coklat yang lama-kelamaan menghitam dan melingkar ruas dan mati. Pengendalian: potong dan bakar batang yang terserang. 
Penyakit Antraknosa disebabkan adanya jamurCalospora vanillae, Mass. yang memperlihatkan gejala sbb: batang, daun, buah berwarna coklat muda kekuningan tampak licin dan terlihat jelas bagian terserang dan tidak. Pengendalian: Potong dan bakar bagian terserang, atur kelembaban dan drainase. 

Penyakit Karat merah disebabkan olehGanggang Cephaleuros heningsii, Schm. Gejala yang timbulakibat serangan penyakit ini adalah : bercak pada daun dan terus meluas hingga daun kering selanjutnya mati. Pengendalian: Singkirkan bagian terserang dan atur kelembaban kebun dengan pemangkasan pohon pelindung. 

Penyakit pascapanen yang umumnta menyerang panili setelah dipanen : jamurAspergillus, Penicillium, Rhizopus, sp dan Sclerotium, sp. Pengendalian: penanganan pasca panen yang baik. 

Catatan : Jika Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum dapat mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. 

PANEN DAN PASCA PANEN 
Proses pemanenan untuk tanaman panili yakni pada umur 240 hari (8 bulan) akan menghasilkan panili kering dengan kadar vanillin yang tinggi, kadar abu terendah, rendemen tertinggi dan kadar air yang aman.Adapun ciri-ciri panili siap dipanen yaitu warna berubah dari hijau tua mengkilap menjadi hijau muda suram dengan garis-garis kecil warna kuning yang lambat laun melebar sampai ujung buah.Musim panen antara bulan Mei sampai Juli, sekitar 2 - 3 bulan 
Sementara itu,cara panen yang terbaik adalah memetik satu-persatu buah masak tanpa mengganggu buah lain dalam satu tandan yang masih mentah untuk menjaga mutu panili. 
Buah dikumpulkan dalam keranjang bambu dan dijaga agar buah tidak terluka atau cacat dan sortir berdasar ukuran, bentuk, tingkat kemasakan dan buah yang cacat >20 cm 
Proses selanjutnya adalah melakukan pelayuan untuk menghentikan proses respirasi yang terjadi dalam buah, mematikan sel-sel buah panili tanpa mengurangi aktifitas dan kadar enzim dalam buah. Proses pelayuan dengan menggunakan alat perebus yang diisi air ¾ bagian dengan suhu antara 65-950 C. Lakukan pemeraman dalam kotak khusus yang lengkap dengan tutup dan karung goni sebagai alasnya, utuk pembentukan aroma selama + 48 jam 
Kemudian lakukan pengeringan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari, dioven dan diangin-anginkan untuk mengurangi kadar air hingga 25-30 % .Proses terakhir pasca panen yakni menempatkan buah panili kering dalam kotak yang dalamnya telah dilapisi kertas koran/karung plastik tipis dan simpan pada suhu kamar, siap dikirim dan dijual.

Dengan melakukan usaha budidaya tanaman panili secara intensif dan memperlakukan hasil produksi pasca panen,maka akan memperoleh panili yang berkualitas baik dan harga yang menggiurkan,sehingga petani akan mengantongi keuntungan besar.Apalagi permintaan pasar dunia terhadap komoditi satu ini cukup besar

Budidaya Semangka Secara Intensif

Budidaya Semangka Secara Intensif


BUAH semangka sudah tak asing lagi bagi kita karena sering ditemui di pasar atau supermarket dan biasanya untuk cuci mulut pada resepsi pernikahan atau acara lain.Karena banyak digemari,maka pasar untuk buah semangka cukup terbuka luas dan memberikan harapan bagi petani yang mau membudidayakannya secara intensif.


Namun.tingkat dan kualitas produksi semangka diIndonesia masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah yang keras, miskin unsur hara dan hormon, pemupukan yang tidak berimbang, serangan hama dan penyakit tanaman, pengaruh cuaca /iklim, serta teknis budidaya petani.

Syarat pertumbuhan bagi semangka antara lain curah hujan ideal 40-50 mm/bulan, seluruh areal pertanaman perlu sinar matahari sejak terbit sampai tenggelam dansuhu optimal ± 250 C. Semangka cocok ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. Kondisi tanah cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam dan tanah kebun/persawahan yang telah dikeringkan. Cocok pada jenis tanah geluh berpasir dan keasaman tanah (pH) 6 - 6,7.

PEMBIBITAN 
Penyiapan media semai yang harus dilakukan antara lain;siapkan 25-50 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2 dan diamkan + 1 minggu di tempat teduh dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik). Campurkan tanah halus (telah diayak) 2 bagian atau 2 ember (volume 10 lt), pupuk kandang matang yang telah diayak halus sebanyak 1 bagian atau 1 ember, TSP (± 50 gr) yang dilarutkan sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang (1-3 kg) .Masukkan media semai ke dalam polybag kecil 8x10 cm sampai terisi hingga 90%. 
Benih dimasukkan ke dalam kain lalu diikat, kemudian direndam dalam ramuan : 1 liter air hangat suhu 20-250 C (direndam 8-12 jam). Benih dalam ikatan diambil, dibungkus koran kemudian diperam 1-2 hari. Jika ada yang berkecambah diambil untuk disemaikan dan jika kering tambah air dan dibungkus kain kemudian dimasukkan koran lagi. 
Media semai disiram air bersih secukupnya. Benih terpilih yang calon akarnya sudah sepanjang 2-3 mm, langsung disemai dalam polybag sedalam 1-1,5 cm.Kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh dan diberi perlindungan plastik transparan yang salah satu ujung/pinggirnya terbuka.Semprotkan zat penumbuh untuk memacu perkembangan bibit, dilakukan rutin setiap 3 - 4 hari sekali,dan penyiraman 1-2 kali sehari. Pada umur 12-14 hari bibit siap ditanam.

Pengolahan media tanam dengan pembukaan lahan dengan cara pembajakan sedalam + 30 cm, dihaluskan dan diratakan,kemudian bersihkan lahan dari sisa-sisa perakaran dan batu. Selanjutnya dibuat bedengan dengan ukuran lebar 6-8 cm dan tinggi minimum 20 cm. Dalam pengapuran digunakan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg. 
Pemupukan pada tanaman semangka yang dilakukan antara lain;pupuk kandang 600 kg/ha, diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam.Pupuk anorganik berupa TSP (200 kg/ha), ZA (140 kg/ha) dan KCl (130 kg/ha).Bedengan perlu disiangi, disiram dan diberi plastik mulsa dengan lebar 110-150 cm agar menghambat penguapan air dan tumbuhnya tanaman liar. Di atas mulsa dilapisi jerami kering setebal 2-3 cm untuk perambatan semangka dan peletakan buah.

PEMELIHARAAN 
Pembuatan lubang tanaman dilakukan satu minggu sebelum penanaman dengan kedalaman 8-10 cm. Berjarak 20-30 cm dari tepi bedengan dengan jarak antara lubang sekitar 90-100 cm. 
Sedangkan waktu penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari kemudian bibit disiram hingga cukup basah. 
Dalam pemiliharaan ini,maka penyulaman ini sebaiknya dilakukan 3 - 5 hari setelah tanam. 
Tanaman semangka cukup mempunyai dua buah saja, dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa memotong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder dipangkas dan disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah dipotong karena mengganggu pertumbuhan buah. Selain itu,juga perlu dilakukan perempelan tunas-tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan pohon/buah semangka yang sedang berkembang. 
Pengairan melalui saluran diantara bedengan atau digembor dengan interval 4-6 hari dan volume pengairan tidak boleh berlebihan. 

PEMUPUKAN 
Pemeliharaan lain yang dilakukan yakni pilih buah yang cukup besar, terletak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman, bentuk baik dan tidak cacat. Setiap tanaman diperlukan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Semenjak calon buah ± 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yang kurang baik akibat ketidakmerataan terkena sinar matahari. 

HAMA & PENYAKIT

Tanaman semangka pun tak lepas dari serangan hamadan penyakit yang setiap saat selalu mengancam kelangsungan produksinya.Beberapa hama dan penyakit yang akrab dengan tanaman semangka tersebut antara lain: 
a) Hama Thrips berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman, mempunyai sungut badan beruas-ruas.Cara penularan secara mengembara dimalam hari, menetap dan berkembang biak. 
b) Hama Ulat Perusak Daun berwarna hijau dengan garis hitam/berwarna hijau bergaris kuning, yang menimbulkan gejala daun dimakan sampai tinggal lapisan lilinnya dan terlihat dari jauh seperti berlubang. 
c) Hama Tungau merupakan binatang kecil berwarna merah agak kekuningan/kehijauan berukuran kecil mengisap cairan tanaman. Tandanya, tampak jaring-jaring sarang binatang ini di bawah permukaan daun, warna dedaunan akan pucat 
d) Hama Ulat Tanah ini berwarna hitam berbintik-bintik/bergaris-garis, panjang tubuh 2-5 cm, aktif merusak dan bergerak pada malam hari. Menyerang daun, terutama tunas-tunas muda, ulat dewasa memangsa pangkal tanaman.

e) Hama Lalat Buah ini memiliki ciri-ciri mempunyai sayap yang transparan berwarna kuning dengan bercak-bercak dan mempunyai belalai. Tanda-tanda serangan : terdapat bekas luka pada kulit buah (seperti tusukan belalai), daging buah beraroma sedikit masam dan terlihat memar.

Pengendalian terhadap hama-hama tersebut yakni penyemprotan dengan fungisida sesuai anjuran dan penanaman secara serempak pada daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat disekitarnya.Juga denganmembersihkan lingkungan, tanah bekas hama dibalikan dengan dibajak/dicangkul,dan pemasangan perangkap lalat buah.

Selain hama,ternyata tanaman semangka sangat rentan terhadap sejumlah penyakit yang setiap saat menyerang.Beberapa penyakit yang umumnya sering menyerang semangka tersebut antara lain: 

a) Layu Fusarium yang disebabkan oleh lingkungan/situasi yang memungkinkan tumbuh jamur (hawa yang terlalu lembab). Gejala: timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur. Pengendalian yakni dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru yang belum ditanami. 

b) Bercak Daun disebabkan oleh spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang. Gejala penyakit ini adalah permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat akhirnya mengering dan mati, atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu-abu/ungu. Pengendaliannya seperti pada penyakit layu Fusarium. 

c) Antraknosa disebabkan seperti penyakit layu Fusarium dengan gejala daun terlihat bercak-bercak coklat yang akhirnya berubah warna kemerahan dan akhirnya daun mati. Bila menyerang buah, tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas. Pengendaliannnya pun seperti pengendalian penyakit layu Fusarium. 

d) Busuk Semai biasanya menyerang pada benih yang sedang disemaikan yang menimbulkan gejala batang bibit berwarna coklat, merambat dan rebah kemudian mati. Pengendalian yakni pemberian insektisida sebelum penyemaian di media semai. 

e) Busuk Buah umumnya disebabkan oleh jamur/bakteri patogen yang menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah mulai dipetik. Pengendalian penyakit ini yakni dengan menghindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan, pemetikan buah dilakukan pada waktu siang hari tidak berawan/hujan.
 
f) Karat Daun disebabkan oleh virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman. Gejala: daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang. Pengendalian terhadap penyakit sama seperti penyakit layu Fusarium. 

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia.PANEN 
Pemanenan terhadap buah semangka umumnya jika sudah berumur panen setelah 70-100 hari setelah penanaman.Adapun ciri-ciri semangka yang cukup untuk dipetik yakni adanya perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil. 
Kemudian dalam proses pemanenan/pemetikan buah semangka, sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpananan ataupun ditangan para pengecer. Selain itu, pemotongan buah semangka sebaiknya dilakukan beserta tangkainya,agar buah semangka tidak mudah membusuk dan tahan lama dalam penyimpanan

Rabu, 22 Agustus 2012

Manfaat Abu Tandan Sebagai Pengganti Kalium Bagi Tanaman Kelapa Sawit


KEBUTUHAN tanaman terhadap unsure kalium cukup tinggi dan akan menunjukkan gejala kekurangan apabila kebutuhannya tidak mencukupi. Walau fungsi kalium lebih bersfat sebagai katalisator,tapi kalium mempu nyai peranan penting terhadap peristiwa-peristiwa fisiologi seperti metabolisme karbohidrat (pembentukan,pemecahan dan translokasipati); metabolisme nitrogen dan sintesa protein; mengaktifkan enzim; mempercepat pertumbuhan jaringan meristem dan hal- hal yang berhubung an dengan air.

Peranan kalium ini bisa dilihat dalam berbagai bentuk gejala tubuh. Kekurangan kalium akan menyebabkan produksi tanaman,resisten terhadap penyakit dan kualitas buah menurun.Kalium diserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+ dan dijumpai dalam berbagai kadar dalam tanah,bentuk kalium tersedia bagi tanaman terdapat di tanah dalam jumlah kecil.Karena itu,pemupuan kalium bagi tanaman yang produksinya diambil secara terus menerus,mutlak diperlukan kalium.Penambahan kalium ke dalam tanah biasanya dalam bentuk pupuk kalium yang larut pada air sepertiKalium klorida,Kalium sulfat,Kalium nitrat dan pupuk-pupuk majemuk lainnya.

MANFAAT ABU TANDAN

Abu tandan bersifat sangat alkalis dan higropis.Karena itu,bila penyimpanan kurang baik akan menyebabkan kadar airnya meningkat dan unsur hara tanamannya menurun.Jadi,semakin lama disimpan,maka bobot abu tandan makin bertambah sehingga hal ini akan mempengaruhi takaran saat pemupukan.Takaran untuk dosis pemupukan,hendaknya dilakukan berdasarkan volume,dan besarnya volume didasarkan berbagai faktor.

Abu tandan memang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk kalium.adapun unsure-unsur dalam abu tandan adalah K2O sebanyak 35040 persen,P2O5 sebanyak 3,4-5 persen,MgO ada 6-9,8 persen,CaO sebanyak 5-5,5 persen,Mn sekitar 200-250 ppm dan B sekitar 800-1.000 ppm.Sementara itu,lamanya penyimpanan dan dosis konversi terhadap KCL antara lain: 0-3 bulan sekitar 1,7 x dosis KCL serta lebih dari 3 bulan sebanyak 2 kali dosis KCL.

Pupuk kalium yang umum digunakan di perkebunan kelapa sawit,adalah pupuk Kalium clorida (KCL) yang mengandung sekitar 60 persen K2O dosis tiap pohpn berkisar 1-3 kg tiap tahun.Selain dari KCL,unsure kalium dapat diambil dari abu tandan yang banyak terdapat di pabrik pengolahan kelapa sawit,dan abu tandan diperoleh dari pembakaran tandan kosong pada invenerator (tungku pembakar).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Marihat (PPM) Medan beberapa waktu lalu,bahwa dasar pertimbangan penggunaan abu tandan sebagai pengganti KCL,terutama bagi pemupukan tanaman kelapa sawit antara lain: 1) harga abu tandan yang murah sehingga dapat menekan biaya pemupukan;2) pemberian abu tandan dapat meningkatkan keasaman tanah; 3) dalam abu tandan selain unsure kalium juga terdapat unsure Magnesium dan Phospat sehingga dapat mengurangi pemakaian Kieserite dan Rock Phosphat (RP); 4) mencegah terjadinya akumulasi Clor dalam tanah sebagai akibat sampingan dari penggunaan KCL.

SEKALI SETAHUN

Penggunaan abu tandan sebagai pupuk KCL sebaiknya hanya diberikan setahun sekali.Kalau dalam satu tahun dilakukan dua kali pemupukan,maka pemupukan dengan KCL dan pemupukan kedua dengan abu tandan atau sebaliknya.

Sedangkan banyaknya abu tandan yang diberikan dikonversikan dengan pupuk KCL yang biasa dipakai,konversi ini juga tergantung pada lamanya abu tandan disimpan,yakni bobot au tandan yang baru keluar dan inceneratorpada temperature 25oC.

Penggunaan abu tandan ini diharapkan akan lebih membantu para petani kelapa sawit dalam memelihara tanamannya.Sementara mengenai pengadaannya hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan kerjasama dengan pabrik pengolahan kelapa sawit yang terdapat di lokasi keun atau yang menampung buah dari perkebunan.

Adapun cara pemberian abu tanda pada tanaman kelapa sawit,yakni abu tandan ini dapat diberikan sama seperti halnya dengan pupuk lainnya,dengan cara disebarkan di sekitar bokoran atau piringan kelapa sawit